Setiap kali ditanyai hal yang berkaitan dengan hubungan jawabannya pasti selalu sama, “dijalani aja”. Sebenarnya dari awal jadian, kamu sudah menerka-nerka tujuan dia pacaran bisa jadi cuma mau main-main. Membuat kemungkinan kamu dan dia berpisah sewaktu-waktu terasa lebih besar.

Alih-alih kamu cuek dengan kenyataan yang sekarang ada dan terlanjur menceburkan diri ke dalam cinta. Ada baiknya kamu sedari sekarang jaga-jaga kemungkinan terburuk dengan menerapkan beberapa cara ini. Biar nggak terlalu sakit hati kalau sudah terlanjur cinta sekaligus berharap lebih tapi dianya masih kukuh dengan prinsip “jalani aja”.

1. Perbanyak waktu untuk sendiri, supaya nanti saat dia pergi, hatimu tak akan sakit sekali

dulu juga biasanya sendiri via www.logancoleblog.com

Tak seperti cewek pada umunya yang ingin lebih sering berdua dengan pasangan. Tahu dia berprinsip jalani saja, kamu pun dari sekarang mulai membiasakan diri untuk tak sering bersama. Kamu memilih menjalani hari-hari tak berbeda jauh seperti saat masih berstatus single. Waktu untuk diri sendiri atau bersama teman dan keluarga masih lebih banyak daripada bersama dia.

Bukan ingin membatasi diri, tapi kamu cuma menyiapkan diri untuk kemungkinan terburuk. Kalau saja dia pergi entah karena alasan apa, kamu nantinya tak akan sesakit ketika sering bersama tapi ujung-ujung berpisah. Kamu nggak akan sering direpotkan kehadiran rindu momen bersama atau sosoknya.

2. Tetaplah jadi gadis yang mandiri, buktikan ke dia kamu tetap bisa berdiri dengan kaki sendiri

Advertisement

bukan sok mandiri, kamu hanya berusaha tak bergantung via www.logancoleblog.com

Dia boleh punya prisip jalani aja, kamu juga boleh punya prinsip untuk tak sering meminta bantuan kepadanya. Kamu tetap jadi cewek tangguh yang pulang-pergi kerja dengan mengandalkan transportasi umum. Kamu nggak pernah merengek meminta dibelikan sesuatu olehnya, selama bisa membelinya sendiri kenapa harus meminta. Kamu pun tak pernah memaksakan dia untuk menemanimu ke mana-mana. Kalau dia bisa menemani syukur, kalau tidak ya nggak masalah.

3. Membaur ke lingkungannya tetap sah dilakukan. Namun sewajarnya saja, tak perlu berlebihan

sekadar kenal sudah cukup via praxis-his.com

Kamu masih mau berkenalan dengan teman-temannya. Saat diajak nongkrong bareng juga tetap antusias. Buatmu teman dia yang sudah kamu kenal, sudah jadi temanmu juga. Tapi hubunganmu dengan teman-temannya ya hanya sekadar kenal dan baik saja. Kamu tak pernah coba berlebihan untuk dekat dengan mereka semua, apalagi sampai berani mengulik-ulik tentang dia lewat lingkungannya. Kamu sendiri tak ingin dianggap berlebihan oleh mereka.

4. Nggak perlu berharap dia punya kesadaran untuk kasih kabar. Mungkin baginya kamu hanya numpang lewat saja

Aku mungkin seperti angin yang lewat dan berlalu via www.logancoleblog.com

Kalau biasanya urusan kabar jadi persoalan yang wajib di hubungan. Buatmu justru hal yang tak perlu diharapkan, kasih kabar ya kamu ladeni layaknya pasangan, tapi kalau nggak ya kamu juga nggak mencari-cari atau bahkan sampai marah-marah tak terkendali. Kamu cukup sadar diri, mungkin saja baginya sosokmu hanya numpang lewat di kehidupan cintanya. Dia suka kamu, ingin pacaran dengammu, tapi keinginan untuk serius belum terpikirkan hingga sekarang.

5. Jangan buru-buru dikenalin ke keluarga, orang kamu sendiri aja belum yakin sama dia

Belum terlalu penting mengenalkan dia ke orangtua via www.logancoleblog.com

Dia aja cuma kenalin kamu ke teman-temannya. Ngapain juga kamu repot merencanakan untuk mengenalkan dia ke keluargamu. Alih-alih kamu terlanjur mengenalkan tapi ternyata dianya cuma main-main dan membuat kecewa orang-orang terdekatmu juga. Kamu mencari aman dengan menutupi hubungan kalian dari orang tua. Paling-paling yang tahu hubungan kalian hanya beberapa temanmu atau saudara kandung yang sudah dipercaya bisa menjaga rahasia.

6. Tegaskan terus hatimu untuk tak mencintai dia dengan berlebihan, tapi cukup seujung kuku saja

Mencintai dia cukup seujung kuku saja via www.logancoleblog.com

Hatimu ini kaca, yang sekalinya dijatuhkan bisa pecah berderai.

Tahu prinsipnya yang “jalani saja” membuat kamu berhati-hati sekali membawa perasaanmu sendiri. Kamu berkali-kali menegaskan di pikiran dan perasaan untuk mencintai dia dengan sewajarnya saja, tak perlu banyak drama. Sebab yang berlebihan kelak pasti akan menorehkan luka lebih dalam lagi. Sedangkan kamu tahu menanggung perih karena putus cinta bukanlah hal mudah.

Kalau cowok saja bisa main-main dengan hubungannya, kenapa kamu tak bisa juga menghadapi dengan santai yang sama. Bukan ikut main-main, tapi kamu lebih membatasi hati untuk mencintainya dan berharap lebih. Toh urusan kalian kelak akan berjodoh atau nggak itu tak ada yang tahu, seperti prinsipnya “jalani saja”.

Suka artikel ini? Yuk follow Hipwee di mig.me