Pacarannya sudah lama, usia kamu dan dia juga sudah cukup untuk menikah. Jangan ditanya lagi reaksi orang-orang sekitar yang bertanya tentang rencana kamu dan dia kedepannya. Tapi sayangnya pasanganmu sendiri sampai detik ini belum membicarakan niatnya melamarmu. Kamu sendiri sempat galau dan bertanya-tanya dalam hati, kenapa ya dia belum melamar juga? Sebenarnya dia serius nggak ya sama aku?

Tapi, sebelum kamu berpikir macam-macam yang terlalu jauh, kamu juga bisa lho menilai keseriusannya dari sikapnya selama ini. Coba diperhatikan lagi, kira-kira paasanganmu sudah melakukan hal ini belum? Kalau sudah, kamu harusnya tenang dan santai, sebab dia hanya sedang menunggu waktu yang tepat.

1. Bukan cuma mengenalkanmu ke keluarganya, tapi dia juga tak segan-segan mengajakmu hadir ke acara-acara keluarga besarnya

diajak ketemu keluarga besarnya via papasemar.com

Sebagai seorang pasangan, kamu pasti punya harapan bisa berkenalan dengan orangtua atau keluarganya. Bukan meminta pengakuan tentang kehadiranmu di hidupnya, kamu hanya ingin tahu dan mengenal bagaimana lingkungan yang membesarkannya. Kamu sendiri sadar dalam hubungan kalian tak hanya ada kamu dan dia saja.

Ternyata dia yang serius tanpa diminta justru berinisiatif lebih dulu membawamu masuk ke keluarganya. Perlahan-lahan dia tak hanya mengenalkanmu kepada orang tuanya, tapi juga saudara kandung sampai dengan om, tante bahkan sepupunya. Di luar dugaanmu, dia juga tak segan mengajakmu datang ke acara-acara keluarga besarnya. Terlebih keluarganya pun menyambutmu dengan sangat hangat.

2. Membuatmu merasa dekat dan nyaman dengan teman-teman atau lingkungan pergaulannya

Advertisement

Sikapnya saat mengenalkanmu pada teman serta lingkungan pergaulan di luar rumah tak berbeda jauh. Dia selalu mengutamakan kenyamanan kedua belah pihak – kamu beserta teman-temannya itu. Sebisa mungkin ia membuat teman-temannya membaur denganmu. Bukankah senang rasanya bisa lebih dekat dengan dunianya yang lain. Senang juga karena usahanya ini membuatmu bisa lebih mengenal karakter atau sisi lain dari dirinya.

3. Dia tak pernah mengelak membicarakan rencana masa depan. Semua ia tanggapi dengan penuh semangat

menanggapi kode-kodeanmu via dylandsara.com

Sekali waktu, kamu tak bisa menahan rasa penasaranmu. Kapan dia akan mengajakmu ke jenjang hubungan yang berikutnya. Pertanyaan standar seperti “Hubungan kita ini akan dibawa kemana?” terlontar dari mulutmu. Alih-alih mengelak, dia justru dengan semangat memaparkan rencana ke depan. Dimana kamu sudah otomatis masuk di dalamnya. Tanpa dipaksa, dia selalu melibatkan daam seluruh rencana penting dalam hidupnya. Termasuk rencana untuk mengajakmu melangkah ke jenjang selanjutnya.

Kamu tak perlu khawatir dan harusnya bisa membuatmu lebih tenang. Dia tidak sedang menghindar untuk menseriusimu, dia hanya sedang berupaya agar tak mengecewakanmu nantinya.

4. Perhatian dari dia selalu nyata. Dia yang pertama marah saat kamu seenaknya tak jaga kesehatan

perhatiannya nyata via advicefromatwentysomething.com

Kok belum makan siang? Nanti kalau maagnya kambuh gimana? Kamu nih kebiasaaan banget, kalau udah kerja lupa waktu. Sebelum makan berat jangan lupa makan buah dulu, biar asam lambungnya normal.

Mengingatkan makan siang buatnya bukan termasuk perhatian yang nyata. Sebab dia percaya, kamu itu sudah cukup dewasa untuk bisa mengatur dirinya sendiri. Tapi saat kepercayaannya itu kamu rusak dengan sikap seenaknya, seperti tak menjaga kesehatan, dia jadi orang pertama yang marah dan segera menasehatimu. Tenang, marahnya dia itu sebenarnya bagian dari kekhawatiran. Buatnya kamu itu berharga, dan perlu dijaga.

5. Mengajakmu lebih giat menabung, nggak hanya untuk modal nikah tapi juga kehidupan berumah tangga pasca-pernikahan

nabung bareng via www.cosmopolitan.com

Menyemangati kerja sih sudah biasa, tapi kebiasaannya mengingatkan kamu untuk menabung itu tak biasa dan perlu kamu pahami lagi. Dia tak tanpa alasan mengajakmu menyisihkan penghasilan. Di balik diamnya, dia membantumu menyiapkan modal untuk masa depan, sama seperti yang dia lakukan sekarang. Sebab cowokmu ini tahu, meteri itu nggak hanya dibutuhkan untuk biaya nikah aja, tapi kehidupan pasca pernikahan itu yang lebih penting dari sebuah resepsi mewah.

Belanja secukupnya dan seperlunya aja, supaya ada sisa untuk ditabung.

Dengan kata lain, dia juga mengajarkanmu mengatur keuangan dengan baik. Secara kelak kamu akan jadi rumah tangga yang punya kendali atas hal itu.

6. Dia tak pernah mengabaikan keberadaanmu, sesibuk apapun harinya menghubungi kamu selalu disempatkannya

dia berusaha selalu ada via favim.com

Saat sedang sibuk kalian memang saling cuek, tapi bukan berarti dia tak mengingat keberadaanmu di hidupnya. Tanpa pernah kamu minta, dia pun menyisihkan sedikit waktu untuk menghubungimu. Di waktu yang sedikit itu dia sebisa mungkin menggunakannya membuatnya efisen dengan obrolan ringan dan sesekali guyonan. Kalau sebegini pedulinya dia kepadamu, apa iya kamu masih ragu dengan keseriusanya? Dia melakukan ini sekaligus untuk belajar sebagai kepala keluarga. Kelak sesibuk apapun hari-harinya, dia tetap perlu memperhatikan keluarganya itu.

7. Saat kamu membagi mimpi tentang masa depan, dia tulus mendukung dan bahkan menambahkannya dengan harapan yang dia punya

Aku pengen banget punya usaha toko buku indie gitu, kayak dua penulisnya The Dusty Sneakers.

Iya lebih seru lagi kalau toko bukunya digabung sama kafe atau toko pop art gitu. Makannya semangat ngumpulin modal yuk. Biar bisa terlaksana…. 🙂

Membayangkan sesuatu yang masih terlihat jauh kesannya memang membuang waktu. Tapi dia tak menyepelakan apa yang kamu mimpikan itu. Justru dia tak segan-segan menambahinya, menyemangatimu, serta mengaminkan. Siapa yang tahu kalau dalam hatinya dia ingin sekali mewujudkan mimpimu itu bersama-sama. Sebab masa depan yang panjang itu memang harus dirancang dari sekarang.

8. Kerja kerasnya membangun karir serta usahanya untuk mengerti kamu, menjadi salah satu pondasi untuk merancang masa depan bersama

kerja kerasnya mengenal kamu via dylandsara.com

Sibuk banget ya hari ini?

Iya lagi banyak project, doain ya biar makin naik levelku di kerjaan. Lumayan biar nanti dimasa depan tenang. Kamu jangan lupa istirahat, kalau kerja tahu waktu juga ya!

Masa depan bersama itu nggak cuma butuh materi, tapi pengertian dari kamu dan dia terhadap karekter pasangan. Dia tahu kamu itu orang yang mudah panik, dan sering lupa menjaga dirinya sendiri. Karena itu, sepadat apapun kegiatannya, perhatian dan kepedulian dia ke kamu tak pernah terlewakan.

Percaya dengan keseriusannya itu sederhana. Tanpa ucapan melamar pun kamu sudah bisa tahu, dia bukan tipikal cowok yang masih mau main-main. Kalau dia belum mengutarakan maksudnya, itu bukan kerena belum kepikiran ke arah sana. Siapa tahu dia sedang mempersiapkannya dengan matang, dan kamu tinggal tunggu waktu yang tepat itu datang.