Kenalin, ini pacarku. Namanya Boy

Lho, bukannya Boy ini sahabatmu?

Iya, sekarang jadi pacar aku

Sebenarnya nggak ada yang salah ketika sahabat akhirnya menjadi pacar. Bahkan sudah ada yang membuktikan bahwa berawal jadi teman kemudian jadi manten. Katanya pacaran sama sahabat sendiri memang menyenangkan. Sebab dia adalah orang yang paling mengerti kelebihan dan kekurangan kita. Tapi apa iya semua bisa disamaratakan?

Advertisement

Kadang, sahabat baiknya cukup dijadikan sahabat saja. Mungkin 5 hal ini bisa membuatmu untuk berpikir ulang, bahwa memutuskan pacaran dengan sahabat sendiri tak selalu baik.

1. Kalian memang sama-sama khatam dengan baik buruknya masing-masing. Tapi akan lebih menyenangkan kalau bisa berkenalan dengan orang baru

lebih menyenangkan dengan orang baru

lebih menyenangkan dengan orang baru via dylandsara.com

Namanya juga sahabat, kamu pasti sudah begitu khatam dengan segala tingkahnya. Kedekatanmu dengan dia juga tak bisa dibilang sebentar, seolah untuk saling mendekatkan diri satu sama lain begitu mudah.

Namun, bukankah lebih baik bila kamu berkenalan dan kemudian dekat dengan orang lain yang bukan sahabatmu sendiri? Kamu jadi punya kesempatan untuk mengenal karakter orang lain yang lebih beragam dan nggak hanya menghabiskan waktu bersama sahabatmu itu. Menjalani hubungan dengan orang baru, membuatmu belajar untuk lebih bisa tenggang rasa dan menghargai orang-orang baru yang masuk ke dalam hidupmu.

2. Kemana pun kamu, dia yang jadi pacar sekaligus sahabat selalu menemani. Hal itu akan membuatmu susah berkembang lagi

kamu justru susah berkembang

kamu justru susah berkembang via dylandsara.com

Advertisement

Sahabat yang kemudian berpredikat jadi pacar, yang awalnya sudah dekat, kini jadi lebih dekat lagi. Dimana pun kamu disitulah sahabat sekaligus pacarmu berada. Sekilas memang terasa menyenangkan ya? Kemana-mana ada yang menemani dan mengantar.

Tapi kalau dipikir lagi, lama-kelamaan hal seperti itu justru membuat hubungan kalian tidak sehat. Bukannya kamu merasa nyaman dan aman, tidak menutup kemungkinan kalian berdua lama kelamaan akan merasa saling bergantung satu sama lain. Akibatnya, kamu merasa sudah berada di zona nyaman dan enggan beranjak lagi. Kalian yang sudah merasa bisa saling menerima apa adanya, membuatmu tak ingin berkembang lebih baik lagi. Sehingga kamu dan dia pun harus terjebak dalam kondisi yang itu-itu saja.

3. Tak selalu menyenangkan, pacaran dengan sahabat justru akan membuatmu cepat merasa bosan

cepat merasa bosan

cepat merasa bosan via dylandsara.com

Katanya sih asik bisa pacaran sama sahabat sendiri. Yuk, kita coba untuk meninjau ulang anggapan tersebut. Semasa jadi sahabat, kalian melakukan banyak hal berdua. Mulai dari sekadar nongkrong sampai traveling. Hal-hal menyenangkan inilah yang mungkin membuatmu jatuh hati pada sahabatmu sendiri. Sayangnya, bukan berarti apa yang sudah kamu jalani, akan tetap menyenangkan sekalipun diulang kemudian.

Saking seringnya kamu melakukan hal-hal menyenangkan tersebut, kamu justru merasa jenuh bosan dan tidak menemukan gregetnya lagi.

4. Saat kamu ingin curhat soal pasanganmu, kamu tidak bisa bercerita dengan sahabatmu sendiri. Karena yang jadi pasanganmu ya dia sendiri

kehilangan orang yang bisa dipercaya

kehilangan orang yang bisa dipercaya via dylandsara.com

Namanya juga pacaran, akan ada masa pasang surutnya. Selalu akan ada masalah yang kemudian membuatmu merasa tidak lagi nyaman dengan kekasihmu sendiri.

Kalau kamu pacaran dengan sahabatmu sendiri, orang yang bisa kamu percaya untuk menimbun cerita-ceritamu seolah tak ada lagi. Sahabat yang biasanya menjadi tempat curhatmu kini malah menjadi sumber dari segala sedihmu sendiri. Dan kamu juga tidak bisa lagi bercerita beberapa masalah yang sifatnya pribadi dengannya. Posisi dimana kamu serba salah, ingin curhat tapi sahabatmu sudah berubah jadi pacarmu sendiri. Ingin memendam malah membuatmu makin merasa tak nyaman.

5. Ketika hubungan kalian tak berjalan baik, kamu tak hanya kehilangan pacar. Tapi juga sosok sahabat

bisa kehilangan pacar dan sahabat sekaligus

bisa kehilangan pacar dan sahabat sekaligus via dylandsara.com

Inilah yang paling menyesakkan, dimana ketika hubunganmu tidak berjalan seperti keinginanmu. Kamu dan dia, pacar sekaligus sahabatmu harus putus di tengah jalan karena suatu masalah. Baik memang kalau kalian masih bisa berteman sekalipun sudah tidak pacaran, tapi apa kamu yakin masih bisa bersikap normal dengannya seperti masih menjadi sahabat dulu?

Ketika kamu dan dia putus, tidak hanya kisah cintamu saja yang mesti direlakan, tapi juga kenyamanan sebagai seorang sahabat yang dulu selalu kalian rasakan. Kamu akan kehilangan dua sosok sekaligus. Dan tentu bukan hal seperti itu yang kamu harapkan. Jika kamu putus cinta, tentu lebih baik dengan orang lain, jadi kamu tak juga kehilangan sahabatmu sendiri.

Banyak yang bilang kalau pacar yang baik adalah sahabat kita sendiri. Tapi seorang pacar yang juga bisa jadi sahabat, tentu lebih baik. Dan bukan berarti dari sahabat kemudian bisa jadi pacar. Karena pacar yang bisa jadi sahabat malah belum tentu sahabat kita sendiri.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya