4 Masalah Hidup yang Lebih Patut Kita Curigai Sebagai Konspirasi. Apakah ini Ulah Elit Global?

Ulah elit global

Belakangan warganet gerah dengan pernyataan salah satu musisi Indonesia yang meyakini corona hanyalah sebuah konspirasi para elit. Pernyataan ini sungguh riskan, mengingat dia punya banyak penggemar. Bukan nggak bakal makin banyak yang nggak peduli dengan imbauan pemerintah atas bahaya corona.

Advertisement

Kalau dipikir-pikir, para penganut teori konspirasi ini makin lama makin nyebelin, ya?! Pakai dasar cocokologi, tapi merasa paling benar. Masalahnya ini virus mematikan, Bung. Udah banyak korban. Kalau mau mencurigai sesuatu sebagai sebuah konspirasi, mending pilih isu yang nggak ada hubungannya sama nyawa orang. Misalnya 4 masalah hidup yang sering dialami banyak orang ini.

1. Pengamat teori konspirasi mending mengkaji alasan UN ditiadakan sementara skripsi masih jalan. Perjuangkan nasib mahasiswa akhir!

Skripsi ditiadakan juga dong. πŸ˜€ via www.suara.com

Semenjak UN ditiadakan, para mahasiswa meradang, mempertanyakan kenapa kewajiban skripsi nggak ditiadakan juga. Daripada mencurigai corona, mending mencurigai kebijakan ini. Dijamin kamu bakal banyak dapat dukungan.

2. Mencurigai elit boleh saja, tapi coba tolong cari isu yang dekat dengan wong cilik. Misalnya tentang kenapa uang jajan anak kos nggak pernah cukup sampai akhir bulan

Lebih patut dicurigai. via www.hipwee.com

Masalah uang jajan anak kos adalah masalah banyak orang. Mencurigai elit atas hal ini tentu akan lebih menarik dukungan publik. Apakah ini karena harga kebutuhan pokok, bensin, sewa kos mahal, atau karena upah pekerja di Indonesia masih rendah? Inilah yang butuh digugat.

Advertisement

3. Ngomongnya cuma teman, tapi kok lebih sering jalan sama dia daripada pacarnya sendiri? Konspirasi elit mana lagi ini?!

Selingkuh kali? πŸ˜€ via hellosehat.com

Daripada mencurigai pandemi lebih baik mencurigai kelakuan pacarmu. Kalau cuma teman kenapa dia lebih sering keluar nonton dan makan sama dia dibanding kamu? Bisa jadi temannya lebih elit daripada kamu. πŸ˜€

4. Kenapa kalau kita makan di warung masakannya terasa enak banget giliran pulang ke rumah, rasanya B aja? Fix, ini pasti konspirasi!

Permainan elit warung? via www.idntimes.com

Misteri ini belum terpecahkan hingga saat ini. Seharusnya ada yang meramaikan biar pada berbondong-bondong membuktikan latar belakang masalah ini. Masakannya sama, masa rasanya beda cuma gara-gara tempat? Hmm.

Tertarik denga teori konspirasi itu boleh saja, cuma yang kira-kira dong. Mencurigai elit sebenarnya boleh kok, malah seharusnya wajib bagi warga negara agar nggak mudah dikibuli.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Fiksionis senin-kamis. Pembaca di kamar mandi.

CLOSE