“Ji, jangan diam mulu. Jalan sana!”
“Berisik! Loe tau kan gue baru putus?!”
“Iya, tapi obat patah hati kan nyari lagi,”
“Ya tapi ini mah nyari pelarian kalau baru putus gini,”

Kata orang, obat patah hati paling ampuh adalah mencari tambatan hati yang baru lagi. Mau kamu baru ditolak, diputus hingga gebetanmu ditikung teman, cara paling ampuh untuk mengobati rasa sakitnya adalah dengan berani keluar dan mencari pujaan hati yang baru lagi. Dengan begitu, segala rasa sakit hati yang kamu rasa akan tertindih dengan perasaan cinta baru yang hadir dalam hidupmu.

Advertisement

Hanya saja, kamu tetap harus hati-hati dalam mencari tambatan hati baru ini. Ingat, niatmu adalah mencari tambatan baru, bukan sekadar mencari pelarian atas sakitnya hatimu. Jadi ungkapan obat patah hati adalah jatuh cinta lagi tak perlu kamu percaya sepenuhnya. Karena memilih sendiri dulu setelah patah hati justru jadi cara terbaik.

Meski kamu merasa sakit hati, tapi bukan berarti kamu boleh juga menyakiti orang lain. Sikapmu ini tentu nggak adil buat orang yang kamu sakiti

jangan menyakiti yang lain via www.popsugar.com

Tak ada yang menyangkal bahwa patah hati memang menyakitkan. Setelah kamu benar-benar yakin menaruh hatimu pada orang yang tepat, dikhianati adalah tamparan yang menyakitkan. Tapi bukan berarti kamu boleh balas dendam pada sembarang orang. Meski hatimu sakit, tapi kamu tetap harus jadi orang baik. Jangan balas menyakiti hati orang lain hanya karena kamu dulu juga tersakiti. Orang yang menjadi pelarianmu tak salah apa-apa. Jangan jadi orang yang tega dengan menyakitinya. Tentunya sikapmu ini nggak akan adil buat dia yang baru datang dalam kehidupanmu.

Kamu pun harus mempertimbangkan perasaan dia yang jadi pelabuhan hati barumu. Siapkah kamu menerima cinta baru tanpa mengungkit masa lalu?

tak mengungkit masa lalu via galleryphotoonline.blogspot.co.id

Menemukan tambatan hati yang baru memang tak semudah mencintai untuk pertama kali. Jika dulu kamu bisa jatuh cinta pada seseorang dengan mudah sejak pandangan pertama, setelah kamu mengalami perihnya sakit hati, semua tak bisa semudah itu lagi. Sebelum kamu menemukan hati baru sebagai pelabuhan cintamu, kamu wajib bertanya pada dirimu. Siapkah kamu menerima cinta yang baru tanpa lagi mengungkit cintamu di masa lalu? Tujuannya bukan apa-apa. Tapi agar kamu bisa mencintainya secara tulus. Bukan malah menyakitinya karena kamu masih saja teringat masa lalu.

Sebenarnya kamu tak perlu terburu-buru mencari pengganti cintamu. Biarkan dulu waktu mengobati lukamu, lalu buka lembaran baru

biarkan waktu sembuhkan luka

Advertisement

Butuh waktu untuk bisa mengobati luka di hati. Lamanya waktu untuk mengobati sakit hati jelas berbeda bagi tiap orang. Ada yang cepat dan ada pula yang lambat. Karena itu kamu tetap harus bersabar dan tak terburu-buru mencari hati yang baru. Biarkan dulu waktu mengobati hatimu secara perlahan. Sembari menanti lukamu benar-benar kering dan sembuh, kamu bisa melakukan banyak hal kok. Mendalami hobimu, bermain dengan teman-temanmu hingga bertemu dengan orang-orang baru akan membantu mempercepat sembuhnya luka di hatimu. Baru setelah itu kamu boleh mencoba mencari hati yang baru.

Sebelum mencari tambatan hati yang baru, yakini dulu kesiapan hati. Terburu-buru memilih tambatan yang baru justru bisa makin menyakiti

bisa makin menyakiti via id.pinterest.com

Mengobati sakit hati sejatinya tak boleh buru-buru. Sebelum kamu mencari hati baru untuk mengobati sakit hati yang kamu rasa, kamu harus yakin terlebih dulu bahwa hatimu sudah siap. Sudah siapkah kamu menerima hati yang baru? Jika kamu memaksa bahwa mencari hati yang baru sebelum kamu benar-benar move-on dari masa lalu, yang ada bukan malah sakit hatimu terobati tapi justru hanya akan menambah sakitnya hatimu. Kamu yang tak bisa mencinta sepenuhnya bakal tambah tersakiti karena orang yang kamu anggap obat sakit hatimu lebih memilih pergi daripada dicintai setengah hati.


Urusan luka di hati memang menyakitkan. Tak ada yang menyangkal bahwa untuk mengobatinya butuh waktu dan usaha yang tak mudah. Namun jangan sampai mencari pelarian ya. Biar bagaimanapun, kamu butuh cinta yang utuh bukan sekadar pelampiasan yang berujung pada sakit hati lagi.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya