Capek ah kuliah, mau nikah aja. -Denoveta (20)

Hal apa sih yang biasanya dipikirkan oleh cewek-cewek muda di usia 20-an awal? Mengejar renjana dan perkara jodoh sih biasanya yang sering merajai pikiran kami. Soal renjana, di usia 20-an ini kami sudah mulai menemukan titik terang. Setidaknya kami sudah mulai menggeluti hal-hal yang memang sudah kami mimpikan sejak dulu. Tapi kalaupun apa yang kami lakukan sekarang belum sesuai dengan renjana, setidaknya kami masih punya waktu untuk ‘banting stir’.

Sementara itu, hal lain yang juga sering menganggu pikiran kami adalah soal jodoh dan pernikahan. Ini sebenarnya bagian yang paling menarik, bagi cewek-cewek di usia kami sekarang. Dibilang sudah matang secara usia, memang benar. Tapi kadang secara mental, tak semuanya bisa disamaratakan. Ada yang sudah siap, ada yang masih selow. Hanya saja, sekarang ini kalau disuruh membayangkan tentang pernikahan, setidaknya hal-hal ini yang terlintas dalam benak kami.

1. Menikah artinya sudah ada predikat halalnya, jadi ya bebas mau ngapain aja

Mau ngapain aja boleh kalau udah halal via www.logancoleblog.com

Pernikahan itu indah. Udah nggak ada embel-embel zina lagi. Semuanya udah sah. Yah ibaratnya, kita punya kehidupan yang baru. – Aulia (20)

Advertisement

Menikah memang bukanlah akhir dari sebuah hubungan. Malahan, menikah adalah sebuah awal kehidupan yang baru lagi. Kebanyakan, cewek umur 20-an akan berpikir yang ‘enak-enak’ saja dalam pernikahan. Tidak ada lagi batasan antara dia dan pria yang sudah sah jadi suami. Karena hubungan yang sudah sah di mata agama dan negara. Jadi setidaknya menghindarkan mereka dari pergaulan bebas.

Tapi jika kita bisa lebih kritis lagi, apa iya pernikahan cuma sebatas melakukan hubungan suami istri secara legal dan halal?

2. Tiap bulan ada yang ngasih nafkah. Beli bedak dan lipstick kian terasa mudah

Setelah menikah ada yang bertanggung jawab sama kamu via elizabethwellsphoto.com

Bukannya matre, nafkah memang menjadi kewajiban suami yang harus diberikan kepada istri. Entah untuk membeli keperluan sehari-hari atau untuk istri mempercantik diri. Mereka, cewek-cewek berusia 20-an awal, kerap berpikir betapa bahagianya tiap bulan dapat jatah. Lalu bisa digunakan untuk membeli perlengkapan pribadi seperti alat make up. Mereka sampai kadang lupa kalau nafkah yang diberi suami tak hanya untuk satu atau dua hari saja. Kalau uang bulanan dari suami dihabiskan untuk berbelanja varian lipstick matte terbaru, suamimu mau kamu kasih makan lipstick setiap hari?

Cewek berusia 20-an juga banyak yang berpikiran bahwa uang suami adalah uang istri juga, tapi uang istri tetap menjadi milik istri. Padahal dalam membangun rumah tangga, semuanya tak bisa diatur dengan sekaku itu. Akan datang masanya, kamu dan dia tiba-tiba harus mengeluarkan uang untuk kebutuhan mendadak. Aturan ‘uang suami milik istri, tapi uang istri tetap milik istri’ tak akan lagi bisa berlaku. Harus ada kerjasama antara suami dan istri, bukannya hanya menggantungkan pada suami saja. Kalaupun istri memang tidak memiliki pemasukan, setidaknya ia mampu mengatur nafkah dari suami dengan baik.

3. Menikah berarti harus berbagi dan jatuh cinta pada orang yang sama. Berkali-kali untuk selamanya ~

Jatuh cinta berkali-kali pada orang yang sama via dylandsara.com

Pernikahan itu bukan sekadar siap secara calonnya udah ada, mau menikah, dan mampu secara keuangan. Tapi, lebih kepada pola pikir bahwa kamu bakalan berbagi hidupmu, seluruh hidupmu, sama satu orang yang sama, selamanya. – Lajeng (20)

Cewek dengan usia 20-an pasti akan lebih banyak membayangkan pernikahan pada hal-hal yang indah. Menikah dengan pesta mewah, membuatkan sarapan dan kopi untuk suami tiap pagi, memiliki anak-anak yang lucu-lucu, dan menjadi tua bersama. Padahal di luar itu semua, ada banyak permasalahan yang menuntut kedewasaan suami dan istri untuk menyelesaikannya.

Menikah itu artinya kamu dan dia harus membuat komitmen yang jauh lebih serius daripada saat masih pacaran. Saat pacaran, kamu boleh saja merasa bosan dan pergi meninggalkan. Tapi ketika menikah, kamu harus menghabiskan sisa umurmu bersama dia. Setiap hari belajar mencintai orang yang sama berkali-kali. Sekalipun kamu tahu sisi terlemah dari dia.

4. Menikah berarti tak bisa lagi main kesana kemari. Karena ada anak dan suami yang mesti diurusi

Ada anak dan suami yang mesti diurusi via www.logancoleblog.com

Pasti kalian yang berumur 20-an akan berpikir kalau setelah menikah kebebasan kalian akan berkurang. Waktu kalian yang dulunya bisa dihabiskan bersama-teman, harus dipangkas untuk mengurus rumah tangga. Mencuci baju, masak, setrika, sampai mengurus anak adalah kegiatan barumu setelah menikah.

Jika dibayangkan sekarang, memang rasanya mengerikan. Tak bisa hangout sebebas dulu. Mau pergi kemana pun, tanpa pikir panjang bisa langsung tancap gas. Namun selepas menikah, ada makna bahagia yang berubah. Kebahagiaan bukan lagi soal nongkrong berjam-jam bersama teman-teman di cafe untuk menikmati masa muda. Tapi setelah menikah, melihat suami dan anak terawat dengan baik sudah lebih dari cukup.

5. Namun setelah memikirkan yang indah-indah, barulah tersadar perlu modal yang banyak untuk menikah

nikah itu nggak gampang via www.logancoleblog.com

Nikah itu ternyata butuh duit banyak. Buat nikahan dan gelar resepsi yang bagus juga perlu modal. Apalagi kehidupan setelah menikah itu yang mesti dipikirin. – Ari Kusuma (21)

Modal nikah itu bukan sekadar berapa banyak uang yang akan kamu keluarkan untuk akad sampai resepsi nikah nanti. Tapi juga modal lain yang perlu kamu persiapkan pasca-menikah dan membangun hidup berdua. Akan tetap ada biaya yang perlu kamu bayar bahkan setelah pesta pernikahanmu selesai.

Bukan hanya modal secara materi. Masih ada modal-modal lain yang harus dipersiapkan kala memutuskan untuk menikah. Sebagai perempuan, akan banyak keahlian yang dituntut untuk bisa kamu kuasai sebagai seorang istri. Di saat yang bersamaan kamu harus bisa menjadi istri yang lembut ketika merawat suami yang kelelahan sepulang kerja, sekaligus menjadi perempuan tangguh yang bisa mengatasi permasalahan rumah tangga seorang diri.

6. Cewek usia 20-an kadang merasa kebelet nikah, tapi makin banyaknya pertimbangan jadi membuatnya berpikir ulang

Keputusan menikah tak boleh gegabah via logancole.com

Seringnya hanya tenggelam pada bayangan indah soal pernikahan saja. Membuat cewek di usia 20-an awal menjadikan pasangan muda yang menikah cepat sebagai relationship goal. Belum lagi tayangan yang sering mereka tonton seputar pasangan muda yang baru menikah terlihat sweet sekali. Seakan konsep ‘dunia hanya milik berdua’ memang benar adanya.

Tapi percayalah, menikah dan membangun sebuah keluarga bukanlah perkara mudah. Banyak hal yang memang perlu dipersiapkan secara matang. Menikah tak lantas membuatmu hidup dalam dunia dongeng dengan frasa ‘bahagia selama-lamanya’. Sebaliknya kamu akan ditempatkan pada dunia nyata yang sebenarnya. Dimana luka dan air mata juga akan termasuk di dalamnya.

Jadi masih mau membayangkan pernikahan itu hanya yang indah-indah saja?

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya