Jangan Hanya Fokus Soal Lamaran, 6 Pencapain Kecil dalam Hubungan ini Juga Patut Dirayakan

Pencapain Hubungan

Lamaran dan pernikahan seringkali dianggap sebagai pencapaian terbesar dalam hubungan. Keduanya menandai bahwa hubungan sudah naik tingkat dan ada kemajuan. Karenanya, jika dua hal itu belum didapatkan, apa yang dijalani seolah sia-sia dan sama saja.

Advertisement

Di satu sisi, mungkin benar bahwa pernikahan adalah tingkatan lain dalam sebuah hubungan. Namun, dalam kehidupan sehari-hari ada banyak pencapaian hubungan yang luput disyukuri, apalagi dirayakan. Padahal momen-momen ini mungkin berpengaruh besar atas hubungan kalian. Misalnya beberapa momen berikut ini~

1. Pertama kali salah satu dari kalian menangis di depan yang lain. Bukti sudah sama-sama terbuka dan nyaman

menangis di depan pasangan via genteflow.bid

Menangis bukanlah hal yang sederhana bagi sebagian orang. Tangis rentan disalahpahami sebagai karakter yang lemah. Walaupun itu jelas nggak benar, tetapi, kenyataannya memang nggak semua orang bisa dan terbiasa menangis di depan orang lain. Selain malu karena tangis akan membuat penampilan kacau, gengsi juga sih. Nah, kapan pertama kali kamu menangis di depannya? Atau mungkin dia menangis di depanmu? Momen ini patut diingat, karena sejak saat itulah kamu berani terbuka kepadanya. Termasuk menunjukkan ekspresimu yang paling rentan.

2. Mungkin nggak semua orang terbiasa menangis di hadapan orang lain. Tapi momen pertama dia membuka diri tentang hal-hal rahasianya itu tanda bahwa kalian sudah saling percaya

terbuka soal hal-hal rahasia via www.rd.com

Selain tangis, keterbukaan juga terlihat dari apa-apa yang dibicarakan oleh kalian berdua. Bila selama ini kalian cuma membahas soal apa yang kelihatan, harga beras, gosip artis, masalah politik, dan hal-hal umum lain, mungkin kalian masih sama-sama menahan diri. Tapi, bila obrolan kalian sudah berkembang ke arah personal, seperti proyeksi di masa depan, rencana hidup, hingga rahasia-rahasia yang sifatnya sangat pribadi, itu artinya kalian sudah saling mempercayai. Hal-hal seperti ini bukankah patut juga disyukuri?

Advertisement

3. Memang belum resmi dilamar, tapi dikenalkan dengan teman-temannya juga sebuah pencapaian besar

dikenalkan ke teman-teman via www.123rf.com

Mungkin bagi sebagian besar orang, dikenalkan kepada keluarga adalah lompatan hubungan yang besar. Tapi bagaimana dengan diperkenalkan kepada teman-temannya? Dibawa masuk ke dunianya? Hal yang sama pun kamu lakukan. Memperkenalkannya pada teman-temanmu, dan memberitahunya tentang duniamu yang nggak ada dianya. Bukankah ini sebuah tahapan bahwa hubungan kalian bukan lagi sekadar “Aku nyaman sama kamu, yuk, kita jalan”?

4. Bagaimana dengan masalah yang ada? Kapan pertama kali kalian bertengkar karena soal serius dan akhirnya baikan

bertengkar lalu baikan via www.123rf.com

Meski pertengkaran nggak selalu buruk, tapi mungkin nggak ada pertengkaran yang disyukuri. Lain halnya bila pertengkaran itu berhasil dihentikan. Persoalan yang memicu cek-cok berhasil diselesaikan dengan solusi yang masuk akal bagi kedua belah pihak. Hal-hal semacam ini patut disyukuri dan dirayakan kan? Karena kalian bisa tetap bertahan meski mungkin tadinya sempat merasa frustrasi terhadap masing-masing. Karena kalian berhasil menyatukan dua kepala dan tetap bisa bersama meski berbeda. Karena kalian berhasil melewatinya?

5. Pertama kali salah satu menghadapi masalah besar, dan yang lain sukses mendampingi hingga urusan kelar

saling mendampingi saat ada masalah via unsplash.com

Namanya juga hidup, terkadang masalah datang tanpa prediksi. Namun, seberat apa pun persoalan itu, akan terasa lebih ringan bila ada seseorang yang menemani di sisi. Meski pada akhirnya, penyelesaian atas masalah menjadi tanggung jawab sendiri karena nggak semua persoalan kita bisa dibantu oleh orang lain. Sudahkah kalian mengalami momen ini? Ketika salah satu harus menghadapi persoalan besar, dan yang lain tetap menemani di sisi meski itu satu-satunya yang bisa dilakukan? Kelak setelah masalah itu usai, kalian akan saling berterima kasih karena sudah bertahan dan sudah mendampingi.

Advertisement

6. Ketika kamu sudah bisa kentut dan sendawa di depannya tanpa takut ditinggalkan. Momen kenyamanan seperti ini patut dirayakan

habis kentut malah ketawa via unsplash.com

Kapan definisi “nyaman” bisa kamu sematkan dalam hubungan kalian? Mungkin salah satu indikator atau tanda yang bisa dilihat adalah, kapan kamu berani kentut dan sendawa di depannya tanpa khawatir membuatnya risi ataupun ditinggalkan? Kenyamanan yang terpeta dari sikap tanpa tedeng aling-aling ini menggambarkan banyak hal. Ke depan, hari-hari kalian akan lebih mudah karena sudah sama-sama menerima kehadiran masing-masing. Mungkin bukan cuma soal kentut dan sendawa, melainkan terbuka atas hal-hal lainnya.

Waktu adalah hal yang penuh misteri. Kebersamaan dengan orang-orang tersayang mungkin nggak berlangsung selamanya. Sebab, siapa yang tahu apa yang bakalan terjadi dalam waktu dua atau tiga hari mendatang? Karenanya, mensyukuri setiap kebersamaan dan merayakan pencapaian-pencapaian kecil dengan orang tersayang selalu patut dilakukan. Karena meski sama-sama belum berani melangkah ke jenjang selanjutnya, hubungan kalian bukannya tanpa progres apa-apa, kok.

Advertisement
loading...
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Pecinta harapan palsu, yang berharap bisa ketemu kamu.

Editor

Penikmat kopi dan aktivis imajinasi

CLOSE