Hampir semua orang di dunia mengenal si robot kucing asal Jepang bernama Doraemon. Yes, Anime Doraemon memang mendunia. Dengan kisahnya yang datang dari abad 21 dengan niat menolong seorang anak yang malas dan kurang pintar di sekolah, Doraemon menjadi salah satu karakter animasi yang paling familar bagi publik.

Namun baru-baru ini, penggemar Doraemon harus berduka karena salah satu pengisi suara karakter Suneo yang jahil harus tutup usia. Kaneta Kimotsuki ini terkenal dan udah senior banget lho dalam dunia dubbing (sulih suara). Nggak hanya mengisi suara di Doraemon, tapi anime terkenal lainnya seperti Ninja Hattori, P-Man, serta Iyami dalam Osomatsu-Kun. Nah, nantinya selain karakter suara Kaneta Kimotsuki yang akrab banget sama kamu, Hipwee hiburan juga bakalan ngenalin dubber-dubber yang lainnya lho. Langsung yuk!

Dunia anime berduka, legenda dubber Jepang Kaneta Kimotsuki tutup usia

Hai Giant! via cdn2.tstatic.net

Lahir di Jepang, 15 November 1935, Kaneta Kimotsuki memulai debutnya sebagai dubber pada tahun 1973 sebagai tokoh Giant. Namun, pada tahun 1979, ia  beralih mengisi suara untuk Suneo hingga 2016. Tapi, ia akhirnya harus menghentikan karirnya pada 10 Oktober 2016 lantaran meninggal dunia saat sedang menjalani pengobatan penyakit pneumonia yang sedang dideritanya.

Pneumonia atau dikenal juga dengan istilah paru-paru basah adalah infeksi yang memicu inflamasi pada kantong-kantong udara di salah satu atau kedua paru-paru. Pada pengidap pneumonia, sekumpulan kantong-kantong udara kecil di ujung saluran pernapasan dalam paru-paru akan membengkak dan dipenuhi cairan.

Advertisement

Selain Suneo, Kaneta Kimotsuki juga mengisi suara banyak karakter anime hits di Jepang, contohnya seperti Ninja Hattori, P-ManSoreike! Anpanman (Horrorman), Galaxy Express 999 (Conductor), anime Cyborg 009 tahun 1979 (Great Briten/007), Magical Angel Creamy Mami (Nega), Kaibutsu kun (Dracula), Osomatsu-kun (Iyami), dan Yuki Yuna Is a Hero (Yoshiteru).

Kaneta tidak hanya dubber anime Jepang. Tapi juga luar negeri. Seperti film animasi Amerika The Aristocats dan The Little Mermaid. Dia juga mengisi suara Tom dengan dub Jepang untuk Tom & Jerry. Sebagai tambahan, dia mengisi suara Jiminy Cricket dengan dub Jepang dalam serial Pinnochio milik Disney, peran yang sama juga dia mainkan dalam serial video game Kingdom Hearts besutan Square Enix.

Nah, kini coba kenalan dulu deh sama dubber Doraemon versi Indonesia. Yuk!

Ada yang mau pintu ajaib? via youtube.com

Baling-baling bambu!

Nurhasanah adalah pengisi suara Doraemon terlama, yakni sejak 1993. Kalau kamu pernah dengar suara Doraemon yang serak-serak basah gitu, Ibu Nurhasanahlah pengisi suaranya.

Sejak tahun 1993 sampai sekarang. Memang pernah diganti waktu 2006 tapi kemudian balik lagi. Saya bekerja di RRI (Radio Republik Indonesia), jadi itu kerjaanku untuk produksi sandiwara radio. Pertamanya main sandiwara kemudian pengisi suara di telenovela baru ke doraemon. via ifaikah2.wordpress.com

Siapa yang suka merengek-rengek sama Doraemon? Ya, Nobita!

Doraemoooooooon! Tolong aku! via webpraktis.com

Doraemon! Giant dan Suneo jahaaaaaaaat!

Adalah Dewi Sartika yang mengisi suara Nobita. Kaget ya? Iya, Nobita memang laki-laki, tapi suara Dewi Sartika sangat cocok memerankan suara Nobita kecil yang pemalas. Dewi mulai mengisi suara Nobita sejak tahun 2009.

“Jadi seorang dubber itu wajib bisa berbagai suara. Mulai dari suara anak kecil, remaja, hingga orang tua. Baik itu perempuan maupun laki-laki. Tapi tetap pengarah dialog atau dubber itu menentukan suara itu cocok atau enggak.” via speakingmagz.com

Awalnya, Dewi memang sudah mengenal dunia teater dan dubbing pada tahun 1995. Ia kemudian mulai rajin mengikuti casting di sebuah PH  (Production House) dan lolos. Memasuki era milenium, Dewi mulai menjadi dubber di beberapa serial telenovela era 90-an. Dewi mengisi suara tokoh utama dalam beberapa serial Meksiko ini, misalnya Rosalinda, Maria Seleste, dan serial timur tengah, Ummi Kalsum.

“Saat itu aku belum dapat kesempatan untuk mengisi suara kartun karena PH itu distributor film-film telenovela. Suara-suara yang sering dipake tentu suara-suara cantik, keibuan, putri, dan saat itu juga aku di gembleng  untuk bisa beberapa suara. Sambil menunggu kabar, aku mencoba dubbing suara Nobita lagi tapi suaranya lebih ditebelin. Artinya kalau dulu kita mendegar suara Nobita agak kecewe-cewean, sekarang diminta suaranya lebih cowok. Aku lihat filmnya lagi, dari situ aku tahu kalau si Nobita ini mengalami pergeseran karakter jadi suara yang aku bikin untuk Nobita ini lebih cowok lagi. Alhamdulillah aku diterima dan menjadi dubber Nobita sampai sekarang.” via speakingmagz.com

Ada Nobita, pasti ada juga Shizuka. Siapa sih Shizuka versi Indonesia?

Oh Ini calon istrinya Nobita via www.alabn.com

Jessy memulai debutnya sebagai Seiyuu di RCTI pada awal 1990-an. Suara renyahnya mencuri perhatian dalam perannya sebagai Kaoru di anime Samurai X yang tayang di SCTV pada tahun 2000. Jessy juga ikut berperan pula pada Anime Vatalla Sang Pelindung karya Alfi Zachkyelle. Baru pada tahun 2013 ia akhirnya menjadi pengisi suara Shizuka.

Suneo versi Indonesia siapa ya? Ini nih sosok di belakang suara yang nyebelin karena sering pamer

Hai Giant! Eh Squidward juga deh via cdn0-a.production.vidio.static6.com

Bukan hanya seorang dubber, Santosa juga seorang sineas muda, pelukis, teater dan dubber anime. Sebelum fokus pada dunia seni, Santosa pernah bekerja di sebuah restoran Pizza. Lalu, dengan tekadnya ingin lebih fokus pada dunia seni suara, akhirnya Santosa menjadi pengisi suara tokoh cerita di RRI. Dari situlah langkahnya dalam memilih dunia seni suara terbuka lebar. Pernah dengar suara Spongebob Squarepants versi Indonesia? Ya, Santosalah pengisi suara tersebut.

Giant dalam anime ternyata mirip dengan pengisi suara Indonesianya

AKU ADALAH GIAAAAAAAAAAANT!!!!! via www.alabn.com

Bima Sakti memulai karirnya sebagai seorang dubber di dekade 90-an. Namun, ia baru mulai menjadi Giant pada tahun 2009. Uniknya, secara fisik, Bima sangat mirip dengan karakter Giant yang bertumbuh besar dan gagah. Pengen dengar suara ‘Giant’ versi Indonesia nyanyi? Nih!

Nah, sebenarnya jadi dubber itu nggak semudah yang orang pikirin lho. Perlu kedetailan gerak mulut saat melakukannya. Kalau kamu pengen jadi dubber anime, kamu perlu tahu tips dari Dewi Sartika:

Dunia dubbing gak bisa dipandang sebelah mata, kamu perlu keseriusan dalam belajar, terutama ketika memperjelas artikulasi dan memperlancar bicara. Dewi Sartika via speakingmagz.com

⁠⁠⁠Suka artikel ini? Yuk follow Hipwee di mig.me!