Siapapun entah cewek atau cowok pasti akan kecewa bahkan kesal saat janji atau rencana yang sudah dibuat mendadak berantakan. Hanya saja cowok biasanya lebih selow menghadapinya. Sedangkan cewek rata-rata ya kalau nggak ngambek, pasti akan komplain tak berkesudahan.

Tapi ada juga cewek-cewek yang lebih memilih selow, saat cowoknya pelupa dan beberapa kali lupa kalau udah buat janji. Dan mungkin cewek itu salah satunya adalah kamu. Hal-hal ini jelas sering kamu rasakan.

Advertisement

Menghubunginya tetap dengan baik-baik via www.pexels.com

Jadinya gimana, Mas…. kita jadi ke Bandung besok atau nggak?

Duh iya aku lupa bilang, besok itu aku ada lemburan. Kalau diundur gimana?

Besok-besok, kalau ada apa-apa cepat bilang ya. Iya boleh, kamu bisanya kapan?

Kecewa jelas. Apalagi dia tak memberi tahu dadakan, sementara kamu sudah berharap sekaligus bersiap-siap. Tapi kamu tak lantas marah-marah dan sulit diajak berkompromi secara dengan dia. Kamu tetap mengingatkan dengan santai mulai dari rencana yang sudah kalian buat, sampai memintanya membiasakan diri dengan mengabari jauh-jauh hari. Kamu pun meminta kepastian tanpa ada nada memaksa, sampai dia menawarkan rencana baru. Bukankah itu lebih mudah, daripada ngambek atau marah yang justru makin berantakan semuanya.

Advertisement

Nunggu kabar dia sampil santai-santai cantik via www.pexels.com

Kamu di mana sih?

Ini jadi nggak sebenarnya?

Kalau nggak jadi juga nggak apa-apa….

Chat aku dibalas dong!

Ya udahlah, terserah kamu!

Sementara kamu yang sudah selow, paling hanya mencoba menelponnya sesekali. Lalu mengirim pesan singkat yang sekadar bertanya jadi atau nggaknya rencana kalian. Selebihnya kamu menunggu kabarnya dengan menyibukkan dirimu sendiri. Dan kalau kabarnya tak juga datang, ya kamu menarik kesimpulan, “Paling juga nggak jadi lagi. Ya udahlah, nanti juga dia ngabarin,”.

Bikin acara baru dengan orang terdekatmu yang lain via www.pexels.com

Nggak banyak komplain atau komentar ini itu. Saat tahu dia lupa sudah ada janji denganmu, kamu pun membuat keputusan sendiri untuk tetap pergi sekalipun tanpanya. Kalaupun tak ingin pergi sendiri, kamu bisa membuat rencana baru dengan mengajak teman, adik atau kakak, bahkan ibu untuk pergi denganmu. Di sisi ini juga kemandirianmu punya andil untuk membuat dirimu lebih selow menerima kenyataan.

Ngobrol dengan pembahasan lain via www.pexels.com

Oh, ya udah nggak apa-apa, lain kali aja. Eh, Yang kamu udah baca berita yang tadi pagi aku share?

Mengganti topik pembicaraan, supaya kamu tak kesal terus-terusan. Lagipula kalau memang sudah batal rencananya mau diapakan lagi. Daripada kamu ngambek dan malah buang-buang tenaga juga kebahagianmu. Mending ya berhenti membahasnya, lalu menggantinya dengan obrolan lain yang lebih seru dan seperti biasanya saja.

Tetap seru-seruan bareng via www.pexels.com

Nggak ada lagi tuh di kamusmu mengungkit-ungkit masalah yang lalu. Saat bertemu ya waktunya kamu bercerita, bertukar pikiran dan bercanda seperti biasanya. Sementara masalah dia tak menepati janji yang kemarin, kamu sudah tak memusingkannya lagi. Toh dibahas dengan menyindir demi membuatnya bersalah tak akan mengembalikan rencana yang sudah gagal.

Bukannya kamu dan dia masih punya waktu atau kesempatan lain untuk membuat rencana selanjutnya? Diibaratkan saja seperti bunga yang gugur satu akan muncul rencana lain. Jadi selow aja ‘kan nggak ada salahnya.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya