Kesepian yang Kamu Rasakan Mungkin Akibat Terlalu Ngoyo Cari Pasangan. Santai Saja, ya~

Ngoyo Cari Jodoh Bikin Kesepian

Danila Riyadi pernah berpendapat bahwa “Banyak di Indonesia yang menikah karena semua lagi pada nikah, bukan karena siap”. Mungkin benar, mungkin juga tidak. Tapi yang jelas benar adalah, ada orang-orang yang memang menjadikan pernikahan sebagai sebuah deadline, sama seperti pengerjaan skripsi atau tesis. Ketika deadline itu terlewati, atau sudah semakin dekat tapi target masih jauh, resah dan panik mulai terjadi.

Advertisement

Proyek mencari jodoh pun dimulai. Entah bagaimana caranya, pokoknya tahun depat dapat pasangan! Berbagai macam cari ditempuh. Mulai dari menjalin hubungan dengan sembarang orang, minta dikenalkan oleh teman-teman dekat, sampai mencobai percomblangan digital. Memang benar bahwa jodoh itu perlu dicari. Namun, terlalu ngoyo mencari jodoh bisa membuatmu merasa kesepian lo. Berikut beberapa alasannya.

1. Kamu bertemu dengan banyak orang, tapi fokusmu hanya mencari sosok yang potensial. Karenanya kamu tak pernah benar-benar menjalin relasi dengannya

kamu tak benar-benar menjalin relasi (Photo by Sanivpetro) via www.freepik.com

Kamu tahu bahwa jodoh perlu dicari, dan karenanya kamu harus membuka hati. Kamu bersedia berkenalan dengan orang-orang baru dan mencoba pendekatan. Namun, karena tujuanmu hanya satu yaitu menikah, segala interaksi dan obrolan yang terjalin pun selalu menuju ke arah sana. Kamu terlalu sibuk melakukan “screening” untuk melihat apakah dia berpotensi jadi pasanganmu atau tidak. Sehingga tanpa sadar, kamu tidak pernah benar-benar menjalin relasi dengannya. Padahal, bukannya penjajakan itu semestinya pelan-pelan?

2. Kesan ngebet itu bisa membuat calon potensial mundur perlahan. Maklumi saja, tidak semua orang bisa melangsungkan pernikahan dalam waktu kilat

sikap ngebetmu bisa buat orang mundur perlahan (Photo by ArthurHidden) via www.freepik.com

Ngebet menikah secepatnya, membuat fokus obrolanmu juga akan kearah sana terus. Dan hal ini sebenarnya bisa terlihat lo di mata orang lain. Ketika kamu memulai relasi dengan orang baru, akan sangat terlihat bahwa orientasimu ke arah sana. Memang tidak ada yang salah dengan menjalin hubungan yang berorientasi serius (bahkan memang seharusnya demikian), tetapi tidak semua orang nyaman dengan hal ini sejak awal-awal hubungan. Ada juga yang memilih pelan tapi pasti, sehingga kesan ngebetmu itu justru membuatnya mundur.

Advertisement

3. Ketika kamu menemui dia yang kamu kencani tak sesuai ekspektasi, kesepian itu muncul sebab kamu merasa segalanya berulang dan sia-sia

awalnya cocok lama-lama nggak sreg jadi sia-sia via www.freepik.com

Setelah sekian banyak usaha mencari jodoh yang kamu lakukan, titik terang itu belum terlihat. Kamu belum menemukan seseorang yang benar-benar klik dengan dirimu. Ada beberapa orang yang awalnya cukup cocok dan menyenangkan. Namun, karena satu dan lain hal, ternyata kecocokan itu kandas di tengah jalan. Dan kamu pun mulai merasa ini melelahkan, sebab kamu harus memulai dan mengulang lagi dari awal. Kenapa sulit sekali menemukan seseorang yang bisa dijadikan pasangan ideal padahal target waktumu semakin dekat?

4. Ketika kamu menemukan seseorang yang kamu anggap potensial, namun, ia tak punya rasa yang sama, rasa sepimu diperparah dengan kecewa

Sudah klik tapi bertepuk sebelah tangan (Photo by Christin Hume) via unsplash.com

Namanya juga hidup. Ketika pencarianmu mulai berbuah hasil dan kamu menemukan sosok yang menurutmu sangat cocok denganmu, ternyata dia tidak memiliki perasaan ataupun pikiran yang sama. Ternyata dia hanya menganggapmu teman saja. Dengan ekspektasi dan harapan yang sudah telanjur tinggi, kejatuhanmu sangat terasa. Kekecewaan yang kamu alami ini bisa menjadi tekanan tersendiri yang membuatmu kesepian. Mungkin kamu akan bertanya-tanya, kenapa dia tidak punya perasaan yang sama? Apa kamu tidak layak dicintai siapa-siapa? Sshh … Hilangkan pikiran-pikiran buruk itu. Barangkali dia memang bukan yang tepat untukmu.

5. Berada di antara pasangan yang sedang kasmaran atau obrolan soal percintaan membuatmu tertekan. Kamu tak bisa lagi menikmati konkow bersama teman

tertekan kalau ada teman yang bawa pasangan (photo by tirachard) via www.freepik.com

Deadline yang kamu terapkan itu membuatmu merasa dikejar-kejar. Kamu pun menjadi sangat sensitif dan mudah tertekan ketika berada di antara pasangan yang sedang dimabuk cinta. Obrolan soal keluarga dan pasangan di antara teman pun membuatmu tertekan. Dari sini, kamu merasa tak lagi cocok dengan teman-temanmu. Karena itulah, tanpa sadar kamu memilih menghindari dan akhirnya menarik diri dari teman-teman. Kalau sudah begini, sepi yang terjadi karena kamu merasa sendiri itu akan mudah kamu rasakan.

Advertisement

6. Setiap hari yang kamu pikirkan hanyalah bagaimana mencari pasangan. Aktivitas lainnya tak lagi kamu pedulikan, karenanya hidupmu pun terasa hambar

tak bisa menikmati aktivitas lainnya via www.freepik.com

Bila dipikir-pikir, cinta dan pernikahan hanyalah salah satu sisi hidup. Masih ada sisi lain yang layak dinikmati. Masih ada hobi, pekerjaan, teman-teman, keluarga, dan masih banyak lainnya. Namun, karena kamu hanya terfokus pada satu hal, kamu juga kehilangan minat dengan hal-hal lainnya. Sehingga apa-apa yang kamu jalani dan dapatkan tidak terasa apa-apa selama target pernikahan yang kamu canangkan itu terpenuhi. Padahal ada banyak prestasi, kebahagiaan, dan kemenangan yang mungkin saja kamu dapatkan.

Ada pendapat yang berbunyi bahwa seringnya jodoh muncul ketika kita berhenti mencari. Mungkin hal ini ada benarnya. Santai saja, semua ada waktunya. Meski kamu belum menikah sementara teman-temanmu sudah, bukan berarti kamu kalah kok.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Penikmat kopi dan aktivis imajinasi

Editor

Penikmat kopi dan aktivis imajinasi

CLOSE