Umur Udah 20-an, Muka Masih Anak Sekolahan. 12 Hal Ini Udah Khatam Kamu Rasain!

Seiring pertambahan usia, banyak yang mengkhawatirkan tentang penampilan. Bertambah tua berarti makin boros itu muka dengan tambahan kerutan-kerutan di wajah. Tapi, hal ini nggak berlaku buat kamu yang dianugerahi wajah yang nggak berubah sejak jaman sekolah.

Padahal, umur udah lewat dari angka 20, lagi berjuang buat menyelesaikan skripsi dan berburu mata pencaharian — tetep aja dikira anak sekolahan. Jelas, nggak semua yang kamu rasain bikin bahagia terus. Ada aja hal-hal yang bikin kamu berpikir ulang, apakah diberi wajah imut ini anugerah atau malah sebaliknya?

ADVERTISEMENTS

1. Sapaan yang paling sering kamu terima itu, “Kelas berapa, Dek?”. Padahal rambut udah kece klimis-klimis basah gitu.

Kelas berapa, dek? Turun mana?

Kelas berapa, dek? Turun mana? via tangseloke.com

Kejadian mencengangkan yang menyadarkanmu kalau wajahmu menyerupai anak sekolahan bisa terjadi di mana saja. Di dalam angkot, misalnya. Kamu lagi naik angkot buat pergi ke kampus. Dengan alasan buat mengurangi pemakaian bensin, duduklah kamu di samping kemudi pak supir. Tiba-tiba, bapak bertanya….

Pak supir: Turun dimana, dek?
Kamu: Daerah kampus Sana, Pak. Masih jauh.
Pak Supir: Di SMP x situ? Kan deket tuh dari kampus Sana.
Kamu:………

Dalah hati kamu pingin bilang kalo kamu udah semester 3. Padahal penampilan udah kece, rambut keren banget klimis-klimis habis pake pomade gitu.

ADVERTISEMENTS

2. Dikira masih kecil, kamu sering dilihatin sama anak-anak yang sebenarnya lebih muda

Anak mana, lo?

Anak mana, lo? via www.huffingtonpost.com

Ketika kamu jalan dari parkiran menuju ruangan kelas dengan santai, tiba-tiba kamu berpapasan dengan maba yang menatapmu dengan ga nyantai. Menatap dari ujung rambut ke ujung kaki. Kayak scanner. Hello, kalo kamu tau aku ini seniormu 5 semester lho. Keunyuan wajahmu bikin maba ngira kamu sepantaran sama dia. Makanya bisa seenaknya kayak gitu.Huft, sedih kakak.

ADVERTISEMENTS

3. Setiap pesan makan di tempat fancy kamu sering disepelein. Anak kecil. Gak sanggup bayar

Nasi gorengku mana,, pak? Laper...

Nasi gorengku mana,, pak? Laper… via whattheflicka.com

Wajah kadang menentukan seberapa besar kamu dianggap di suatu tempat. Waktu Di warung nasi goreng, misalnya. Saat itu kamu lagi antri beli nasi goreng, kamu nunggu giliran buat pesen. Eh, udah lama banget antri, ternyata pesenanmu nggak digubris. Pak, aku butuh makan biar badan cepet besar dan nggak dikira anak sekolahan lagi. Tolong support Adek, ya.

ADVERTISEMENTS

4. Waktu dateng ke acara gigs, kadang harus ditahan dulu di pintu masuk buat cek KTP.

Ke gigs biar kekinian.

Ke gigs biar kekinian. via infokuberita.com

Jadi anak muda yang gaul dan kekinian, perlulah sekali-sekali dateng ke acara gigs yang kece. Niatmu pingin jadi anak yang sewajarnya di usianya. Eh, hatimu harus tergores ketika kamu ditahan agak lama di pintu masuk buat dicek kartu identitasnya. Ditambah lagi, kamu harus berusaha ekstra untuk meyakinkan kamu sudah berusia 18+ dan berhak buat masuk ke dalam venue.

ADVERTISEMENTS

5. Kalau kamu jalan sama pacar yang mukanya dewasa sering dapat tatapan aneh. Bikin bete juga kadang-kadang.

Apakah kita terlihat seperti ini?

Apakah kita terlihat seperti ini? via www.instiz.net

Buat kamu yang udah punya pacar, momen kencan dan keluar bareng kadang terganggu juga oleh efek muka sekolahanmu. Nggak jarang kamu dihujani tatapan aneh dari orang-orang sekitar, yang kadang bikin kamu risih juga. Saking risihnya dan bikinkamu bete, kamu pun tiba-tiba bertanya ke pacarmu…..

Sebenernya mukaku yang kayak anak ingusan apa kamu yang ketuaan, sih? Jangan-jangan kamu dikira om-om yang pacaran sama anak SMP.

ADVERTISEMENTS

6. Apalagi kalo kamu ga suka dandan, dikira anak ilang waktu jalan sendirian.

Tolong temukan anak saya.

Tolong temukan anak saya. via www.pinterest.com

Wajahmu imut-imut seperti dedek Nabila JKT48, penampilanmu juga biasa aja kayak anak ga keurus. Makeup apalagi, ga pernah pake. Terus kamu memutuskan buat jalan-jalan sendirian ke Mall sambil liat-liat barang. Lengkaplah hidupmu, kamu akan dikira kayak seorang anak yang kehilangan bapak ibunya di Mall. Mungkin, akan ada ibu-ibu yang iba melihat keadaanmu dan mengajakmu ke pusat informasi. Biar cepet ketemu orangtuanya.

7. Tapi nggak semuanya bikin bete kok. Waktu temen-temen udah ditanyain pertanyaan kapan nikah kamu masih ditanyain kelas berapa.

Pilih jawab yang mana?

Pilih jawab yang mana? via www.clickhole.com

Di umur kepala dua kayak gini, banyak banget nih temen-temenmu yang udah nikah. Nggak sedikit jumlah nikahan temenmu yang udah kamu datengin. Pertanyaan berbau…. “Kapan nikah?” nggak akan dilontarkan ke kamu. Jadi kamu nggak perlu repot-repot cari jawaban buat ngeles. Mending kamu cari jawaban buat pertanyaan…

Kelas berapa dek sekarang? Sekolah dimana?

8. Punya saudara yang badannya jauh lebih besar dan mukanya lebih dewasa? Dia sering dikira kakakmu, dan kamu adiknya.

Mana kakak, mana adik.

Mana kakak, mana adik. via www.forosperu.net

Anugerah memiliki wajah kayak anak sekolah nggak bisa dimiliki semua orang, lho. Termasuk saudaramu, barangkali. Waktu kamu jalan sama saudaramu, eh saudaramu malah dikira kakakmu. Sedangkan kamu dikira anak
yang paling terakhir. Padahal kenyataannya, bertolak belakang sama yang dikira orang-orang. Di saat seperti inilah
kamu bisa berbangga hati. Hehehehe.

9. Dapet angpao waktu keliling ke rumah tetangganya nenek di kampung halaman.Mayaaaannn….

Alhamdulillah bisa buat beli Yuppie.

Alhamdulillah bisa buat beli Yuppie. via www.ummi-online.com

Ketika liburan panjang tiba, kamu memutuskan buat mengunjungi kakek nenekmu di kampung halaman nan jauh di mata. Biasanya waktu libur lebaran, ya. Kamu bisa memanfaatkan keimutan wajahmu dengan berkeliling ke rumah tetangga di sana. Karena orang-orang sana jarang liat kamu, pasti mereka akan berbaik hati bagi-bagi angpau dengan anak-anak. Termasuk kamu nih, yang masih dikira anak-anak yang terjebak di usia tua. Hehehehe.

10. Nggak risih dapet selebaran promosi motor dan mobil waktu lewat di hall pusat perbelanjaan. Aman, kakak.

Mau diborong mobilnya, dek?

Mau diborong mobilnya, dek? via kisyanto.wordpress.com

Kebutuhan orang dewasa semakin hari akan bertambah semakin banyak. Dari kebutuhan sandang, pangan, papan, dan kendaraan. Acara buat mendongkrak penjualan kendaraan bermotor juga sering diadakan di mana saja. Bahkan di Hall pusat perbelanjaan sekalipun. Mereka akan menyebarkan brosur kepada para pengunjung yang sekedar lewat di sekitar mereka, yang kadang bikin risih juga. Wahai kamu muka anak sekolah, coba aja kamu lewat di depan salesnya berkali-kali, pasti nggak bakalan dikasih. Karena mereka akan berpikiran….

Anak sekolahan ngapain dikasih. Sekolah aja masih dianter jemput, mau beli pake duit apa.

11. Masuk ke lingkungan kerja baru, nggak ada orang yang percaya berapa umurmu. Pas kamu bilang udan 23-an mereka bilang, “Iiih kirain masih umur 19-an”

Keliatan baru 13 tahun kamunya.

Keliatan baru 13 tahun kamunya. via quinnfabraygifs.tumblr.com

Transisi dari anak kuliahan yang baru wisuda menjadi seorang pekerja adalah hal yang ditunggu-tunggu nih. Waktu hari pertama masuk dan berkenalan dengan orang-orang, mereka nggak percaya kalo kamu udah 20-an umurnya.
Nggak sedikit dari mereka yang akan kaget dengan wajah dan umurmu. Akan ada kalimat-kalimat yang terlontar,
seperti….

Kamu awet muda banget, kirain baru lulus SMA.
Aku kira kamu masih umur 15 tahun, lho. Nggak nyangka kalo ternyata seumuran sama kita-kita.

12. Kamu akan bersyukur punya wajah kayak anak ingusan juga membawa manfaat buat kamu.

Terima kasih, Tuhan.

Terima kasih, Tuhan. via samequizy.pl

Setelah kamu melewati berbagai momen yang menyayat hati mengenai usia dan wajahmu, kamu akan mengecap kebahagiaan bahwa punya wajah anak sekolahan itu anugerah buat kamu. Banyak lho orang yang berusaha
mati-matian buat kelihatan awet muda. Sedangkan kamu, tanpa usaha ekstrim seperti operasi plastik dan perawatan
mahal, udah punya wajah yang gitu-gitu aja. Hehehehe. Bersyukurlah pada Tuhan atas pemberian ini.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Ketika seduhan hangat teh bertemu dengan quotes yang menyayat kalbu, tunggu di tempat absurd itu.