6 Risiko Bergantung Secara Materi dengan Pacar, Selain Bikin Malu Dirimu Sendiri

Apa salahnya dari meminta uang ke pacar? Nggak begitu buruk sih selama masih dalam batas wajar, tapi akan jadi masalah jikalau kamu terlalu bergantung padanya. Bayangkan, kalau setiap waktu kamu bergantung padanya, apa iya kamu nggak ingin membuka diri dan mencari hal baru yang bisa menambah penghasilanmu sendiri. Masalah yang datang karena perihal materi ini memang nggak terasa, tapi akan jadi maslah serius jika terjadi perselisihan antara kamu dan pasangan.

Advertisement

Untuk menghindari semua masalah itu, kamu harus tahu koridor batasnya supaya nggak bablas dan bikin kamu nggak produktif. Masa pacaran memang indah jika diisi dengan kebiasaan saling membantu antar pasangan, tapi kalau urusan bantu-bantu ini kelewat batas malah bikin hubungan beresiko hancur. Dalam banyak kasus, masalah uang jadi tema utama pertengkaran dan bahkan memicu permusuhan dengan mantan. Untuk itu, boleh-boleh saja kalian bergantung secara materi kepada pasangan, tapi kamu juga musti paham resikonya. Yuk simak bareng Hipwee Hubungan

1. Jangan sampai masalah uang merusak hubungan, apalagi kalau kamunya terbiasa boros soal keuangan

Jangan berlebihan dan jangan boros. Banyak sekali masalah lahir karena masalah uang dengan pasangan. via thepreferredrealty.com

Boleh saja meminta materi kepada pasangan, namun yang terpenting adalah masalah pengelolaannya. Jika kalian mau pasanganmu rajin memberimu apa yang kamu butuhkan, kamu juga harus punya pengelolaan yang baik. Baiknya, pengelolaan keuangan bukan untuk dirimu sendiri melainkan kamu juga memikirkan pemasukan dan pengeluaran pasangan. Jangan boros, dia pasti marah kalau kamu terlalu ringan tangan membelanjakan uang.

2. Karena pada akhirnya ketergantugan hanya buatmu manja dan malas berusahan

Jangan terlalu bergantung sama pacar, bikin to do list dan kerjakan untuk pemasukanmu sendiri… via www.pexels.com

Sisi negatif jika kalian bergantung sama pasangan yaitu produktifitasmu. Sebaiknya jangan terlalu manja dan malas sehingga terlalu mengandalkan pemasukan pasangan. Justru kamu dan pasangan harus seimbang, paling tidak kamu sudah berusaha untuk mencari pemasukan untuk dirimu sendiri. Jangan jadi pemalas karena terlalu bergantung

Advertisement

3. Saat kamu punya banyak mau sementara tak tahu berapa penghasilan pasangan, salah-salah malah akan besar pasak daripada tiang

Jangan asal minta, kamu harus tahu keadaan ekonomimu dan pasangan. Pegelolaan yang matang sangat perlu dilakukan… via www.pexels.com

Bagaimana kalau pasanganmu bukan seorang yang punya banyak penghasilan? Bagaimana kalau dia masih kuliah? Bukankah kalau kamu tergantung materi kepadanaya malah bisa jadi hal yang taksehat untuk hubungan kalian. Kenali dulu bagaimana dia mengelola urang, seberapa penghasilannya, kalian harus paham dan jangan asal-asalan minta macam-macam.

4. Jangan sampai baru pacaran seminggu sudah berani minta ini itu, yang ada kamu dicap materialistis pacaran cuma karena uang

Berikan kepercayaan dulu pada pasangan, asal pasangan sudah percaya, kalian nggak perlu minta biasanya malah dikasih… via pexels.com%20

Baru saja jadian kamu udah mulai manja, minta ini dan itu terkait materi. Kesan yang baik yang harus kamu berikan padanya supaya hubungan kalian awet dan satu sama lain nantinya tahu dan sama-sama paham. Ketika kedua belah pihak sudah mulai paham, kamu nggak perlu minta materi, biasanya pasangan akan dengan ringan hati berikan apa yang kamu butuhkan terkait materi.

5. Pada akhirnya kamu sendiri yang merugi, karena bergantung materi sama saja dengan tak punya penghasilan pasti dan tabungan sendiri

Menabunglah untuk hari-hari depan kalian, kalau perlu satu sama lain saling mengingatkan untuk menabung demi masa depan bersama… via www.pexels.com

Lagi-lagi soal perencanaan, spekulasi untuk masa depan. kalau kalian yakin dengan hubungan kalian, menabunglah untuk hari-hari depan. Mas iya kalian nikah mau dibantuin orang tua terus? Lebih baik uang yang terkumpul kamu simpan untuk kepentingan yang lebih mendesak. Banyak kasus seperti kebutuhan yang datang sewaktu-waktu, kalian harus siapkan itu.

Advertisement

6. Karena kalau saja kamu dan dia putus, urusan uang bisa saja berubah jadi masalah yang serius

Jangan sampai karena uang hubungan kalian berantakan, walaupun sudah jadi mantan harusnya nggak ada dendam karena uang dan materi dong… via huffingtonpost.com

Sering kali banyak pasangan yang mengakhiri hubungan akhirnya jatuh pada permasalahan keuangan. Ini bukan masalah sepele, niat hati ingin pisah baik-baik, justru karena masalah uang kalian malah jadi dendam dan bermusuhan. Urungkan niatmu dulu untuk bergantung secara materi padanya, fokus ke hubunganmu tanpa ketergantungan secara materi dulu.

Sudah tentu, di hati kalian pasti ada kepercayaan bahwa kalian bisa hidup dengan bekerja secara mandiri. Sayangnya, banyak sekali kita terbuai hidup dengan mudah dan selalu bergantung dengan pasangan. Ini bisa membuat kamu nggak produktif, semangat untuk mencari pemasukan sendiri memudar seiring buaian hidup mudah bergantung pada pasangan. Kalian pasti bisa bekerja sendiri, bisa mencari pemasukan sendiri terlepas walaupun pasanganmu sudah mapan dan tentu saja mampu memenuhi kebutuhanmu. Kalian bisa!

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Kertas...

48 Comments

  1. Banyak BONUS dan CASHBACK ????
    AYO JOIN di www. agens128 .org agen terbaik Judi Bola Online, Casino Online, Tangkas, Togel Toto Online(2D, 3D, 4D), Poker Online, Sabung Ayam Online dan masih banyak yang lainnya…

    Keterangan lebih lanjut, add Contact Person : 7BED80B1 (BBM)

    Ayo langsung join ya !!! :*

  2. Indra J S berkata:

    selama ada timbal balik kenapa ga?

  3. Marzhinta Aja berkata:

    PayTren
    Liputan6 Jakarta – Seiring dengan visi menempatkan Indonesia sebagai pemimpin ekonomi digital di Asia Tenggara pada 2020, pemerintah akhirnya resmi menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 74 Tahun 2017 tentang Peta Jalan Sistem Perdagangan Nasional Berbasis Elektronik (Road Map e-Commerce) Tahun 2017-2019.

    Peraturan ini sudah ditandatangani Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 21 Juli 2017. Setelah itu, peraturan ini diundangkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasonna H Laoly pada 3 Agustus 2017.

    Dikutip dari situs resmi Sekretariat Kabinet, Jumat (11/8/2017), peraturan ini diterbitkan untuk mendorong percepatan dan pengembangan sistem perdagangan nasional berbasis elektronik (e-Commerce), startup, pengembangan usaha, termasuk percepatan logistik. Peraturan ini akan menjadi arahan dan langkah-langkah penyiapan dan pelaksanaan perdagangan yang transaksi berbasis serangkaian perangkat dan prosedur elektronik.

    Peta Jalan ini selanjutnya akan disebut sebagai SPNBE 2017-2019, yang mencakup pendanaan, perpajakan, perlindungan konsumen, pendidikan dan sumber daya manusia, infrastruktur komunikasi, logistik, keamanan siber, serta pembentukan manajemen Pelaksana Peta Jalan SPNBE 2017-2019.

    “Peta Jalan SPNBE 2017-2019 berfungsi sebagai: a. Acuan bagi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah untuk menetapkan kebijakan sektoral dan rencana tindak dalam rangka percepatan pelaksanaan Sistem Perdagangan Nasional Berbasis Elektronik (e-Commerce) pada bidang tugas masing-masing yang termuat dalam dokumen perencanaan pembangunan; dan b. Acuan bagi pemangku kepentingan (stakeholder) dalam menjalankan Sistem Perdagangan Nasional Berbasis Elektronik (e-Commerce),” bunyi Pasal 3 ayat (3) Perpres ini.

    Untuk pelaksanaan Peta Jalan SPNBE 2017-2019 ini dibentuk pula Komite Pengarah Peta Jalan SPNBE 2017-2019. Nantinya, komite ini akan melakukan koordinasi dan sinkronisasi pelaksanaan Peta jalan SPNBE 2017-2019, mengarahkan langkah-langkah dan kebijiakan untuk penyelesaian permasalah dan hambatan, melakukan monitoring dan evaluasi, termasuk menetapkan perubahan dalam peraturan ini sesuai kebutuhan.

    Adapun Komite Pengarah ini akan diketuai oleh Menko bidang Perekenomian dan wakilnya merupakan Menko bidang Polhukam. Sementara anggotanya sebagai besar merupakan Menteri dari beberapa kementerian, seperti Menteri Komunikasi dan Informatika, Menteri Dalam Negeri, Menteri Keuangan, Menteri Perdagangan, Menteri Perindustrian, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Menteri Hukum dan HAM, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, serta Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

    Sekadar informasi, pembahasan roadmap e-Commerce ini sebenarnya sudah dimulai sejak dua tahun lalu. Adapun dalam penyusunannya melibatkan lintas kementerian termasuk menggandeng para pelaku e-Commerce di Tanah Air.

    Òmong-omong PayTren sebagai pilot project pemerintah sudah siap lhoo, apakah kalian siap daftar PayTren hari ini….

    Konsultasi & Bimbingan #PayTren WhatsApp atau sms: 081337115148

  4. Risma Ayu T berkata:

    Usehhhh ..nyokap selalu ngajarin gak boleh minta uang sama pacal..belom jadi hak nya..kecuali kalo jaln atao makan n nonton timbal balik aja?

  5. Masa baru pacaran sudah minta uang Ridwan Taupik Ismail

  6. Nurul Wijaya berkata:

    enak bener yee..aku mesti tunangan dulu baru dikasih..

  7. Rosse Maysera berkata:

    Itu berarti Cowo, Cewe Matre Ke Lauut Aja..Ntar Kbiasaan Buruk..Loch..:-)

  8. kalo si cowok mau kasik krn udah bekerja gpp kan..?

CLOSE