Hubungan yang baik dan dewasa gak bisa cuma modal cinta.

Memang sih, cinta atau perasaan adalah landasan tiap hubungan. Tanpanya, hubungan kita bakal terasa tak lebih dari semacam kontrak supaya masing-masing tidak merasa kesepian. Cinta atau perasaan membuat hubunganmu membahagiakan. Itu juga yang memotivasimu untuk susah payah memperjuangkannya.

Advertisement

Tapi hubungan cinta yang baik gak bisa cuma bermodal rasa. Mesti ada juga hal-hal lainnya. Sudahkah yang lainnya itu kalian punya?

1. Kalian sudah melewati tahap “rajin mengungkapkan cinta”. Sekarang hubungan jadi lebih tenang dan dewasa

Saling percaya tanpa berlebihan rasa

Saling percaya tanpa berlebihan rasa via patriciadevina99.tumblr.com

Cinta yang sudah dewasa membuat kalian tak lagi sibuk mengumbar kata sayang. Sama-sama tahu dalam diam bahwa yang paling penting dari cinta adalah sikap nyata, bukan sekadar manis di kata. Bayangkan saja, cukup dengan tatap mata dan kepedulian tulus, kalian toh sudah tahu kalian saling cinta.

2. Tak lagi saling cemburu. Siapapun yang sedang bersamanya, kalian percaya, akan membawa kebaikan untuk kalian berdua.

Berteman dengan siapapun

Berteman dengan siapapun via www.favim.com

Kecemburuanpun angkat kaki dalam perbincangan sehari-hari. Kalian tidak mudah berburuk sangka hanya karena dia pergi bersama karibnya. Bahkan, beberapa kali, kalian jalan bertiga entah dengan kawanmu atau kawannya. Ini karena masing-masing jarang mengedepankan perasaan dalam setiap nafas. Hilangnya cemburu ingin membantah pendapat umum soal cemburu adalah bukti cinta. Itu sama sekali tak berdasar. Cemburu adalah bukti butanya cinta dan wujud nyata rasa minder. Pasangan yang tak mengedepankan perasaan memiliki ukuran lain soal cinta yang murni; dan sayang yang tulus. Oleh karena itu, sikap cemburu tak pernah muncul dalam hubungan.

3. Kalau menuntut, pasti karena alasan yang masuk akal. Bukan tuntutan kekanak-kanakan semacam “kamu gak boleh punya temen cowok”!

Komunikasi yang baik

Komunikasi yang baik via papasemar.com

Advertisement

Saling menuntut adalah kebiasaan aneh dalam sebuah hubungan. Parahnya, beberapa tuntutan itu kadang tak masuk akal, terlalu puitis. Bayangkan saja. Cowok meminta cewek untuk tak boleh memiliki teman pria. Dan cewek tak mengizinkan si cowok berkeliaran bersama teman-teman ceweknya. Masing-masing ingin pasangannya hanya bergaul dengan sesama jenis. Apakah itu juga menjamin akan berkurangnya potensi selingkuh? Kami rasa tidak.

Gak cuma tuntutan, kadang ia juga berbau paksaan. Nah, bagi pasangan yang tak terlalu mengandalkan perasaan, tragedi macam ini tak pernah terjadi.

4. Tidak ada sikap saling ancam. Bahkan jika kalian berselisih paham, tak akan terlontar kalimat saling menyakitkan

Semuanya sesuai porsi

Semuanya sesuai porsi via thefilmexperience.net

“Awas kamu kalau maen sama dia, Enggak akan aku kasih kabar.”

“Iya Yang, enggak kok.”

Atas nama cinta dan perasaan, kalian malah saling ancam. Padahal siapa yang bisa berkembang di bawah rasa takut dan ancaman? Mereka yang gak cuma punya rasa cinta akan punya rasa percaya. Rasa percaya ini akan mencegah mereka untuk saling ancam dan mengutarakan hal gila. Kalau kamu nggak pernah merasa harus saling mengancam seperti ini, berarti kamu sudah mempercayainya.

5. Kalian gak cuma punya perasaan, tapi juga kemampuan untuk mengendalikannya. Rasa tersinggung karena guyonan pun gak perlu ada

Debat yang biasa saja

Debat yang biasa saja via two.byu.edu

“Ih, kok kamu pakai baju itu sih? Kayak taplak meja!”

Percayalah, jika salah satu dari kalian kerap tersinggung dalam guyonanmaka sudah pasti pernah ada ancaman dalam hubungan. Sebab, hanya perasaan yang dikedepankan. Kalau sudah begini, setiap momen indah akan berakhir petaka. Niatnya ingin mengomentari dengan girang, malah nangis dan ngambek yang didapatkan.

Pasangan yang pandai mengelola perasaan tidak akan terjebak pada komentar dan singgungan keras dari partnernya. Masing-masing sadar bahwa begitulah cara membangun karakter kepribadian agar sama-sama matang dalam perjalanan.

6. Tiada drama dalam catatan harian kalian. Semua berjalan sewajarnya; tak ada yang dilebih-lebihkan.

keseimbangan yang berbuah kewajaran

keseimbangan yang berbuah kewajaran via www.hgabmag.com

Cemburuan, mudah tersinggung, dan ancaman adalah drama-drama murahan yang sebenarnya tidaklah dibutuhkan dalam sebuah hubungan. Namun karena masing-masing atau salah satu dari kalian menaruh perasaan terlalu dalam, maka begitulah jadinya. Semacam Syaiful Jamil dan Dewi Persik kala itu yang terlalu banyak drama. Atau jangan-jangan, salah satu dari kalian memang bermimpi jadi pemain sinetron kejar tayang? Jika memang iya, sebaiknya segera diarahkan agar tidak menjadikan hubungan sebagai ajang latihan. Namun jika tidak, maka perlu ada kesepakatan agar tidak menjalani hubungan yang berlebihan.

7. Terbukti, kalian berdua dapat menyelesaikan perkara dengan tenang. Masalah yang kadang muncul tak perlu jadi konsumsi orang.

Sederhana saja

Sederhana saja via rsvpmagazine.ie

Hasil baik yang didapat ketika kalian menjalani hubungan yang dewasa adalah ketenangan dalam menyelesaikan segala perkara. Kalian tidak akan mengumbar pertengkaran sampai teman dekat, keluarga, dan tetangga kostmu tahu kalian sedang bermasalah. Tidak pula akan bertengkar di depan umum seperti restoran atau jalan raya.

Semua dihadapi dengan dewasa. Kalian sama-sama tahu, apapun yang terjadi, kalian bisa menghadapi semua perkara.

Modal cinta atau perasaan aja nggak cukup menjamin berhasilnya sebuah hubungan. Kamu juga butuh hal lain seperti rasa percaya, ketenangan, dan kemampuan mengelola perasaan. Sudahkah kamu dan dia memilikinya?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya