Jodoh memang nggak ada yang tahu. Kadang dia selama ini ada di dekat kita, atau mungkin orang yang sama sekali nggak pernah kita kenal sebelumnya. Bisa jadi mereka jauh lebih tua, atau mungkin lebih muda. Dan nggak tertutup kemungkinan kalau pasanganmu seumuran denganmu.

Lingkungan pertemanan yang sama biasanya yang paling sering memicu munculnya hubungan asmara dengan pasangan yang seumuran. Mungkin awalnya cuma teman saja lalu bisa menjadi pasangan kekasih. Mungkin ada yang merasa hubungan tersebut main-main saja, karena sadar bahwa usia yang sama tentu juga memiliki ego dan gengsi yang sama besarnya. Tapi jangan salah, pacaran seumuran juga punya suka duka tersendiri. Hal-hal ini bisa jadi poin untuk semakin mendekatkan, atau sesuatu yang nggak bisa bikin kalian bersatu kalau nggak bisa dihadapi dengan sabar.

1. Karena seumuran, kalian lebih memahami soal keinginan atau goals terdekat yang ingin dicapai. Bahkan saling mendukung untuk bisa sama-sama meraihnya

saling mendukung dan sama-sama berjuang via www.pexels.com

Advertisement

Bahagianya punya pacar seumuran itu ketika kalian sama-sama punya keinginan yang dicapai dan hampir sama. Misalny, dalam waktu dekat kalian ingin sama-sama lulus kuliah, atau punya usaha sendiri. Saat seperti ini, kalian bisa jadi sahabat yang saling mendukung. Kamu akan lebih paham keinginannya, sebab dirimu pun berada di posisi yang sama. Jadi ketimbang nge-judge pasangan soal keinginan yang ingin dia capai, kalian justru sama-sama mendukung dan berusaha meraihnya.

2. Kamu dan dia juga punya circle pertemanan yang sama. Namanya juga seangkatan, pasti ada temanmu yang dia kenal, atau sebaliknya

satu circle via www.pexels.com

Enaknya punya pacar yang seumuran tentu lingkungan pertemanan yang hampir sama. Namanya satu angkatan, circle kalian pasti nggak beda jauh. Seenggaknya kamu kenal teman-temannya, begitupun sebaliknya. Jadi kalian lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan pasangan. Enaknya lagi, kamu nggak perlu khawatir dia bergaul dengan siapa atau menghabiskan waktu untuk apa. Kalau pun pasanganmu kenapa-kenapa atau nggak ada kabar, kamu sudah tahu harus menghubungi siapa.

3. Obrolan juga lebih nyambung. Kalian tahu mana obrolan yang bercanda mana yang serius

lebih nyambung via www.pexels.com

Pacaran seumuran ini emang bisa bikin kalian bertingkah layaknya teman atau sahabat. Berbeda dengan mereka yang punya pasangan jauh lebih tua dan harus menjaga perasaan mereka, kalian justru nggak gampang tersinggung. Tanpa harus dijelaskan ini adalah obrolan bercanda atau serius, kalian udah sama-sama tahu bagaimana menanggapinya. Jadi nggak ada tuh dikit-dikit baper gara-gara omongan pasangan yang dianggap nggak pantas. Kamu pasti tahu kalau dia lagi bercanda.

4. Kalau lagi dekat keluarga, kadang bingung mau manggil apa. Panggil nama nggak enak, panggil mas geli sendiri. Panggil sayang khawatir digodain

bingung panggil apa via www.pexels.com

Advertisement

Mungkin ini salah satu hal lucu yang dialami oleh pasangan seumuran. Kalau mereka yang usianya berbeda, maka cewek biasanya memanggil kekasih dengan sebutan mas atau abang. Apalagi kalau sedang dalam acara keluarga. Keadaan ini biasanya sedikit membingungkan buat mereka yang pacaran seumuran. Pasalnya, mereka memanggil pasangan dengan sebutan romantis, seperti sayang, baby, atau honey. Nah, kalau kamu lagi ada di lingkungan keluarga cowokmu, pasti kamu canggung mau manggil kekasih dengan sebutan apa. Manggil nama kok rasanya nggak enak, manggil mas malah geli sendiri, manggil dengan sebutan romantis nanti malah digodain. Pernah ngerasain gini juga nggak?

5. Tapi nggak bisa dipungkiri, ego masing-masing yang sama besarnya kadang bikin kalian sulit untuk mengalah

ego sama besar via www.pexels.com

Meski terlihat enak-enak aja, ada satu hal yang pasti dihadapi oleh pasangan yang seumuran; ego masing-masing yang sama besar. Nggak bisa dipungkiri kalau usia kalian yang sama, kadang membuat kalian ingin mempertahankan ego masing-masing. Kamu berharap dia yang mengalah, begitupun sebaliknya. Jadi nggak heran kalau pasangan yang seumuran bisa berantem berhari-hari tanpa ngomong, atau putus-nyambung. Karena sulit rasanya untuk mengalah. Gengsi yang sama-sama tinggi membuat pasangan ini sulit untuk menyatakan maaf sehingga sebuah pertengkaran bisa terjadi dalam waktu yang lama.

6. Kadang malah ceweknya yang lebih dewasa. Mungkin sering manjain daripada dimanjain

sering manjain cowok via www.pexels.com

Istilah “cewek lebih cepat dewasa” memang bukan isapan jempol belaka. Ini bakal terlihat ketika mereka memiliki pasangan yang seumuran. Cewek-cewek ini bisa hampir dipastikan kalau menjadi pihak yang lebih banyak mengalah. Karena rasa sayang dan cinta mereka yang begitu besar dan nggak ingin kehilangan, cewek bakal lebih mudah untuk menyikapi hubungan mereka dengan lebih dewasa. Meskipun ada keinginan untuk mempertahankan ego. Kalau sudah diem-dieman sampai berhari-hari, biasanya cewek yang bakal ngehubungin cowoknya untuk memperbaiki hubungan. Kadang cewek jugalah yang lebih memanjakan pasangannya dibandingkan dia yang dimanjain sang cowok. Sifat keibuan mereka yang membuat cewek-cewek ini juga merasakan kebahagiaan meski mereka yang mungkin berjuang lebih besar.

Sama seperti hubungan lainnya, pacaran dengan seumuran nggak ada salahnya. Kamu bakal merasakan suka duka seperti di atas. Yang terpenting adalah gimana kamu memposisikan diri di keadaan-keadaan tertentu. Kalau kalian punya kesepakatan untuk itu, nggak mustahil kok hubungan kalian bakal langgeng bahkan sampai ke jenjang yang lebih serius. Jadi jangan anggap pacaran dengan seumuran itu cuma buat main-main ya!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya