Memendam perasaan bukanlah hal yang mudah dilakukan. Butuh usaha ekstra agar kamu bisa tetap kuat menjaga perasaanmu padanya dalam diam. Halangannya beragam. Mulai dari dorongan dalam diri untuk segera ingin memiliki hingga dorongan dari teman-temanmu yang setiap hari memanas-manasi agar kamu cepat mengungkapkan perasaanmu pada sang pujaan hati.

Namun biar bagaimanapun mengungkap perasaan bukan perkara mudah. Kamu yang tetap memilih untuk menahan perasaan pasti paham hal-hal ini~

Memendam perasaan dalam diam sebenarnya membuat hatimu tersiksa. Biar bagaimanapun, ingin rasanya segera mengungkapkan

Tersiksa

Tersiksa via www.tips-cewek.com

Advertisement

Memendam perasaan jelas menyiksa batinmu. Meski di luar terlihat tersenyum dan tertawa bahagia, namun dalam hatimu ada perasaan tersiksa. Bagaimana tidak. Memendam perasaan dalam-dalam itu butuh kekuatan ekstra. Ingin rasanya segera mengungkapkan perasaan dan melegakan hati. Namun semua itu terhenti ketika logika mulai menampar. Berbagai pertimbangan mulai mengusik hingga kamu menggugurkan niatmu menyatakan perasaan dan memilih tersiksa dalam diam.

Ada rasa cemburu yang membakar dalam hati kalau dia dekat dengan seseorang. Tapi kamu sadar bahwa kamu bukan siapa-siapa dalam hidupnya

Padahal bukan siapa-siapanya

Padahal bukan siapa-siapanya tapi cemburu ~ via www.kitamuda.id

Saat melihatnya dekat dengan sosok yang lain, ada rasa cemburu yang kamu rasakan. Ibarat percikan api yang perlahan melahap segalanya, lama-kelamaan pikiranmu dihanguskan oleh api cemburu. Sebenarnya kamu sadar siapa dan apa posisimu dalam hidupnya. Kamu bukan siapa-siapa baginya. Hanya sesosok teman yang bahkan belum tentu dia sadar bagaimana perasaanmu yang sebenarnya. Namun ya begitulah sifat cemburu. Ia akan membuatmu merasa sesak, tak peduli bagaimana statusmu terhadap dia yang kamu cinta.

Saat ada kesempatan untuk bertemu, bahagiamu tak dapat tertutupi. Bahkan kamu sampai memilih mau pakai baju yang mana nanti

246

Kesempatan bertemu dengan dia yang kamu suka jelas jadi kesempatan spesial bagimu. Meski bukan pertemuan berdua saja, kamu tetap semangat menyambutnya. Bahkan walaupun kondisi pertemuan kalian adalah sekadar pesta ulang tahun atau kerja kelompok saja, kamu tetap akan antusias mempersiapkan diri. Saking semangatnya, mulai dari ujung kepala hingga ujung kaki penampilanmu sangat kamu perhatikan. Namanya juga bertemu dia yang kamu cinta, segalanya akan kamu persiapkan secara sempurna.

Tak perlu bertegur sapa, menatapnya dari jauh saja kamu sudah bahagia. Apalagi jika ada pesan masuk darinya~

340

Advertisement

Bagimu, bahagia itu sederhana. Menatapnya dari jauh dan melihat dia tertawa bersama teman-temannya saja sudah membuatmu merasa bahagia. Mendengar tawa bahagianya sudah membuat hatimu berbunga-bunga. Belum lagi ketika kamu mendapat pesan masuk darinya. Bisa-bisa kamu tak bisa tidur karena saking bahagianya.

Mau tak mau kamu hanya bisa bercerita kepada sahabat terdekat. Dengan harapan sedikit semoga ini bisa melegakan

cuma bisa cerita ke sahabat

cuma bisa cerita ke sahabat via acculturated.com

Karena pada dasarnya tak ada manusia yang kuat menahan deritanya sendirian, mau tak mau pasti kamu bercerita kepada teman-temanmu. Karena mengungkapkan kepadanya adalah hal yang masih belum berani kamu lakukan, bercerita pada sahabatmu adalah satu-satunya pilihan. Bercerita soal betapa kamu tersiksa tapi bahagia dengan memendam rasa kepada dia yang kamu cinta. Meski memang tak menyelesaikan perasaanmu, namun setidaknya kamu berharap dengan bercerita kamu bisa melegakan pikiranmu.

Jadi ejekan teman tentu sudah biasa kamu terima. Maklum, memendam perasaan dianggap pengecut oleh teman-teman

332

Namanya juga sahabat, mengetahui bahwa kamu memendam rasa pasti jadi bahan ledekan di kalangan kalian. Mulai dari diledekin kamu pengecut karena tak berani mengungkapkan hingga diledekin saat kamu dan dia berkumpul dalam satu forum. Mereka menertawakan kepolosanmu yang tak berani mengungkap perasaan. Di mata mereka, kamu adalah bahan ledekan yang seru untuk ditertawakan bersama teman-teman.

Dan setelah sekian lama memendam perasaan, kamu mulai dihadapkan pada dua pilihan. Mempertahankan perasaan atau pergi meninggalkan

326

Setelah sekian lama waktu berjalan, persoalan memendam perasaan tak bisa jadi hal yang kamu biarkan terus-terusan. Karena hal ini sebenarnya tak pernah mudah buatmu. Kamu pun dihadapkan pada kebimbangan. Antara tetap mempertahankan perasaan yang kamu miliki sekarang atau menyerah. Berbagai pertimbangan pun kamu timang dengan baik. Namun apapun pilihanmu kelak, dia akan menjadi seseorang yang berbekas di hati.

Jadi, beranikah kamu mengungkapkan perasaan?

Suka artikel ini? Yuk follow Hipwee di mig.me

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya