Bukan karena perut six pack atau tubuh tinggi menjulang yang memikat para wanita ketika sudah menjadi seorang ayah bagi anak-anaknya nanti. Kehidupan akan banyak berubah ketika kita sudah membangun keluarga apalagi saat sudah memiliki anak. Kelebihan fisik semata tak akan bisa menjamin kehidupan rumah tangga menjadi lebih baik. Harus ada kerjasama yang solid antara suami dan istri, terutama ketika sudah ada buah hati yang hadir.

Kami para wanita sebenarnya tak pernah menginginkan hal yang muluk ketika sudah menjadi ibu nanti. Cukup hal-hal sederhana ini yang wanita inginkan dari calon ayah dari anak-anaknya kelak.

1. Menawarkan diri untuk bergantian menjaga si kecil sudah cukup melegakan bagi para ibu baru. Setidaknya beri kami waktu untuk istirahat sejenak

Biarkan kami istirahat sejenak via www.eagerheartsphotography.com

Masa-masa memiliki bayi adalah masa-masa terberat bagi seorang wanita. Selain menyusui, tugas berat lainnya adalah ‘jaga malam’ karena bayi sering kali terbangun di malam hari. Bukannya kami mengeluh, justru tugas sebagai ibu ini meski berat kami tetap bahagia. Tapi kami juga butuh waktu sejenak untuk istirahat. Agar kami tetap punya tenaga untuk terus merawat anak kita kelak.

Kami tak butuh banyak, cukup kesediaanmu untuk menawarkan diri menggantikan kami untuk menjaga bayi kita. Toh bukankah tugas merawat anak bukan cuma tugas ibu saja, tetapi juga suami. Dan lagi, hati kami sungguh terharu jika melihatmu bisa dekat dengan anak-anak kita. Rasanya kami tak inginkan apa-apa lagi di dunia ini, jika melihat pemandangan seperti ini setiap hari.

2. Saat anak kita mulai rewel, jangan serta merta menyalahkan dan menuduh kami sebagai ibu yang tidak bisa mengurus anak.

Advertisement

Ikut menenangkan saat anak kita sedang rewel via www.juliepepin.com

Di umur yang masih sangat kecil, anak kita tentunya tak punya pilihan lain selain menangis jika menginginkan sesuatu. Jika ia sedang rewel, tolong jangan menyalahkan kami atas kerewelan anak kita. Dibanding menuduh kami sebagai ibu yang tak bisa mengurus anak, lebih baik kita pelajari polanya bersama. Dan menenangkannya bersama-sama.

Sebagai ibu, kami bukan Tuhan yang serba bisa. Kami juga masih butuh proses untuk belajar mendidik anak kita tumbuh menjadi anak yang pintar dan bisa kita banggakan. Jadi ketika dia rewel, kami juga butuh bantuanmu untuk menenangkan anak kita. Apapun jika dilakukan dengan kerjasama akan lebih mudah bukan?

3. Memberikan penghargaan atas kerja keras kami merawat anak, walaupun hanya mengucapkan terima kasih sudah cukup mengharukan

Ucapan terima kasih sudah cukup melegakan via www.juliepepin.com

Mungkin ini terdengar sepele, tapi ini sangat penting. Ada beberapa hal yang memang harus diwakili dengan kata-kata. Ucapkan terima kasih sudah cukup untuk menggantikan kami yang mengerjakan tugas-tugas rumah tangga. Ketulusan darimu ini sudah membuat kami terharu. Sebagai istrimu kelak, kami sudah sangat merasa dihargai olehmu.

4. Walaupun sudah menjadi ibu, kami mulai butuh me-time. Memberikan kami kesempatan ini, tentu bikin kami makin cinta

Gantian menjaga si kecil via www.juliepepin.com

Kami tak perlu waktu yang terlalu lama untuk melakukan me-time. Cukup izinkan kami untuk pergi ke salon sejenak untuk merawat diri atau pergi ke toko buku favorit kami. Meski hanya beberapa jam, tapi itu sungguh berharga bagi kami.

Bukannya kami ingin melarikan diri dari tugas sebagai ibu, tapi me-time kami butuhkan agar pikiran kami kembali segar dan tidak mudah stress. Tolong pahami, sebagai ibu muda, masih banyak hal baru yang harus kami pelajari dan lakukan. Dalam prosesnya, tentu kami butuh waktu refreshing sejenak agar kami siap menghadapi tantangan-tantangan selanjutnya.

5. Tidak melupakan hari-hari penting dalam hubungan. Biar kenangan manis bisa selalu terjaga

Ingatan soal hari penting tetap ada via www.juliepepin.com

Persoalan rumah tangga dan kebutuhan untuk buah hati seringkali bisa membuat kita melupakan hal-hal romantis yang sering kita lakukan di awal-awal pernikahan kelak. Namun tolong jangan biarkan hal-hal seperti ini berlarut. Biar selalu ada kenangan manis yang terjaga, jangan pernah berhenti melakukan hal-hal romantis meski pernikahan kita kelak sudah berlangsung cukup lama.

Tak perlu melakukan perayaan dalam hubungan setiap saat, cukup hari-hari penting kita nanti. Seperti misalnya hari pernikahan. Pasangan yang sudah lama menikah tetap butuh hal-hal romantis agar ada cinta yang terus menggelora bukan?

6. Coba jadilah pendengar yang baik dan sabar saat kami mulai mengeluhkan banyak hal yang membuat kami lelah

Wanita biasanya akan mengalami masa-masa sulit setelah melahirkan atau dikenal dengan baby blues, PMS, dan juga saat-saat menopouse. Jika kami menjadi cerewet dan menyebalkan kamu sebenarnya tak perlu marah dan cukup mendengarkan saja. Kami hanya butuh untuk didengarkan. Cukup itu saja.

Saat kami sudah mulai mengeluhkan banyak hal, tolong sabar sebentar saja untuk mendengarkan keluhan kami. Namun jika kami sudah mulai keterlaluan, tolong jangan sungkan untuk mengingatkan dan menenangkan kami. Karena sebenarnya tak ada hal lain yang lebih meneduhkan dibandingkan pelukan hangatmu.

7. Please, when it comes to sex, sabar dan jangan memaksa ya!

Ini serius, sering kali rumah tangga menjadi berantakan hanya karena alasan ini. Laki-laki tidak sabar ketika wanita masih dalam proses penyembuhan pasca melahirkan baik fisik maupun psikologis. So, please sabar ya! Di saat-saat seperti itu wanita justru sedang sangat membutuhkan dukungan.

Meski sulit menjadi orangtua kelak, tapi bukan berarti kita tak bisa melakukannya. Asal ada kerjasama berdua bukan?

Suka artikel ini? Yuk follow Hipwee di mig.me