Untukmu yang Masih Saja Membandingkan Diri dengan Kekasihnya yang Baru

Cemburu sama pacar barunya

Bagaimanapun prosesnya, perpisahan memang selalu menyisakan luka. Apalagi mendengarnya mendapatkan pengganti yang baru hanya sesaat setelah kisah kalian berakhir. Kamu yang masih belum beranjak pun mulai bertanya-tanya siapakah dia yang jadi penggantimu sekarang.

Advertisement

Dengan emosi dan sisa-sisa perasaan yang masih tertahan, kamu tak mampu menahan diri untuk tidak mencari tahu. Setelahnya bisa ditebak, kamu mulai mencari dan mengetikkan nama gadis itu pada kolom pencarian di semua sosial mediamu.

Kemudian muncul satu nama yang kamu yakini adalah akun gadis itu. Kamu menjelajahi profilnya untuk mencari tahu semua hal yang bisa kamu ketahui tentangnya. Di antara banyak swafotonya, mungkin kamu melihat raut muka yang tidak asing. Sesosok pria yang dulu sempat mengisi hari-harimu. Di beberapa foto, kamu diam-diam berteriak dalam hati: bisa ya cepat sekali menemukan pengganti?

Bagaimana? Sakit? Sepertinya tak usah dijelaskan.

Satu-satunya yang kamu rasa adalah tidak terima dan kekecewaan. Dan yang kamu rasakan mungkin membuatmu tidak berhenti untuk membandingkan dirimu dengan gadis itu. Apakah dia sesabar kamu yang rela menunggu kabar? Apakah dia seperhatian kamu saat priamu tidak enak badan? Dan apakah dia bisa menggantikan posisimu dengan paripurna?

Mungkin setelahnya, kamu tak habis pikir dan terus bertanya;

Advertisement

“Kurangku apa?”

“Kenapa harus dia?”

“Apa istimewanya dia?”

Pertanyaan-pertanyaan semacam itu semakin memenuhi pikiranmu disusul dengan rasa jumawa yang mungkin tidak kamu sadari.

Emosimu terpancing, tanpa sadar kamu mulai menilai dan mencari-cari celah serta kekurangan gadis itu. Tak sadarkah kamu? Saat kamu mulai mencela apa yang terlihat dari gadis itu, saat itu pula kamu menjadi sejahat orang-orang yang pernah merendahkanmu.

Mungkin kamu merasa lebih, dan ada kebanggaan tersendiri yang membuncah untuk menutupi rasa irimu. Padahal tanpa kamu sadari sebenarnya kamu sedang menyakiti dirimu sendiri. Mungkin kamu merasa pernah menjadi yang teristimewa. Karena itu juga lah, kamu belum bisa menerima kenyataan bahwa saat ini tempatmu sudah tergantikan oleh gadis yang kamu anggap tidak lebih dari dirimu itu.

Kalau sudah begini, ke mana lagi kamu akan mencari validasi?

Sekalipun mantan kekasihmu tahu bahwa kamu jauh lebih menarik dari gadis itu, kamu tidak bisa memungkiri fakta bahwa ternyata priamu itu lebih memilih gadisnya yang sekarang.

Mungkin saat ini kamu merasa lebih segalanya, tapi sebenarnya kalian hanya berbeda. Itu saja.

Bisa saja kamu saja salah menduga? Bagaimana kalau ternyata dalam diri gadis itu, priamu menemukan sesuatu yang tidak dapat dia temukan dari dirimu? Bagaimana kalau ternyata dalam beberapa hal gadis itu memang lebih baik darimu?

Setelah puas membandingkan apa yang terlihat darinya, kamu pun mulai bertanya-tanya, bagaimana perasaan priamu sekarang? Bahagiakah dia? Bagaimana dia memperlakukan gadisnya sekarang? Lebih manis kah?

Membayangkannya saja sudah membuatmu muak dan merasa tidak berharga. Masih ingin mencari tahu lebih jauh?

Sudahlah, semakin dibandingkan, rasanya semakin sakit bukan?

Pada akhirnya, semua bukan tentang siapa dan bagaimana pasangannya sekarang. Namun tentang bagaimana kamu lebih mencintai diri sendiri dan bagaimana kamu menjadi seseorang yang lebih baik dari dirimu yang dulu.

Dariku, yang juga pernah dan sedang merasakan hal yang sama sepertimu.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Mind wanderer~

Editor

Not that millennial in digital era.

CLOSE