Setiap hubungan sudah pasti punya masalahnya sendiri-sendiri. Karena itu, rasanya kurang bijak jika kamu membandingkan-bandingkan hubunganmu dengan pasangan lainnya. Namun di antara sekian banyak jenis hubungan, barangkali hubungan jarak jauh atau LDR yang paling banyak dialami oleh muda-mudi masa kini. Sementara masalah paling besar yang harus dihadapi para pejuang LDR ya soal jarak yang membentang di antara dua hati ini.

Menjalani hubungan jarak jauh memang nggak gampang, selain butuh kesabaran, butuh pula pengertian dan rasa percaya lebih dari biasanya. Memang sih, kamu masih punya peluang yang sama dengan mereka yang sukses menjalani hubungan jarak jauh sampai membawanya ke pelaminan. Tapi kamu mesti waspada juga jika sewaktu-waktu ada sesuatu yang nggak beres dalam hubungan jarak jauh kalian. Jangan ragu mengambil keputusan, daripada kamu sendiri yang sakit dan sedih jadinya.

1. Dia yang awalnya selalu menyediakan waktu untuk menelponmu, kini harus selalu kamu duluan yang menelponnya, mirisnya seringkali nggak diangkat

Berubah via www.unsplash.com

Advertisement

Dulu di awal LDRan, dia sering menelponmu untuk sekadar bertukar cerita tentang apa yang dialami selama sehari. Lalu pelan-pelan mulai berkurang jadi seminggu dua kali, seminggu sekali. Namun kini, sebulan saja bisa dihitung jari berapa kali dia menelponmu. Chat aja kadang balesnya lama. Telpon kadang mesti bilang dulu biar diangkat. Nah dalam posisi sulit ini baiknya kamu bersiaga. Sebab ada kemungkinan dia bosan atau bahkan sudah ada orang lain yang menggantikan posisimu di sana.

2. Ketika kamu ingin menemuinya, ia selalu beralasan. Sementara saat liburan ia justru lebih sering jalan-jalan bersama teman-temannya

Seakan menghindar via www.unsplash.com

Ajeng : Yang, Sabtu ini aku ke sana, ya? Aku kangen

Anto : Aku lagi repot nih, nanti aja bulan depan aku yang pulang

Saat kangenmu nggak bisa lagi ditahan, kamu memutuskan untuk menghampirinya. Namun bukannya mendapat support, justru malah dilarang olehnya. Alasannya sih masuk akal, nggak mau ngerepotin, lagi sibuk, atau dia memintamu menunggu lalu berjanji akan pulang kalau liburan. Namun saat waktunya tiba, dia lebih memilih liburan bareng teman-teman ketimbang pulang melepas kangen denganmu, dan yang seperti ini bisa dibilang posisimu sudah sulit.

3. Saat ditanya kapan pulang ia malah berasalan nggak punya uang. Terus selama ini uang gajinya buat apa?

Banyak alasan via www.unsplash.com

Advertisement

Kangen itu lumrah. Apalagi buat kamu yang pacarnya jauh di seberang. Maka wajar jika kamu menanyakan “kapan pulang?” sama cowokmu. Lalu bagaimana respon pacarmu? Jika ia memberikan respon kangen yang sama dan memberi tanggal kepulangan yang kelas, maka sejatinya hubunganmu aman. Tapi kalau dia banyak mencari alasan, itu patut dipertanyakan. Terlebih jika alasannya uang. Terus selama ini kerja, mana hasilnya?

4. Ketika ditanya komitmennya untuk melamar, ia malah marah dan mengatakan bahwa kamu nggak mengerti perjuangannya bekerja

Tersinggung jika ditanya komitmen via www.pexels.com

Mas, aku udah ditanyain mama terus. Aku bingung jawannya. Kamu serius nggak sih?

Bagaimanapun LDR butuh kejelasan. Terutama dia yang memintamu menunggu sampai tabungannya cukup. Kamu nggak salah jika menanyakan hal tersebut setelah dia merantau lama. Dari pertanyaan ini kamu bisa melihat komitmen dia. Kalau dia menjawabnya dengan sabar dan jelas hubunganmu layak dilanjutkan. Tapi kalau sebaliknya, marah-marah namun nggak bisa memberi kepastian, apa lagi yang bisa kami harapkan

5. Perhatiannya terhadapmu berkurang bukan karena kesibukan, melainkan dia sudah tak punya lagi keinginan bersamamu

Perhatian via www.unsplash.com

Perhatiannya kepadamu yang perlahan-lahan berkurang bisa jadi barometer bagaimana perasaannya kepadamu kini. Meski jauh, dia yang mencintaimu akan rela untuk sekadar mengingatkanmu makan, menyemangatimu kuliah, sampai menyuruhmu beribadah. Namun kalau dia yang di sana jarang atau justru nggak pernah, maka nggak ada gunanya lagi kamu menunggu.

6. Saat kamu tahu dia punya gebetan di sana, baiknya kamu sudahi saja hubunganmu. Percuma mengharapkan orang yang nggak jelas komitmennya

Orang ketiga via www.unsplash.com

Kehadiran orang ketiga merupakan tanda bahwa hubunganmu nggak akan ke mana-mana. Apapun alasannya, kamu nggak perlu berharap banyak dari dia yang lebih memilih memberi perhatian kepada orang baru ketimbang denganmu. Kalau sudah begini, kamu juga mesti mencari yang baru.

LDR memang bisa berhasil. Namun kecil kemungkinannya kalau yang berjuang kamu doang. Dalam posisi sulit seperti di atas, baiknya kamu sadar dan berpikir jernih. Gunakan hati dan logikamu. Jangan hanya hati saja. Kamu mungkin masih cinta, tapi kalau ternyata sayangnya kepadamu sudah luntur, kamu mesti sanggup untuk mengakhirinya. Daripada kamu sendiri yang tersiksa.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya