“Oh Fifi sama Agus pacaran? Wah lucu bangeeet. Yang satu aktif banget yang satu diem banget! Satu dokter, satunya seniman. Amazing!

Bukan hal yang aneh bila dua orang yang memiliki ketertarikan yang sama atau menggeluti hal yang sama kemudian saling tertarik karena terbiasa. Sebaliknya, perbedaan justru sering dijadikan alasan untuk tidak melanjutkan hubungan. Perbedaan yang kemudian diterjemahkan dalam kalimat ‘tidak ada kecocokan’, seperti yang sering kita dengar di infotainment selebritis.

Advertisement

Kalau kamu dan dia tidak punya minat dan hobi sama, ditambah sifat kalian yang saling bertolak belakang, sudah cukup akan membuat takjub orang dengan kebersamaan kalian. Perbedaan itu sering dibilang penghambat sebuah hubungan. Padahal kalau sama-sama terbuka, memiliki pasangan yang memiliki hobi, sifat, dan bidang pekerjaan yang berbeda itu banyak untungnya. Apa saja? Ini dia!

1. Kamu bisa mendiskusikan masalah dari dua sisi yang berbeda, pikiran jadi lebih terbuka

memandang masalah dari dua sisi

memandang masalah dari dua sisi via favim.com

Pada satu topic permasalahan, kamu dan dia bisa memberikan poin dari dua sudut pandang. Misalnya, kamu yang berasal dari bidang humaniora bisa mendapat masukan bagaimana persoalan itu dipandang dari sisi sains. Perbidaan bidang yang kalian miliki justru memberikan keuntungan pada bervariasinya sudut pandang. Dengan demikian, pikiranmu juga akan terbiasa, dan kamu tidak akan berkutat pada pola pikirmu sendiri yang kamu anggap paling benar.

2. Bahan obrolan juga banyak, setiap hari ada saja hal baru yang dibicarakan

Setiap hari ada bahan obrolan baru

Setiap hari ada bahan obrolan baru via 5aussiekangaroos.tumblr.com

Punya pasangan yang punya minat dan bidang yang sama memang lebih mudah untuk mengobrol. Lebih nyambung, karena kamu dan dia menggeluti bidang yang sama. Tapi dengan perbedaan bidang dan hobi, kamu dan dia jadi punya banyak bahan obrolan. Dia punya banyak hal yang tidak kamu tahu, dan begitu pula sebaliknya. Bahan obrolan kalian tidak hanya itu-itu saja.

3. Kamu akan tahu tentang bidang-bidang lain di luar yang kamu suka. Pengetahuan kalian jadi tambah luas

Belajar banyak hal

Belajar banyak hal via eggplantfsu.tumblr.com

Advertisement

Perbedaan hobi juga bisa menjadi keuntungan buatmu. Bila kamu berasal jurusan hokum, bisa jadi ini kamu hanya tahu hal-hal yang berkaitan dengan hokum. Bila kamu punya pasangan dari bidang yang berbeda, guru misalnya, kamu jadi tahu hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan. Kamu akan mulai membuka mata untuk hal-hal di luar yang kamu tekuni. Pengetahuanmu bertambah, ilmu-mu juga berkembang.

4. Sesekali kamu bisa mencoba hobinya. Dengan begitu, kamu bisa tahu rasanya menjajal hal-hal baru

Bisa mencoba hobinya

Bisa mencoba hobinya via www.tumblr.com

Mungkin kamu penasaran kenapa pasanganmu menyukai olahraga ekstrim, seperti Arung jeram atau Bungee Jumping. Bagimu yang punya hobi membaca dan traveling, mungkin awalnya hobi pasanganmu terkesan buang-buang waktu dan membahayakan diri sendiri. Tapi lama-lama kamu jadi penasaran dan ingin mencoba hobi pasangan. Dengan begitu, kamu jadi tahu dan bisa merasakan hal-hal baru yang belum kamu kenal selama ini. Pengalamanmu bertambah banyak.

5. Lingkaran pertemanan jadi lebih luas. Kamu tidak akan bergantung sepenuhnya pada pasangan

Lingkaran pertemanan luas

Lingkaran pertemanan luas via gundambandungadvance.tumblr.com

Perbedaan hobi dan bidang pekerjaan akan membuatmu mengenal banyak orang lain selain pasanganmu. Kalian mengenal orang yang berbeda-beda. Link pertemanan yang luas membuatmu mandiri dan tidak bergantung sepenuhnya kepada pasangan. Kamu juga bisa mengenal teman-teman pasanganmu, dan pasanganmu bisa mengenal teman-temanmu. Jadi, lingkaran pertemanan kalian tidak hanya orang itu-itu saja.

6. Kalau kamu pendiam dan sebaliknya dia hobi bercerita, rasanya jadi pas ‘kan?

Bisa mendengarkan

Bisa mendengarkan via www.pinterest.com

Orang sering mempertanyakan bagaimana dua orang dengan sifat yang bertolak belakang bisa menemukan titik temu yang memungkinkan sebuah hubungan. Bagaimana orang yang sifatnya blak-blakan, cerewet, dan tidak pernah kehabisan topic bicara bisa bertahan dengan orang yang lebih banyak mendengarkan, berkata seperlunya, dan cenderung diam. Tapi bukankah justru itu titik temunya? Dia suka berbicara, kamu senang mendengarkan. Kamu biasa berkata ketika ditanya, dan dia senang bercerita meski tidak diminta. Pas kan?

7. Sifat yang berbeda membuat kamu dan dia menghadapi masalah dengan cara berbeda. Saling mendukung dan menyemangati bukan hal yang sulit lagi

Bisa saling menyemangati

Bisa saling menyemangati via papasemar.com

Perbedaan sifat ini juga membawa pengaruh yang lebih jauh. Kamu dan dia punya cara masing-masing dalam menghadapi masalah. Kamu yang sensitif, sering menghadapi masalah dengan murung. Seringnya kamu hanya melihat sisi negatif dari sebuah masalah. Sementara dia yang sifatnya lebih periang dan easy going, cenderung santai saja dalam menghadapi masalah dan bisa melihat sisi positifnya. Perbedaan sifat itu justru akan membuat kamu dan dia bisa saling menyemangati dengan gaya masing-masing.

8. Cinta tak harus memiliki segala hal yang sama. Karena inti dari cinta untuk menggenapi dan saling melengkapi.

Cinta itu saling menggenapi

Cinta itu saling menggenapi via favim.com

Tidak memiliki kesamaan dengan seseorang bukan berarti kamu dan dia mustahil bersama. Dengan segala persamaan yang kalian punya, sebuah hubungan akan lebih mudah. Tapi perbedaan akan membuat hubungan saling melengkapi. Kamu dan dia akan sama-sama menyadari kelebihan dan kekurangan masing-masing. Rasa saling menghargai keunikan pribadi masing-masing akan membuat sebuah hubungan punya ruang untuk masing-masing berkembang dengan potensi masing-masing. Saling menggenapi.

Khawatir hubungan gagal karena perbedaan itu wajar. Karena berdamai dengan perbedaan memang tidak mudah. Tapi selama kamu dan dia sama-sama berpikir positif, dan mengingat keuntungan-keuntungan yang bisa kalian dapatkan dari perbedaan itu, tidak ada yang tidak mungkin kok. Karena perbedaan seharusnya memang bukan diatasi, tapi diterima dan dinikmati.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya