Selain ramai dengan pemberitaan tentang orang tua yang menelantarkan anak dan pendaki yang jatuh dalam kawah gunung, media kita kini juga tengah dihebohkan dengan beras plastik. Ya, peredaran beras plastik dikabarkan telah sampai hingga Indonesia. Bila sebelumnya beras plastik dari Tiongkok beredar di Kerala, India, entah bagaimana ceritanya beras plastik ini (diduga) berhasil masuk ke Indonesia.

Bagi yang senantiasa memberikan keluarganya gizi makanan terbaik untuk keluarga, jelas ini adalah mimpi buruk. Oleh karena itu, mari kita kenali ciri-ciri beras plastik berikut!

1. Bila hendak dimasak menjadi bubur, beras plastik akan menggumpal dan terlihat seperti belum matang.

Penampakan aneh bubur dari beras plastik

Penampakan aneh bubur dari beras plastik via scontent.cdninstagram.com

Advertisement

Nasi normal yang biasa kamu olah menjadi bubur biasanya akan mengental dan menyatu ketika kondisinya sudah dingin. Tapi perhatikan dengan benar-benar seksama gambar di atas. Ketika bubur dari beras plastik mendingin, dia akan berbentuk seperti buliran menggumpal seolah belum matang. Persis seperti foto di atas, yang kelihatannya encer tapi butirannya tetap terlihat bukan?

2. Saat ditanak, beras normal akan menyerap air sehingga bentuknya mengembang. Sebaliknya, beras plastik malah mengeluarkan banyak air.

Nasi akan menyerap air

Seharusnya beras asli akan menyerap air via cdn0-a.production.liputan6.static6.com

Kamu tahu mengapa beras bisa menjadi nasi yang empuk dan pulen? Tentu saja karena ia menyerap air yang kamu bubuhkan. Tapi sebaliknya, beras plastik malah akan mengeluarkan banyak air. Bisa jadi, ini karena berasnya (atau plastiknya) meleleh sebagian. Hiiiiii!

3. Saat dimakan, beras plastik terasa aneh. Nasinya akan terasa sangat sintetis dan tidak alami.

Nasi yang sesungguhnya akan terasa begitu manis dan mengenyangkan, sedangkan nasi-nasian akan terasa aneh di lidah — semacam ada rasa sintetis di dalamnya. Bayangin aja rasanya makan plastik…

4. Penampilan fisik beras plastik polos dan bening. Sedangkan beras asli terlihat berwarna putih susu di tengah-tengahnya.

Beras yang asli punya warna putih susu di tengah.

Beras yang asli punya warna putih susu di tengah. via primeape-movement.com

Advertisement

Warna bening polos bukan berarti berasnya bersih.

5. Ketika beras palsu dicampur dengan air, posisi air akan berada di atas beras. Padahal, beras asli seharusnya menyatu dengan air.

Seharusnya beras yang baik seperti ini

Seharusnya beras yang baik seperti ini jika takran airnya jauh lebih banyak via valeriedearmas.com

Pada saat masak bubur dari beras palsu, nasi akan mengendap di bawah karena massanya lebih berat dari massa air. Sedangkan airnya justru di atas. Seharusnya, beras menyatu dengan air atau mengapung di permukaan. Jika kamu mau memasak lagi beras plastik tadi lagi air yang lebih banyak, percuma saja! Beras malah akan pecah, bukannya hancur seperti bubur pada umumnya.

6. Aroma nasi plastik begitu tawar, bukannya wangi.

Nasinya akan terasa tidak enak

Baunya tawar via musmus.me

Beras plastik dari kentang dan residu resin sintetis ini memiliki wangi dan rasa yang tawar. Bahkan di mulut agak getir. Jangan harap deh waktu kamu menanak nasi akan keluar aroma wangi khas dari beras tanakanmu.

7. Selain dikenali dari warnanya, beras plastik juga bisa dikenali dari teksturnya.

Teksturnya bakalan gak rata dan bocel

Tekstur nasi asli harusnya gak rata dan bocel via www.svetsatova.com

Kalau kamu pernah membeli dan memilih beras konsumsimu sendiri, jelas ‘kan bedanya beras asli dan beras plastik? Kalau beras asli kan punya guratan, tidak halus, bahkan kadang bocel-bocel/rusak. Sedangkan beras plastik cuma punya tekstur halus sempurna saja.

Jadi, gimana? Sudah tahu kan bedanya beras palsu plastik dan beras asli? Jangan berani-berani deh menukarkan investasi kesehatanmu di masa depan dengan beras plastik. Jangan pula tergiur dengan harga murah dibandingkan harga standar yang berlaku di pasar. Lebih baik keluar duit lebih banyak, tapi sehat. Ya, gak?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya