Udahlah santai, jodoh nggak akan kemana kok….

Terkadang kamu hanya mengangguk-angguk atau menarik napas panjang, dibilang lega sebenarnya tak juga. Paling tidak ucapan yang sudah kesekian kalinya kamu dengar itu seperti penawar keresahan. Meski sementara, tapi kalau terus kamu dengar dari satu teman ke teman yang lain, tetap saja jadi setumpuk kekuatan. Membuatmu diam-diam mengamini sekaligus percaya bahwa kamu masih punya kesempatan untuk kembali ke dirinya lagi.

Sementara kamu lupa bahwa di balik anggapan yang cukup melegakan itu sebenarnya ada ketidakpastian. Sebab maksud ‘jodoh nggak kemana’ ini bukan berarti terpaku ke seseorang yang kamu harapkan sekarang. Selain itu, ada hal lain juga yang perlu kamu pahami lagi. Bukan ingin buatmu resah lagi, tapi setidaknya ini bisa membuatmu berpikir untuk tak menunggu saja.

1. Mencari jodoh juga perlu usaha, kalau cuma diam saja jangan harap bertemu dengannya

Kalau nggak kemana-mana, nggak akan bisa bersama via www.erichmcvey.com

Mau rajin berdoa pagi, siang dan malam, tapi kamu hanya berdiam, mana bisa jodoh datang begitu saja di depanmu. Kamu perlu usaha, bukan yang muluk-muluk seperti mengejar-ngejar seseorang yang disukai. Tapi cukup dengan membuka diri dan menjalin komunikasi dengan orang lain entah teman yang sudah dikenal atau baru ditemui.

Advertisement

Sebab jodoh memang tak kemana selama kamu mau berusaha. Tapi kalau kamunya hanya diam saja, jodohmu juga tak akan datang di depan mata. Adakalanya usahamu pun sesederhana berusaha membenahi pribadimu atau menyelesaikan target karirmu.

Sisanya biar semesta yang mengatur kembali waktu pertemuan kalian sesuai dengan usaha yang kamu lakukan.

2. Kamu harus memisahkan harapan dengan keyakinan “Jodoh nggak ke mana”, biar nggak terjebak di orang yang salah

berharap di orang yang salah via unsplash.com

Aku putus nih sama Randi.

Lho kenapa?

Panjang ceritanya. Aku nggak pengen nangis lagi

Duh, sabar ya An. Jodoh nggak kemana kok.

Sebenarnya tak salah dengan anggapan itu, tapi kadang penggunaan sekaligus pemaknaannya yang kurang tepat. Seperti kamu yang langsung saja mencampurkannya dengan berjuta-juta harapan untuk bisa bersamanya lagi. Padahal kalau kamu mau berpikir lebih dalam di balik ungkapan “Jodoh nggak kemana,”, itu ada persoalan ikhlas. Bukan untuk menambah bebanmu, tapi memang ikhlas diperlukan supaya kamu tak berharap dengan orang yang salah. Mengingat kamu sendiri tak tahu, apakah orang yang diharapkan ini tepat atau tidak.

3. Ada memang yang jodohnya adalah orang terdekatnya. Tapi bukankah kisah cinta kamu dan mereka tak sama?

Kisah cintamu tak sama dengan mereka via unsplash.com

Kamu boleh saja menjadikan kisah cinta orang lain sebagai pelajaran. Seperti mereka yang ternyata jodohnya adalah teman yang selama ini dikenal dengan baik. Rasanya memang kejutan sekali, sudah mencari ke sana ke mari tapi ternyata jodohnya ada di depan mata. Seolah pencarian jodoh ini berputar, menunggu sampai waktu yang tepat dan akhirnya berhenti di titik yang sebenarnya itu-itu saja.

Kisah cinta yang jelas menarik. Tapi jangan langsung berpikir itu bisa jadikan patokan untuk kisah cintamu juga. Kamu punya kisah sendiri yang mungkin saja bisa lebih menarik. Jodohmu bisa orang yang tak pernah kamu kenal sebelumnya. Atau bisa saja dia seseorang yang baru untukmu hanya saja tak asing di lingkunganmu.

4. Karena jodoh tak seperti hujan yang datang dengan tanda. Ia hadir, lalu membuatmu berpikir “Kok bisa ya,”

Jodoh seperti hujan via unsplash.com

Mungkin kamu pernah berandai, coba jodoh itu seperti hujan yang sebelum kehadirannya selalu memberi tanda. Membuatmu tak repot mencari dan bisa mempersiapkan diri. Sementara nyatanya, jodoh itu bukan hujan. Selain harus mencari, kamu pun harus teliti melihat siapa yang tepat dengan yang datang hanya sesaat.

Jodoh adalah orang yang ketika datang kepadamu, lalu membuatmu mengernyitkan dahi dan bertanya “Kok bisa ya?”. Sampai kapanpun, jodoh memang akan selalu menjadi misteri.

5. Tanpa kamu sadari, kalimat “Jodoh nggak ke mana” cuma menawarkan kebahagiaan semu untuk dirimu

kebahagian semu via unsplash.com

Selain perasaan lega, anggapan “Jodoh nggak kemana” pun diam-diam membuatmu sedikit bahagia. Karena dalam pikiranmu, kesempatan untuk bersama dia masih ada sekalipun kamu tak tahu kapannya. Sementara pikiranmu tentang kesempatan ini sebenarnya bagian dari khayalan alias pengandaianmu saja. Jadi mau sampai kapan diiming-iming dengan kesemuan?

6. Jodoh memang tak ke mana, tapi kamu juga harus tahu jodoh itu juga cerminan diri

cerminan diri via unsplash.com

Supaya kamu tak hanya berpaku dengan harapan “Jodoh nggak kemana”, kamu sendiri harus tahu urusan jodoh juga ada sangkut pautnya dengan dirimu sendiri. Jodohmu itu cerminan dari bagaimana perilakumu, sifatmu, sampai pemikiranmu sendiri. Sebab jodohmu ini seseorang yang pasti menemanimu dari waktu ke waktu, dan harus bisa mengimbangi semua hal yang ada di dirimu.

Dia orang yang tak langsung menerima dirimu apa adanya. Tapi dia menghargai segala upayamu untuk berusaha lebih baik.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya