Membalas Curhatmu: Enggan Berkomitmen Sekarang, Bukan Berarti Akan Selamanya Melajang

Takut Komitmen

Mungkin ada di antara teman yang terlihat punya segalanya. Karier oke, keuangan mantap, pendidikan bagus, lingkar pertemanan pun mengesankan. Tapi hingga di usia yang sudah cukup matang, dia terlihat enggan menjalin hubungan asmara yang serius. Atau barangkali kamu salah satunya?

Advertisement

Mudah bagi orang lain untuk menduga bahwa orang tersebut punya ketakutan untuk berkomitmen. Mungkin ada trauma yang membekas, atau bisa jadi dia memang lebih suka hidup bebas. Tapi apakah komitmen adalah sesuatu yang harus dipukul rata? Yang artinya jika satu orang bisa berkomitmen di usia 25, maka semua orang juga sama? Tentu tidak demikian. Karena komitmen adalah urusan personal.

Dalam MisCur edisi 13 Februari 2020 lalu, Hipwee mengangkat tema tentang Takut Berkomitmen (Trauma atau Cinta Kebebasan). Ternyata memang ada beberapa orang yang belum siap berkomitmen dengan berbagai alasan. Yuk, kita simak kisah mereka. Siapa tahu kamu punya cerita yang mirip-mirip juga.

1. Komitmen bukan semata setia, tapi juga menjaga hubungan agar pasangan tak berpaling

komitmen via www.hipwee.com

Komitmen memang tidak bisa dipaksakan. Ketika kita sudah siap berkomitmen dan pasangan belum siap, itu adalah hal yang harus dibicarakan agar bisa ditemukan solusi. Karena memaksanya untuk berkomitmen saat dia memang belum siap atau ingin, tentu bukanlah hal yang bijak. Kamu punya pertimbangan sendiri dan dia juga punya pertimbangan sendiri. Bukankah apa-apa yang dipaksa itu tidak berakhir baik biasanya?

Advertisement

2. Diminta serius saat hati belum siap, dan ingin serius saat yang diseriusi belum siap

komitmen via www.hipwee.com

Nggak ada yang salah kok dari menolak permintaan untuk melamar kalau memang belum siap. Apalagi kamu punya alasan yang kuat. Kalau memang dia nggak bisa menunggu, berarti ya dia bukan jodohmu. Sesimpel itu saja 🙂

Hal yang sama juga dengan gebetanmu sekarang. Dia nggak salah kalau belum siap untuk kamu seriusi. Pahamilah bahwa dia memiliki mimpi dan prioritas yang ingin dikejar terlebih dahulu. Karena soal pernikahan itu kan sifatnya personal banget. Siap atau belum siap-nya tergantung masing-masing, tidak bisa dipukul rata.

3. Alasan orang enggan berkomitmen sekarang itu macam-macam. Karena pada dasarnya prioritas setiap orang berbeda

komitmen via www.hipwee.com

Nggak semua orang yang takut berkomitmen itu punya trauma, ataupun terlalu cinta kebebasan. Ada juga yang memang belum ingin dan belum siap untuk melakukan itu. Ada mimpi-mimpi yang masih ingin dikejar, atau merasa belum perlu berkomitmen karena hidupnya saat ini sudah cukup membahagiakan. Alasan-alasan seperti ini masuk akal kok. Karena lagi-lagi, komitmen terutama pernikahan, adalah pilihan dan keputusan personal. Alasannya pun bermacam-macam.

4. Pengalaman yang buruk di masa lalu bisa mempengaruhi pilihan-pilihan kita sekarang

Advertisement

Komitmen via www.hipwee.com

Komitmen via www.hipwee.com

Sebenarnya pengaruh buruk seseorang itu nggak akan terjadi kalau kita nggak mengizinkan diri sendiri untuk dipengaruhi. Jadi memang sudah seharusnya kamu memberi batas yang tegas soal apa yang boleh dan nggak boleh dilakukan. Kami ikut senang karena akhirnya kamu bisa lepas dari dia ☺

Soal membuka hati, nggak apa-apa kok. Kalau kamu butuh waktu untuk meyakinkan diri sendiri, take your time. Hanya kamu yang tahu kapan kamu siap membuka hati. Bila perlu, kamu bisa meminta bantuan ahli seperti psikolog untuk membantumu mengatasi trauma itu. Sembari menyembuhkan ketakutan dalam diri sendiri, selalu ingat bahwa setiap cerita selalu mungkin punya ending yang berbeda. Semangat ya! “)

Apakah kamu juga mengalami masalah takut berkomitmen dengan berbagai alasan? Bila alasanmu karena trauma, jangan ragu untuk meminta bantuan ahli jika memang merasa perlu, ya. Namun, bila alasanmu memang belum siap untuk itu, nggak apa-apa kok. Jangan berkecil hati, itu nggak selalu berarti kamu nggak dewasa apalagi pengecut kok.

Komitmen adalah sesuatu yang berat. Komitmen ditunjukkan dengan sikap dan perbuatan, bukan semata-mata bilang “aku serius sama kamu”. Karenanya, perkara komitmen memang nggak bisa buru-buru, dan nggak bisa dipukul rata juga. Bila teman-temanmu sudah berani berkomitmen, bukan berarti kamu juga harus berani sekarang juga. Lagipula, bilang belum siap berkomitmen sekarang kan tidak berarti kamu ingin selama-lamanya melajang. Semua orang punya waktunya sendiri-sendiri.

Advertisement
loading...
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Penikmat kopi dan aktivis imajinasi

Editor

Penikmat kopi dan aktivis imajinasi

CLOSE