Inilah Alasan Sebenarnya Orang Tetap Selingkuh. Sudah Bahagia dengan Pasangan Bukan Jaminan

Alasan orang selingkuh

“Kok ada, ya, orang seperti Aris? Bukti perselingkuhan udah di depan mata, tapi masih menyangkal aja,” ungkap seorang warganet.

“Kinan udah cantik, baik, penyayang, dan setia. Dia kurang apa lagi? Gitu masih diselingkuhi,” timpal warganet lain.

Kamu jengkel nggak sih melihat kelakuan Aris? Meski sebatas cerita yang dilihat di layar kaca, serial Layangan Putus berhasil bikin penonton naik pitam. Serial yang diangkat dari kisah nyata ini telah mencuri perhatian sejak penayangan awal, bahkan sempat nangkring di tangga tearatas trending topic Twitter.

Warga dunia maya menumpahkan emosi pada Aris, si tokoh utama pria pada Sabtu (25/12). Kegeraman penonton mencapai puncaknya saat Aris yang diperankan oleh Reza Rahardian tetap menyangkal perselingkuhannya meski bukti sudah jelas. Nggak sampai di situ aja nih, Aris malah menuduh balik Kinan yang diperankan Putri Marino sebagai istri yang nggak percaya dan mudah curiga.

Walau hanya melihat cuplikan-cuplikan adegannya aja, cuma menonton sekilas, kamu bakal dibuat kesal sama Aris. Gara-gara tokohnya, banyak yang jadi mempertanyakan alasan Aris selingkuh. Apalagi, mengingat bahwa memiliki Kinan sebagai pasangan hidup tentu bukan hal yang buruk bagi Aris. Dia adalah sosok perempuan penuh kasih, pengertian, setia, dan suportif. Rumah tangga Kinan dan Aris pun digambarkan hidup harmonis bersama dengan buah hati.

Lantas, kalau hidup bahagia dengan keluarganya, mengapa Aris tetap memilih mendua?

Sikap Aris justru  mematahkan anggapan sebagian besar orang selama ini. Perselingkuhan nyatanya nggak melulu disebabkan hubungan yang nggak membahagiakan. Lalu, apa sih yang sebenarnya yang ada di otak Aris dan para pelaku perselingkuhan sampai mengkhianati komitmen, padahal hubungan dengan pasangan adem-ayem aja?

Biasanya… alasan klasik ini yang paling sering digunakan pelaku untuk berselingkuh. Benarkah ini alasan yang sesungguhnya?

Viral serial Layangan Putus yang berkisah tentang perselingkuhan | Illustration by Hipwee

“Aku selingkuh karena pacarku tuh nggak perhatian,” ujar seorang teman.

Mendengar penurutannya, sontak aku mengernyitkan dahi. Alih-alih mengomunikasikan dengan pacarnya, dia memilih perselingkuhan sebagai jalan keluar. Dengan kata lain, dia melemparkan kesalahan pada sang pacar gara-gara nggak memberikan perhatian yang dibutuhkan. Sementara itu, dia nggak menganggap perselingkuhannya sebagai kesalahan.

Alasan ini terdengar klise dan familier? Ya, soalnya terkadang pelaku perselingkuhan nggak mengakui kesalahannya, padahal telah berkhianat. Pelaku biasanya memakai alasan-alasan yang menitikberatkan kesalahan pada pasangan. Misalnya nih, pasangannya egois, sibuk, nggak perhatian, atau pencemburu. Kekurangan pasangan jadi alasan pelaku untuk berselingkuh.

Tak sedikit kasus juga, pelaku tetap berselingkuh meski sudah mendapatkan kekasih atau pasangan hidup yang baik. Hubungan yang monoton, nggak menantang, sampai melahirkan kebosanan tak jarang jadi alasan klasik yang digunakan pelaku. Alasan-alasan pelaku ini terdengar nggak masuk akal, kan?

Nah, untuk mengetahui isi kepala pelaku perselingkuhan, coba simak alasan sebenarnya di balik orang berselingkuh dalam ilmu psikologi ini.

Ternyata, inilah alasan orang berselingkuh. Walaupun rumah tangga dan pasangannya baik-baik aja, pelaku tetap bisa mendua

Ketika hubungan memburuk, dua orang yang berkomitmen memang sama-sama punya andil. Pasalnya, mereka gagal merawat hubungan sebelum akhirnya merenggang. Namun, keputusan untuk mendua adalah murni kesalahan pelaku. Dia yang memilih untuk melanggar komitmen. Jadi, kurang tepat bila meletakkan kekurangan pasangan sebagai alasan utama.

Mengutip Health Line, berikut ini alasan-alasan orang berselingkuh.

1.Komitmen yang rendah

Harus diakui nih, beberapa orang memang menjalin komitmen, tapi nggak merasa berkomitmen. Rendahnya rasa komitmen ini bisa jadi akar perselingkuhan. Apalagi, bila sejak awal, pelaku memang nggak minat berkomitmen dalam jangka panjang. Jadi, orang-orang yang kesulitan berkomitmen atau memiliki tingkat komitmen yang rendah, ia lebih mungkin berselingkuh lo, SoHip.

Tim Dalam Artikel Ini