Membalas Curhatmu: Pahit Manisnya Naksir Teman Sendiri. Harus Diungkapkan atau Dipendam Saja, sih?

Naksir Teman Sendiri

Jatuh cinta itu kadang memang nggak lihat-lihat dulu. Kalau boleh memilih, mungkin kamu malas juga jatuh cinta sama teman sendiri. Ya, nggak? Soalnya pasti ribet. Dipendam saja menyakitkan, tapi kalau diungkapkan takut merusak persahabatan. Bukan cuma soal takut ditolak lalu jadi awkward, tapi juga takut hubungan gagal dan kalian nggak lagi bisa berteman.

Advertisement

Pernah nggak sih kamu berada di posisi ini? Memendam perasaan pada sahabatmu sendiri? Kalau dia curhat soal orang lain, kamu hanya bisa menahan sakit dalam hati sambil pura-pura bahagia nge-ceng-in dia? Kalau kamu pernah mengalami, mungkin kamu tahu juga rasanya menjadi 11 orang ini yang sudah curhat di #MisCur Hipwee edisi 2 Januari 2020. Naksir teman sendiri? Nyesek-nyesek-hepi gimana gitu deh …

1. Biasanya memang yang suka ngisengin teman berlebihan itu punya perasaan istimewa, sih. Hayo, dulu siapa yang paling sering kamu isengin?

Mungkin ini salah satu kisah cinta manis yang berawal dari masa remaja. Dari yang awalnya salik ledek di kelas, terus saling perhatian, dan saling suka, sampai akhirnya bisa bersama di pelaminan. Kalau difilmkan, mungkin bakal saingan dengan film Teman Tapi Menikah nih 😀

2. Sesedih-sedihnya perpisahan adalah perpisahan tanpa selamat tinggal. Bingung juga sih ya harus move onnya bagaimana

Kalau ini, kemungkinan kamu menjadi ghosting tapi versi persahabatan. Jadi dia nggak datang tiba-tiba, hanya perginya saja yang tanpa penjelasan apa-apa. Well, bingung juga sih mau menyarankan apa. Karena memang nggak ada yang lebih membingungkan daripada ditinggalkan tanpa pamitan. Semoga hal-hal baik segera datang padamu, ya …

Advertisement

3. Yang paling ditakutkan dari menjalin hubungan dengan teman sendiri adalah bila hubungan tak berhasil, dan gagal berteman lagi

Selain takut membuat pertemanan jadi awkward bila ternyata dia nggak punya rasa yang sama, khawatir pertemanan berantakan saat hubungan gagal juga menjadi alasan lain rumitnya naksir teman sendiri. Karena kamu nggak hanya kehilangan kekasih, tapi juga sahabat sendiri. Tapi syukurlah bila pertemanan tetap baik-baik saja saat hubungan asmara diakhiri. Kamu dan dia tentu sudah berpikir sangat dewasa tentang hal ini.

4. Mau marah nggak punya hak, tapi dipendam juga nyesek, diungkapkan takut pertemanan berantakan. Sulit memang …

Mungkin sikapnya yang demikian dikarenakan memang dia nggak tahu perasaanmu dan merasa hubungan ini memang hanya sebatas persahabatan. Memang inilah risiko menjadi pihak yang memendam rasa. Nggak punya hak untuk marah dan cemburu padahal dalam hatinya terluka. 🙁

5. Tak hanya terbentur dengan status pertemanan, tapi juga keengganan mengungkapkan perasaan karena menjadi perempuan

Sebenarnya nggak ada yang salah dengan menyatakan cinta duluan meski kamu perempuan. Karena yang namanya jodoh ‘kan memang harus diperjuangkan. Siapa tahu dia juga punya perasaan yang sama, tapi merasa belum yakin untuk mengungkapkannya. Tapi yang namanya menyatakan perasaan tentu ada dua kemungkinan antara ditolak dan diterima. Salah satunya berisiko membuat pertemanan menjadi awkward. Nah, setelah tahu risikonya, kamu bisa menentukan sendiri mana yang paling nyaman buatmu. Nggak bisa dipukul rata, karena setiap orang pasti punya pertimbangan yang berbeda-beda.

Advertisement

6. Momen jatuh cinta yang paling manis adalah ketika kita memperbaiki diri sendiri untuk menjadi sosok yang layak bersanding di sisinya

Bagian terbaik dari jatuh cinta, sekaligus bagian paling romantis adalah, diam-diam membuat diri sendiri menjadi sosok yang lebih baik agar bisa menjadi orang yang layak bersanding dengannya. Bukan berarti mengubah diri sendiri, tapi bila menjadi lebih baik, apa salahnya? Meski belum berakhir bahagia, setidaknya kamu sudah lega karena nggak lagi harus memendam perasaanmu ‘kan?

7. Cinta bisa berawal dari mana saja, termasuk rasa senasib sepenanggungan atas sebuah persoalan

Sebuah awal yang baik bahwa kamu mengerti bahwa ini bukanlah jalan yang benar. Sebab, terkadang perasaan itu memang perlu dikoreksi terlebih dahulu. Apakah rasa jatuh cinta itu benar-benar cinta atau sekadar merasa nyambung karena kebetulan kalian mengalami masalah yang sama? Apakah perasaan itu benar-benar karena dia sosok yang menarik hatimu, atau hanya karena kamu jenuh dengan pacarmu dan menginginkan sosok yang baru? Lantas, bagaimana dengan hubungan dengan kekasihmu saat ini? Bila sudah benar-benar sehat, mengapa kamu masih bersedia bertahan? Dengan mempertimbangkan banyak hal seperti ini, kamu akan memilih keputusan yang paling bijak. Semangat!

8. Kalau kamu di posisi naksit teman sendiri, jalan apa yang akan kamu ambil di sini?

Sebelum menyatakan perasaan, sudahkah kamu membaca gerak-geriknya? Bagaimana sikapnya padamu sehari-hari? Apakah kamu merasakan ada yang berbeda dari sikapnya kepada orang lain dan kepadamu? Selain itu, pahami dulu risikonya dari mengungkapkan perasaan kepada sahabt sendiri. Kamu bisa saja jadian, dan bisa pula justru berhenti berteman. Jika menurutmu memang ada sinyal-sinyal hijau darinya, dan kamu pun bisa menerima segala risiko di balik keputusan, mengungkapkan rasa bisa menjadi opsi tepat supaya kamu lega.

9. Pertemanan memang rawan membelok jadi perasaan spesial. Melewatkan banyak waktu bersama dan obrolan yang nyambung memang bikin nyaman, bukan?

Sebenarnya jatuh cinta kepada teman sendiri itu bukan hal yang aneh kok. Bahkan wajar banget. Karena cinta itu bisa datang dari rasa nyaman, dan pertemanan adalah salah satu wadah yang paling gampang. Terbiasa hangout bareng, ngobrol berlama-lama dan tetap nyambung tanpa bosan, hal ini kan yang membuatmu nyaman bersamanya? Saat sudah nyaman, benih-benih cinta itu mudah sekali bertumbuhnya. Jadi, buatmu yang naksir teman sendiri, kamu nggak aneh apalagi kebaperan semata, kok.

10. Sinyal sama-sama nyaman sudah terbaca, tetapi banyak juga yang tetap memilih menjalani hubungan sahabat rasa pacar

Tak ada lagikah cara untuk mencari kontaknya? Kamu bisa memanfaatkan media sosial yang saat ini menjadi tempat paling gampang untuk mencari seseorang. Maksudnya, bila bukan untuk hubungan asmara, menjalin persahabatan lama juga nggak ada salahnya ‘kan?

11. Yang ada memang biasanya akan dicari saat nggak ada. Kalau sudah begini tinggal kamu yang harus kuat hati mengambil keputusan

Dikejar-kejar oleh orang yang dulu kita sukai memang menyenangkan. Tapi jangan terlalu bahagia dulu hingga melupakan segalanya. Karena perasaannya sekarang itu patut dipertanyakan. Apakah dia benar-benar tulus mencintaimu, atau hanya sekadar enggan kehilangan perhatian yang kamu berikan padanya selama ini.

Kalau menyimak cerita-cerita di atas, problem utama dari naksir teman sendiri adalah kekhawatiran akan merusak hubungan jika perasaan itu diungkapkan. Karenanya, banyak yang memilih untuk memendam perasaan dan pura-pura biasa saja.

Memang setiap keputusan itu ada risikonya masing-masing. Mengungkapkan perasaan ada risiko ditolak dan hubungan jadi awkward, tapi juga berkemungkinan tersibak bahwa kalian sebenarnya memiliki rasa yang sama. Sementara memilih memendam rasa, memiliki risiko harus patah hati diam-diam saat dia memilih orang lain dan harus pura-pura bahagia karena di status ini kamu adalah sahabatnya. Mana pun yang kamu pilih, semoga kisah cintamu berakhir manis, dengan atau tanpa dia, ya~

Ingin curhatmu dibalas juga? Jangan lupa untuk ikutan #MisCur setiap hari Kamis di Instagram @hipwee ~

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Penikmat kopi dan aktivis imajinasi

CLOSE