Persahabatan memang seharusnya bisa dijalin dengan siapa saja tanpa menjadikan suku, ras, ataupun tingkat ekonomi sebagai tembok penghalang. Itu adalah hak dari setiap orang. Hubungan pertemanan antara pria dan wanita sudah menjadi hal yang umum bagi sebagian besar populasi di dunia. Sudah banyak contoh persahabatan seperti ini yang bisa bertahan hingga masa tua. Namun, tidak sedikit juga persahabatan yang terusik karena campur tangan perasaan yang tumbuh dari salah satu pihak.

Persahabatan spesial yang terjadi diantara seorang pria dan wanita, yang dibumbui perasaan suka dari salah satunya diberi label “friendzone“. Ya, hal seperti ini memang lumrah terjadi, dan memang dibenarkan oleh quote dari Oscar Wilde.

Advertisement

Between men and women there is no friendship possible. There is passion, enmity, worship, love, but no friendship.

Perbedaan sudut pandang dalam menanggapi sesuatu terkadang menjadi faktor nomer satu terjadinya hal ini. Kenyamanan adalah faktor utama lainnya. Apakah kamu salah satu dari sekian banyak orang yang mengalami hal ini? Lalu, bagaimana dengan persahabatan kalian? Jangan pernah sekali-kali berpikiran untuk memutus hubungan ini. Karena seiring berjalannya waktu, persahabatanmu akan menjadi lebih dewasa dan akan menguntungkan kalian nantinya.

1. Merekatkan hubungan yang sempat retak memang bukan perkara gampang. Kalian berdua harus sama-sama punya kemauan.

Selesaikan, ini masalah kalian berdua.

Selesaikan, ini masalah kalian berdua. via tinablogsalot.wordpress.com

Akan selalu ada kecanggungan yang terjadi di antara kalian setelah membicarakan tentang perasaan yang kalian rasakan. Akan ada dua kemungkinan yang terjadi, salah satu dari kalian menjauh untuk menetralisir keadaan atau atau salah satu akan menjauh karena malu.

Advertisement

Jika hal ini terus berlanjut, persahabatan kalian akan menjurus pada komunikasi yang tidak sehat. Solusinya? Ambil inisiatif buat memberikan saran kepada satu sama lain dan buat suasana senyaman dulu. Dengan penjelasan yang enak dan tidak menyinggung, perasaan suka salah satu dari kalian akan tertata ke tempat semula, dan kembali menjadi “sebatas” sahabat.

2. Walau sempat memendam rasa, bercanda jadi cara untuk mencairkan suasana. Kadang, guyonan tentang friendzone dulu bisa menetralkan hubungan kalian berdua.

Kita baek nggak canggung.

Kita baek nggak canggung. via tumblr.com

Perasaan sudah kembali ke tempat yang semestinya, keadaan pun sudah gak kerasa canggung lagi. Kalian akan kembali leluasa bersenda gurau seperti sedia kala. Bahkan, Kalian bisa bahas momen friendzone aneh kalian sebagai joke. Pasti kalian bakal ketawa ngakak dan berpikir…

Serius aku khilaf, pikiranku lagi sehat waktu itu. Hahahahaha.

Momen awkward nggak penting pun udah resmi terhapus dari masa penyembuhan hubunganmu dengan sahabat.

3. Pernah melalui ujian persahabatan, kalian justru bisa saling mendukung. Tak perlu lagi saling JAIM satu sama lain.

Kita nggak jaim.

Kita nggak jaim. via www.tumblr.com

Dengan terselesaikannya masalah ini, kalian udah nggak perlu jaim lagi dalam segala hal. Seperti penampilan, cara ngomong, atau mungkin cara makan anehmu yang sebenernya dia udah familiar banget. Toh, kamu udah kembali mendapatkan kenyamanan bersama dia. Kalian bisa benar-benar saling mendukung dan memberikan masukan yang bisa membantunya berkembang nantinya.

4. Kamu akan kembali pada sahabat lama. Seseorang yang akan siap menemani saat kamu butuh kapan saja.

Dia selalu ada, kok.

Dia selalu ada, kok. via losmitoteros.com

Kamu tidak perlu khawatir, karena putusnya persahabatan kalian karena embel-embel cinta, tidak akan terjadi. Penyelesaian sudah ada, kamu pun tetap mempunyai sosok yang bisa diandalkan. Di saat kamu sedang laper banget tapi mager di titik puncak, minta tolong sahabatmu buat beliin makanan pun masih bisa. Seperti biasanya. Dan nantinya bakal dimakan bareng, ‘kan.

5. Waktu salah satu dari kalian punya pacar atau gebetan, pasti bakal ada momen saling pamer. Bukan berarti saingan, tapi sekadar seru-seruan…

Aku ledekin nih kamu, sob.

Aku ledekin nih kamu, sob. via www.theguardian.com

Perihal menaruh hati pada sahabat sudah selesai. Sudah ada penjelasan resmi yang menegaskan bahwa kenyaman sebagai sahabat adalah nomer satu. Kalian juga berhak dong naksir sama orang lain dan jadiin mereka sebagai gebetan. Saling pamer tentang gebetan teranyar adalah hal lumrah yang akan kamu dengar nantinya. Bahkan saling ledek juga seru banget buat bumbu-bumbu persahabatan kamu.

6. Saling mendoakan jadi rutinitas tak terlewatkan. Harapannya sih, semoga nantinya gak terjadi friendzone lagi.

Selalu kudoakan walau tak pernah terucap.

Selalu kudoakan walau tak pernah terucap. via www.redealeluia.com.br

Sebagai sahabat yang selalu mendukung semua hal positif untuk masa depannya, saling mendoakan adalah juga menjadi terpenting setelahnya. Hal-hal ajaib yang akan diberikan Tuhan siapa yang tau. Semoga kita selalu diberi kesehatan supaya bisa hang out, cerita-cerita hal yang nggak penting, bahkan marahan, sampai kapan pun.

7. Persahabatan yang long-lasting adalah impian semua orang. Dia adalah bagian dari dirimu, baik yang sekarang maupun nanti di masa depan.

Tetap seperti ini sampai nanti ya, sohibku.

Tetap seperti ini sampai nanti ya, sohibku. via theadventuresofcuriosityandhercat.wordpress.com

Jangan sampai masalah gara-gara karena ketidak seimbangan antara logika dan perasaan membuat persahabatnmu terputus. Kalian sudah bisa menyelesaikan dengan baik, akan terasa semakin baik jika kalian masih tetap menjadi orang terdekat bagi satu sama lain sampai rambut kita ditumbuhi uban. Tetap bersenda gurau ditemani pasangan masing-masing sambil mengenang hal-hal konyol pasti akan membuat hidup kita semakin berarti.

Menyangkut pautkan dengan perasaan memang tidak salah, tapi siapa pun juga membutuhkan logika untuk menyeimbangkan setiap keputusan untuk kedepannya. Semoga persahabatan pasca friendzone-mu berakhir dengan manis ya, guys.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya