Jatuh bangun dalam hidup sudah jadi hal lumrah untuk kamu atau siapapun, pastinya termasuk urusan percintaan. Mau kamu mati-matian berusaha menjaga perasaan atau membuatnya senang, tapi nyatanya hubungan kandas di tengah jalan tak bisa ditampik. Gagal sekali, kamu pun bangkit dan mencoba lagi. Membuka hati dan mulai menjalani dengan orang yang baru. Sebab kamu tak ingin jadi pencundang yang gagal lantas menyerah.

Kamu sendiri selalu berusaha berpikir baik, kalau jatuh bangun dalam percintaan ini nggak cuma memberi rasa sakit semata. Hari-hari penuh duri karena kecewa, marah atau sedih akhirnya akan terganti dengan hal-hal yang lebih baik.

Bukan sekadar penghibur, andai saja kamu mau lebih merenungi jatuh bangun ini sampai ke dasar.

1. Jatuh cinta dan patah hati buatmu sudah jadi satu paket rasa yang tak bisa dihindari

jatuh cinta dan patah hati itu sepaket via elizabethwellsphoto.com

Dalam hidup ini semua hal pasti punya pasangannya, salah satunya soal jatuh cinta dan patah hati. Saat kamu bertemu dan mengenal seseorang, mana pernah kamu menduga sebelumnya kalau hatimu memilih untuk jatuh kepadanya. Setelah jatuh, mana pernah juga ingat dengan pasangan dari paket rasa yang sedang kamu genggam itu. Seperti halnya mawar, yang cantiknya sepaket dengan duri tajam. Kamu baru akan sadar kalau cantiknya bisa melukai ya saat sudah benar-benar merasakannya.

Advertisement

Seperti saat sudah jatuh bangun dalam mencintai, kamu baru sadar kalau jatuh cinta tak datang dalam satu kotak sendiri. Tapi kotak yang kamu terima ini juga berisi kemungkinan patah hati.

2. Patah hati jadi tak semenakutkan dulu, sebab kamu percaya itu yang membuatmu lebih kuat selalu

Tak lagi takut menghadapi patah hati via www.logancoleblog.com

Tak perlu menampik atau sok bijak dengan berkata, “patah hati itu nggak sesakit yang dibayangkan kok!” Kamu yang sedang dilanda patah hati serasa ingin menyumpahi siapapun yang berkata seperti itu. Mana ada luka yang tak sakit sekalipun hanya lecet saat tergores. Perih itu hal yang manusiawi, kecuali kamu punya kelainan genetik.

Tapi patah hati yang sudah pasti sakit juga tak hanya memberi sakit dan sakit. Lambat laun hatimu akan kebal sendiri dengan rassa sakit dari patah hati. Sebab memang jatuh bangun yang kamu lalui inilah yang membentuk untuk semakin kuat di setiap prosesnya.

3. Nggak hanya sekadar jatuh, sekarang kamu paham bagaimana seni mencintai dengan utuh

seni mencintai untuk tak jatuh seketika via www.logancoleblog.com

Jatuh cinta kelihatannya sederhana, tapi sebenarnya rumit ketika kamu sudah menyelaminya. Apalagi saat kamu tahu jatuh cinta yang sepaket dengan patah hati. Kamu diharuskan belajar untuk tak jatuh cinta dengan sekonyong-konyong alias membiarkan dirimu terhempas begitu saja dipangkuan cinta. Kamu belajar lagi seni mencintai dengan perlahan, menahan dirimu agar tak lekas jatuh. Sebab jatuh cinta dengan tiba-tiba selalu memberi kemungkinan sakit yang luar biasa.

Dan kamu, memilih menyicilnya dengan mencintai dia sekadarnya saja. Tapi tiap harinya mencintai jadi tempat belajar tentang sosoknya perlahan.

4. Berhati-hati memilih seseorang untuk dicintai sekarang jadi keharusan yang tak boleh disepelekan

Berhati-hati itu keharusan via elizabethwellsphoto.com

Setelah berdamai dengan kecewa dan rasa sakit berkali-kali, kamu akhirnya paham patah hati ini sebenarnya buah dari kecerobohanmu. Kamu kurang berhati-hati memilih seseorang untuk dipercayai menangkap cintamu saat jatuh. Dia bukannya tak sanggup menangkap seutuhnya cintamu ini, tapi kadang pola pemikiran berbeda yang membuat kalian harus realistis dan berpisah. Mungkin juga dia memang belum siap atau tak berniat untuk sepenuhnya menyeriusi hatimu yang sudah terlanjur jatuh dengannya.

Semenjak sadar dengan kesalahan yang kamu buat sendiri dalam urusan memilih, berhati-hati pun akhirnya kamu patri di dalam pikiran dan perasaanmu. Agar jatuh tak berulang lagi.

5. Jatuh bangun urusan cinta pun buatmu mau mendengar mendengar nasehat orang, supaya pengetahuan tentang cintapun makin kaya

mendengarkan nasehat teman via eventsbytiffie.wordpress.com

Kamu ingat dulu teman-teman, bahkan orang tuamu pernah bilang apa, saat kamu memutuskan jatuh cinta dengannya? Dia bukan orang yang tepat untuk kamu ajak menjalin hubungan. Tapi namanya cinta, yang sebenarnya membuat kamu buta sekaligus tuli secara bersamaan. Tak peduli omongan orang apa, sebab bisikan cinta lebih menggiurkan untuk membuat hatimu berbunga.

Tapi ya itu dulu, saat kamu masih sangat ranum dan minim pengetahuan tentang cinta. Tak tahu bagaimana memberi cinta dengan wajar atau cukup sekadarnya. Tak tahu bedanya dia yang benar serius dengan yang cuma main-main saja. Dan sekarang, saat sudah tahu bagaimanan rasanya jatuh bangun berkali-kali, kamu pun belajar mengesampingkan perasaan agar bisa mendengar nasehat orang.

Toh nasehat itu yang membuat pengetahuan tentang cintamu makin kaya. Bukankah cinta itu seperti manusianya sendiri yang tak cukup dipelajari dalam sehari dua hari?

6. Kamu semakin mengerti cinta ini bukan soal rasa, tapi juga materi belajar yang buatmu semakin dewasa

belajar lebih dewasa via www.logancoleblog.com

Cinta itu memang cuma bisa kamu rasakan. Tanpa pernah jelas wujudnya seperti apa, sebab bisa terlihat sesederhana senyum atau bisa terlihat dalam sosok mungil yang kita sebut bayi. Tapi yang perlu kamu ingat baik-baik ketika sudah khatam dengan proses jatuh cinta dan patah hati berkali-kali, kalau ternyata cinta juga materi belajar yang harus kamu pelajari baik-baik. Bukan untuk modal sebagai pujangga, tapi lebih kepada modal untuk buatmu lebih dewasa.

7. Ternyata menyembuhkan rasa sakit hati cukup dengan mendamaikan diri, bukan dengan menghidar atau membenci dia yang pergi

berdamai dengan diri, bukan membenci via elizabethwellsphoto.com

Kalau kamu pikir rasa sakit bisa hilang dengan menghindar dan membenci dia yang mengecewakanmu, itu salah besar! Seperti halnya masalah yang membuatmu marah, tapi kamu malah memilih meninggalkannya begitu saja. Kesannya masalah tadi selesai, tapi diam-diam itu terus mengejar pikiranmu. Memintamu untuk apalagi, kalau bukan menyelesaikannya.

Seperti halnya patah hati yang hanya akan sembuh total ketika kamu sudah selesai dengan proses mendamaikan diri. Kamu tak lantas pergi dengan membawa segudang benci dengan dirinya. Tapi kamu perlahan menghadapi sosoknya termasuk dengan luka yang diberikan. Sulit? Tak perlu ditanya. Tapi itu yang memang selama ini kamu rasakan ketika berkali-kali harus patah hati.

Karena dia yang sudah pergi tak perlu disesali. Bahagiamu tak lantas ikut sirna hanya karena dia sudah tak disisimu lagi.

Anggap saja jatuh bangunnya kamu ini seperti proses belajar dan ujian. Kamu belajar saat mencoba jatuh cinta dengan orang yang baru. Sedangkan kamu menghadapi ujian saat cintamu gagal lagi dan berakhir dengan patah hati.

Suka artikel ini? Yuk follow Hipwee di mig.me