Jangan Menikah Kalau Hanya Karena Cinta (Ini Alasannya!)

Sebagian besar dari kita menginginkan sebuah pernikahan yang langgeng dan membahagiakan. Nah, kira-kira apakah pertimbanganmu untuk menikahi seseorang? Apakah karena dia kaya? Apakah karena dia cantik? Apakah karena dia mempesona? Apakah karena cinta ?

Advertisement

Apakah kamu benar – benar tahu apa itu cinta?

Apakah benar untuk menikah hanya berlandaskan pada perasaan saling mencintai?

Sebaiknya kamu jangan lakukan itu. Pernikahan yang tahan lama tidak bisa hanya berlandaskan oleh cinta saja.

Advertisement

Ini dia alasannya kenapa:

Cinta itu sebuah perasaan yang bisa berubah

apakah cinta itu?

apakah cinta itu? via www.pastormike.com

Jangan hanya mengandalkan cinta untuk membangun sebuah bahtera rumah tangga. Kamu tidak akan menikah hanya dalam waktu 1 tahun, 3 tahun atau 10 tahun saja, kamu akan menikah untuk selama- lamanya. Dengan pertimbangan bahwa rasa cinta bisa berubah, kamu harus benar-benar punya alasan lain untuk menikah.

Advertisement

Menikah adalah kontrak selama-lamanya untuk bekerja sama dalam hal-hal yang praktikal. Kamu harus tahu seberapa mahir calon pasanganmu itu dalam menghemat keuangan, membagi kehidupan personal dan pekerjaan, menjaga kesehatan, atau merawat anak. Ini semua nanti akan potensial jadi sumber masalah. Dan di saat masalah itu menimpamu, bisa saja kamu jadi terlalu frustrasi dan lupa bahwa kamu pernah benar-benar cinta mati padanya.

Sampai di mana batas kesabaran untuk cintamu yang tulus? Yakin cintamu akan selalu seperti itu? 

Jangan menikah karena pesona fisik dan harta

apa alasanmu menikah?

apa alasanmu menikah? via www.designbyjules.com

Cobalah untuk jujur dari dasar hatimu. Apa alasanmu untuk menikah? Apakah karena dia cantik? Seksi? Ganteng? Kaya? Punya rumah mewah?

Jangan jadikan hal tersebut sebagai alasan utama kamu menikahi seseorang.

Harus diakui beberapa keindahan fisik memang mengesankan,dan kemapanan harta memang patut dipertimbangkan, tetapi ingatlah segala sesuatu bisa berubah. Waktu bergerak dan roda kehidupan berputar dan apa yang kamu lihat sekarang belum tentu akan kamu lihat nanti. Tubuhnya yang mulus dan cantik akan layu termakan usia, begitu pula hartanya yang bergelimang bisa saja hilang begitu saja tanpa kamu sadari.

Tidak ada keindahan yang lebih menawan daripada keindahan hati.

Bahkan…sikapnya juga bisa berubah

aku yakin kamu tidak berubah sepenuhnya

aku yakin kamu tidak berubah sepenuhnya via psychology-daily.com

Manusia berubah. Dari waktu ke waktu seorang manusia akan dihadapkan pada berbagai permasalahan kehidupan. Coba saja ingat dirimu 3 tahun yang lalu, apa yang kamu pikirkan tentang suatu hal dimasa itu dan bagaimana pemikiranmu  tentang hal yang sma di saat ini? Yang kamu nikahi nanti bukanlah sebuah benda yang tidak akan berubah dari masa kemasa. Cara pandang serta pemikiran pasanganmu tentang kehidupan akan berubah, begitu juga dirimu.

Begitu banyak ketidakpastian akan masa depan, lalu apa yang sebaiknya kita lakukan?

Paling tidak, pastikanlah bahwa pernikahanmu diputuskan di atas sebuah…

1. Komitmen bersama akan sebuah tujuan yang pasti

letakkan hubungan diatas komitmen

letakkan hubungan diatas komitmen dan tujuan yang pasti via galleryhip.com

Hal ini penting untuk menjaga sebuah pernikahan. Karena pernikahan yang dilangsungkan diatas kata cinta semata adalah sebuah pernikahan yang rapuh. Komitmen menjaga kesatuan pernikahan supaya memiliki ikatan yang kuat bahwa dua orang manusia akan disatukan kedalam jalinan keluarga yang saling mendukung, memotivasi dan menguatkan satu sama lain, di dalam sehat maupun sakit.

Dan satu lagi, kalian menikah dengan suatu tujuan yang jelas, ketika pernikahan terasa hambar dan melelahkan, ingat lagi, apa tujuan awal kalian menjadi satu. Pastikan tujuan itu cukup berharga dan pantas diperjuangkan bersama.

2. Prinsip dan nilai yang dipegang bersama

milikilah prinsip dan nilai yang sama

milikilah prinsip dan nilai yang sama via www.liveviewstudios.com

Kembali kepada kenyataan bahwa ‘manusia bisa berubah’- baik fisik maupun sikapnya. Lalu kira- kira apa yang membuat sebuah pernikahan tetap langgeng di tengah semua kemungkinan akan perubahan pribadi seseorang?

Ya! Prinsip. Sebuah prinsip dan nilai yang berada di luar diri kalian, yang dengan sepenuh hati akan kalian setujui dan pegang selalu (cintailah dia untuk alasan ini). Kesepakatan mengenai prinsip dan nilai ini memiliki konsekuensi yang cukup kuat, yaitu ketika salah satu dari kalian melakukan sebuah kesalahan maka kalian akan dengan penuh kerendahan hati merelakan kepergian pasangan.

3. Kematangan mental akan makna ketulusan dalam pernikahan

aku sungguh mencintaimu

aku sungguh mencintaimu via chezspecter.com

Pernikahan berarti sepenuhnya memberi jiwa dan raga kepada pasangan kita, begitu juga sebaliknya. Pernikahan berarti secara sadar akan menekan egoisme diri demi kebahagiaan pasangan. Mementingkan kepentingan dia jauh diatas kepentingan diri sendiri, yang mana itu berarti juga kamu berjanji pada dirimu sendiri untuk selalu memberikan yang terbaik yang bisa kamu lakukan untuk dia yang kamu cintai.

Jangan berharap pasanganmu dahulu yang akan memberikan semua seutuhnya untukmu, tetapi lakukanlah hal tersebut tanpa mengharapkannya kembali. Ketika kamu menemukan pasangan yang tepat kalian akan menyadari karena kalian bersama akan sama- sama tumbuh dan berkembang bersama membangun keluarga kecil yang bahagia.

cintai aku sampai selamanya

cintai aku sampai selamanya via www.oldkids.cn

Apakah kamu sudah mempertimbangkan seperti apa pasanganmu nanti?

Yuk share di kolom komentar.

Advertisement
loading...
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Perempuan muda yang sedang belajar menjadi wanita dewasa, selalu tertarik pada hal- hal baru.

56 Comments

  1. Cinta adalah Pengabdian dan pengorbanan (sosiologi), jika benar2 memahami arti cinta dan menjalankan arti cinta itu keseluruhan maka semua hubungan di dunia ini akan indah sepanjang masa ..
    Cobal si penulis artikel, lebih memahami arti cinta itu sesungguhnya dan lebih luas lagi ..

  2. tanpa mengesampingkan tulisan di atas, kalau dalam agama saya, menikah itu nomor 1 karena sang calon baik dalam menjalankan ajaran agamanya 🙂
    karena ketika seseorang baik dalam agamanya, maka baik pulalah sisanya, termasuk dalam pernikahan. 🙂

    Sekali lagi, tanpa mengesampingkan tulisan bagus diatas 🙂

  3. Vicky Rizky berkata:

    yang lagi cari pacar harap baca ini,.. mungkin bisa membantu cari jodoh,..
    ijin share bro

  4. Koes Hargianto berkata:

    aku ra mudeng soal cinta2an.

    skip lah. nikah itu urusan jauh di awang2 (buat saya)

  5. Wanita itu di nikahi karena ; hartanya, cantiknya, nasab/keturunannya, agamanya.

  6. Jadi yg penting itu prinsip n tujuan jd makan tu cinta wkwkwk

  7. Pons Ari berkata:

    Hmm…membaca tulisan ini…sebetulnya kepengen ketawa…dan merasa sedikit geli…
    Bagaimana tidak ?!?!?…
    Sangat kelihatan sekali bahwa penulis (Maria Gabriela)…sama sekali belum mengerti betul apa itu arti cinta sesungguhnya. Pengetahuan penulis tentang arti cinta masih sangat dangkal… sehingga terlihat di awal tulisan penulis sangat memproklamirkan ketidakabadian CINTA, namun diakhir tulisan, alasan alasan yang disebut penulis sebagai landasan yang harus ada untuk sebuah pernikahan…justru tanpa disadari penulis bahkan mengagung agung kan sebuah CINTA…
    Ketidakkonsistenan inilah yang memperlihatkan kepada kita tentang penulis bahwa selama hidupnya penulis belum mengerti betul arti dari CINTA. Tapi saya salut…kepada penulis, yang cukup berani dengan lantang mengatakan bahwa “jangan pernah menikah hanya berlandaskan “CINTA ♥”…Hmmm….
    Yang saya lihat disini, bukanlah satu tulisan yang bisa kita ambil manfaat nya dari sebuah karya tulis…akan tetapi….kelihatan hanya sebuah curahan hati dari pengalaman hidup seseorang yang selalu menemui kegagalan dalam kehidupan CINTA nya…
    Tapi, yang ingin saya GARIS BAWAHI DISINI kepada MARIA GABRIELA, bila memang tujuan dari tulisan yang dipaparkan adalah curahan hati dari pengalaman hidup yang terasa pahit..seharusnya penulis tidak mengucilkan dan membuat Kerdil ARTI CINTA… yang sesungguhnya adalah ABADI….
    CINTA adalah keabadian semua orang sudah tahu itu…dan CINTA adalah pengorbanan….
    Sangat lucu dikatakan penulis bahwa “Jangan pernah Menikah, hanya atas dasar Cinta”…
    Pemaknaan dari alasan ini pun…dijelaskan dengan sangat kerdil oleh penulis yang mengatakan bahwa cinta adalah sebuah RASA…yang bisa berubah.
    Sehingga Rasa yang bisa berubah itu…akan membuat sebuah pernikahan hancur berantakan… disinilah letak kekerdilan penulis tentang makna CINTA….
    CINTA itu bukan cuma tentang RASA….
    CINTA meliputi seluruh bagian dari Jiwa kita, Raga kita…dan seluruh tubuh kita. Karena kita manusia…memang tercipta dari CINTA yang Universal dari CINTA TUHAN, CINTA KEDUA ORANG TUA KITA, dan CINTA ALAM SEMESTA kepada kita.
    Jadi cinta bukan hanya RASA.
    RASA itu bagian dari CINTA…
    Karena itulah RASA tidak bisa disamaartikan dengan CINTA.
    CINTA tidak dapat diartikan hanya sebagai ungkapan sebuah perasaan.
    Inilah kekerdilan penulis yang mengartikan kata CINTA hanya dari satu sisi. Namun penulis berani mengatakan bahwa RASA yang bisa berubah adalah CINTA.
    CINTA itu lebih dari sekedar RASA…dia meliputi keseluruhan JIWA dan RAGA kita. Keseluruh pikiran kita, yang didalam nya memang ada RASA. Jadi kalau RASA yang dikatakan penulis bisa berubah, memang….
    Tapi ingat..kalau sudah berbicara tentang CINTA…
    Hmmm…. begitu luasnya sehingga CINTA sering kali disebut sebagai UNIVERSAL….
    Tidak mengenal pamrih, tidak mengenal waktu karenanya CINTA adalah ABADI.
    Mau tahu alasan keabadian dari cinta ?
    Di bumi…manusia diciptakan dari CINTA…hidup di dunia juga karena CINTA SANG PENCIPTA, hingga pada akhirnya manusia harus meninggalkan tubuhnya…dengan demikian Cinta yang di raganya memang ikut hancur ditelan bumi…ketika sudah dikuburkan. Tapi CINTA di dalam ROH nya…dibawa sampai ke surga untuk hidup bersama Sang Pencipta….
    Jadi CINTA ITU ABADI DAN TIDAK LEKANG OLEH WAKTU….
    Kalau persepsi ini sudah muncul….sepertinya tulisan MARIA GARIELA bukan tulisan yang bisa menjadi pertimbangan…namun…hanya sebatas curahan hati yang terluka karena RASA yang berubah……

CLOSE