Rasanya punya pacar setelah sekian lama sendiri

Putus dari dia yang memilih pergi, meninggalkan memang buatmu goyah. Patah hati yang tak terkira kamu rasakan berbulan-bulan lamanya. Setelahnya, kamu memilih untuk hidup sendiri. Semua atas nama trauma dan lebih ingin menjaga hati. Kesendirianmu tak hanya kamu lalui satu atau dua tahun. Kalau dihitung-hitung, mungkin lebih dari jumlah jari yang ada di satu tangan.

Setelah terjebak kenyamanan hidup sendiri, akhirnya sosok baru datang. Dia menawarkan diri untuk melangkah bersamamu. Mungkin inilah jawaban atas doamu bermalam-malam dahulu. Kamu berdoa supaya ada seseorang yang hadir saat hatimu sudah siap menerima yang baru. Tak ada alasan untuk menolaknya. Kamu pun mengiyakan ajakan, Mau ya kita melangkah bersama?

Advertisement

Menjalin sebuah komitmen setelah terlalu lama sendiri memang tak mudah dilakukan. Ada beberapa hal nantinya akan kamu temui. Mungkin salah satunya seperti di bawah ini.

1. Ada desir aneh saat kalian jalan berdua. Maklum, kegiatan seperti ini sempat tak kamu lakukan bertahun-tahun lamanya

Eh, ternyata yang ngegandeng pacar sendiri~ via elizabethwellsphoto.com

Setelah bertahun-tahun lamanya nggak ada yang menggandeng tanganmu saat pergi ke suatu acara, ada desir aneh ketika dia melakukannya. Ya meskipun gandengan tangan adalah hal yang biasa, tapi bagimu sensasinya seperti kalian baru pertama kali menjalin hubungan. Pernah beberapa kali kamu hampir tersentak kaget karena tiba-tiba ada yang menggenggam tanganmu saat tengah berdiri sendiri. Ingin sekali menyampaikan hal ini padanya, tapi kamu tak kuasa.

2. Kalau dulu kemana-mana dilakukan sesuka hati, sekarang tidak lagi. Meski belum biasa, selalu ada pacar yang perlu dikabari

Eh iya sekarang udah ada pacar via elizabethwellsphoto.com

Dulu kamu merasa hidup seperti burung. Bebas pergi kemana-mana tanpa ada yang mengurung. Mau pergi impulsif  ke luar kota juga oke-oke saja. Toh sudah pamit ke keluarga. Tapi sekarang, ada satu sosok lagi yang membuat kabar menjadi penting untuk dibagi. Kamu jelas belum terbiasa. Namun pelan-pelan kamu yakin ketidakbiasaan ini akan menguap dengan sendiri.

3. Aneh bercampur bangga saat ada yang mengkhawatirkan selain keluarga. Tapi kadang sebal juga karena dia lebih protektif dari mereka

Bangga sekaligus kesal sih jelas ada~ via elizabethwellsphoto.com

Advertisement

Saat masih sendiri, lembur hampir setiap hari bisa saja kamu jalani. Namun sekarang, ada satu orang yang selalu mengkhawatirkanmu. Sekelebat rasa bangga memang menghampiri. Tanda kamu merasa senang dikhawatirkan seperti ini. Namun jika rasa khawatirnya sedikit berlebihan, kamu juga menjadi kesal. Sebab barang lembur sehari saja bisa menjadi perdebatan panjang.

Aku nggak suka kamu lemburnya nggak tahu aturan gini. Kalau sampai sakit, kamu juga kan yang rugi?

4. Meski selalu ada komentar orang yang menyertai, setidaknya kamu merasa lega tak lagi ditanya ‘nggak bosen lama-lama sendiri?’

Legaaaa~ via unsplash.com

Dalam hidup, memang selalu ada komentar orang yang menyertai. Saat pertama kali pacaran dulu, kamu pernah dibilang terlalu dini. Begitu putus, orang-orang selalu ingin tahu penyebabnya. Lalu saat kamu memilih sendiri, mereka sudah sibuk nyinyir tentang betapa nahasnya cewek yang masih sendirian.

Argh! Kamu sampai pusing sendiri kalau meladeni mereka.

Namun sekarang pusingmu tak sesakit dulu. Meski sekarang lebih sering ditanya kapan akan menikah, hal itu lebih baik daripada menjawab pertanyaan saat masih sendiri dulu. Sebab sekarang ada yang mem-pukpuk dan berada di belakangmu. Berbeda dengan dulu yang masih menjadi single fighter.

5. Tanpa sadar, kadang kamu lupa caranya menjaga perasaan pacar. Kumpul-kumpul dengan teman lawan jenis pun masih kamu lakukan

Aduh, maaf Yang~ via unsplash.com

Terlalu lama sendiri membuat kebiasaan ini masih suka terbawa. Kamu masih suka mengiyakan ajakan teman-teman cowok untuk hangout atau jalan bersama. Meski hal ini dilakukan tanpa sadar, pada akhirnya kamu sendiri yang merasa bersalah. Sebab kamu kadang lupa bagaimana caranya menjaga perasaan pacar.

6. Sekarang kamu tak ingin berlebihan perihal cinta. Kamu ingin yang wajar saja, biar nanti tak merasakan sakit yang berlebihan pula

Ingin mencintainya dalam wajar via unsplash.com

Bersamanya yang sekarang menemanimu melangkah, kamu tak ingin kembali gegabah. Ada keinginan untuk tak berlebihan lagi dalam mencintai. Kamu ingin hubungan yang sekarang terjadi secara alami saja. Dengan rasa cinta dan cemburu yang wajar adanya. Sebab kamu ingin belajar dari pengalaman. Mencintai seseorang secara berlebihan hanya akan melukai perasaan.

7. Tapi kehadirannya bak segara dalam gurun. Dia mampu mengembalikan rasa percaya, bahwa cinta itu memang benar-benar ada

Dia yang membuatmu percaya via unsplash.com

Meski ada perasaan aneh dan belum terbiasa, kehadirannya cukup membawa angin segar pada kekeringan hidupmu. Sekarang ada sosok ini yang senantiasa menjagamu di sisi ada rasa syukur karena akhirnya kamu dipertemukan dengan pria ini. Pria yang mampu mengembalikan rasa percaya, bahwa cinta yang sebenar-benarnya itu memang ada.

Menjalani kesendirian memang bukan kesalahan yang harus kamu hindari. Toh dari masa menyendiri itu kamu belajar menjadi cewek yang lebih mandiri lagi. Namun kembali berkomitmen berarti belajar saling menerima dan berbagi. Dua fase dalam kehidupan ini nyatanya tak bisa kamu tolak kehadirannya, meski jangka waktunya tak sama.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya