Setiap orang pasti punya harapan bahwa hubungan mereka berjalan mulus dan berakhir dengan bahagia di masa depan. Namun di kenyataan, hubungamu dengan dia yang sudah terjalin lama justru kandas di tengah jalan. Entah apapun penyebabnya, perpisahan ini terasa menyesakkan.

Untuk beberapa saat pikiranmu tak pernah lepas dari perpisahan ini. Terlebih bayangan masa-masa yang lalu yang entah kenapa semakin sering hadir. Membuatmu kembali berpikir jika perpisahan ini jalan buntu dan akhir dari segala harapan yang ada.

Padahal pikiranmu hanya bentuk dari kekecewaan. Namun sampai kapan kamu harus tenggelam di dalamnya? Seberapa pun sakit menerima kenyataan tentang perpisahan, kamu tetap harus kembali bergerak maju ke depan. Di hidupmu masih banyak jalan yang harus ditempuh.

Sebab itu, kamu perlu merenungkan kembali kesedihan dan kekecewanmu itu. Tarik napas dalam-dalam dan pikirkan dengan tenang dan matang.

1. Selama napasmu masih ada, perpisahan hanya cobaan kecil untuk menuju awal baru yang tak boleh disia-siakan begitu saja

Selama masih bisa bernapas, perpisahan bukanlah akhir via favim.com

Advertisement

Tak ada satupun orang yang mengharapkan adanya perpisahan. Seperti halnya kamu yang tak pernah menyangka jika hubungan kalian berakhir dengan perpisahan yang cukup menyakitkan. Dia memilih meninggalkanmu dengan alasan yang sulit untuk diterima. Namun, apapun penyebab perpisahan itu hidupmu ini masih akan terus berlanjut, selama napas masih ada didirimu.

Perpisahan ini tak lebih dari cobaan kecil yang menuntunmu menuju awal yang baru. Sebab itu, kamu tak bisa terus berlarut dalam kesedihan. Luka yang tergores sudah pasti sakit, tapi percaya luka itu kelak akan mengingatkanmu tentang hidup yang ternyata semakin membaik setiap harinya. Jadi mulai dari sekarang juga kamu harus membuka pintu baru di hadapanmu. Tengok dunia baru yang ada di dalamnya, dan jangan pernah sia-siakan segala hal yang terlintas.

2. Sebab hidupmu ini perlu perubahan, dan perpisahan salah satu batu loncatan yang memaksamu berani menghadapi zona ketidaknyaman

menghadapi zona tak nyaman via favim.com

Sehari atau dua hari memang tak cukup mengubur kenangan beserta semua kebiasaan yang sudah sekian lama dijalani. Pikiranmu sendiri seperti tak mau melepaskan itu semua. Namun ada hal yang harus diingat kembali, jika hidup selalu membutuhkan yang namanya perubahan. Sedangkan perubahan tak selamanya sesuai dengan harapan dan datang di luar kuasa, layaknya perpisahan ini.

Bagi sebuah perubahan, perpisahan ini salah satu batu loncatan yang memaksamu untuk berani maju dan menghadapi zona ketidaknyamanan. Jika sebelumnya perubahan ini tak pernah terbayangkan, sekalipun hubungan kalian sudah menunjukkan gelagat yang kurang sehat. Tapi ternyata Tuhan punya cara lain untuk memaksamu membua mata, bahwa perubahan ini perlu. Sebab kamu masih selalu punya kesempatan memiliki kisah yang lebih baik.

3. Semakin cepat kamu move on, akan semakin cepat pula kamu membuka kebahagian baru

Move on demi kebahagian yang lain via papasemar.com

Kata move on bisa terlontar dengan mudahnya dari mulut setiap orang. Tapi belum tentu setiap orang bisa mempraktekan kata itu. Kenangan seperti permen karet yang bekasnya sulit sekali dhilangkan. Setiap kali melihat bekas itu, ada rasa sedih dan kecewa yang bercampur aduk di dirimu. Seolah bekas itu pula yang menahanmu untuk beranjak.

Padahal demi mendatangkan kebahagian baru yang bisa memeluk dirimu dan menuntunmu beranjak, kamu harus segera melupakan segala hal yang menahanmu. Dengan kata lain, kamu memang diharuskan untuk bisa cepat move on. Lagipula apa gunanya merawat kenangan yang hanya memberatkan langkahmu.

4. Menerima perpisahan memang tak mudah. Tapi percaya, kelak pelajaran yang kamu terima akan membuat kamu bersyukur

pelajaran yang ada membuat kamu bersyukur via backdropwallpaper.com

Bukan cuma kamu yang merasa perpisahan ini sulit untuk dijalani. Hampir setiap orang pun merasakan hal yang sama. Tapi kalau mereka saja bisa melewati, kenapa kamu tidak? Saat ini kamu boleh saja kesal jika ada salah satu dari mereka yang memberi nasehat untuk mensyukuri perpisahan. Sebab di pikiranmu mana ada hal yang tak menyenangkan bisa disyukuri.

Tapi percaya, kelak saat luka perpisahan ini sembuh, kamu justru akan bersyukur dan mengganggap pikiranmu yang dulu itu terlalu konyol juga egois. Sebab kelak pikiranmu sudah mulai bisa merenungkan perpisahan ini dengan tenang dan matang, membuat pelajaran tentang kesabaran juga keikhlasan benar-benar terasa didirmu kini. Yang jelas, perpisahan akan menuntunmu menjadi pribadi yang ikhlas.

5. Perpisahan juga yang akan membuat kamu lebih berhati-hati, untuk memilih, dan menentukan siapa yang tepat menemanimu di masa depan nanti

kamu akan lebih berhati-hati via stillacocoonut.wordpress.com

Jodoh terbaik untukmu memang Tuhan yang sepenuhnya tahu. Tapi, melalui perpisahan Tuhan perlahan-lahan mengajarkan kamu mengerti orang yang tepat untuk menemani masa depanmu nanti. Kamu sudah paham tipe-tipe laki-laki yang harus dihindari oleh hatimu. Kamu akan lebih berhati-hati memilih dan menentukan kepada siapa hati kamu akan berlabuh.

Anggap saja perpisahan ini proses belajar sekaligus kesempatan untukmu mendapatkan pengalaman. Bukan akhir dari segalanya, sebab di depan sana masih ada kejutan yang menunggu dijemput oleh mu.

Sebab jodoh yang sesungguhnya itu tak akan meninggalkanmu dengan luka.