1. Pergi mudik

'Ritual' mudik terkadang memakan korban yang tidak sedikit

'Ritual' mudik terkadang memakan korban yang tidak sedikit via http://punyasaya.co

Mudik adalah salah satu simbol penting di hari raya. Mudik bukan cuma perkara pulang kampung. Mudik adalah prestige bahwa kamu punya kampung halaman. Mudik adalah simbol yang menunjukan asal muasalmu. Pertanyaan kapan mudik? Mudik kemana? Adalah pertanyaan sakral yang perlu dijawab segera dengan jelas dan lantang meskipun mudikmu cuma satu kali jurusan naik angkot/metromini. Gagal menjawab pertanyaan mudik akan membuat orang bertanya-tanya tentang asal muasalmu. Pergi mudik juga bisa menjadi bahan cerita yang luar biasa. Semakin heroik perjalan mudikmu maka semakin naik pula derajatmu di mata keluarga dan teman di kampung atau rekan kerja di Kota. Jangan salah loh, mudik taruhannya bisa nyawa.

2. Belanja, Belanja dan Belanja

Belanja menjelang lebaran wajib hukumnya

Belanja menjelang lebaran wajib hukumnya via http://elthof.com

Lebaran adalah salah satu momen penting tahunan dimana kita dipaksa untuk merogoh kocek dalam-dalam. Belanja makanan, Belanja Baju, Belanja hadiah, Dekorasi rumah (buat yang suka open house) transportasi, angpao (lihat poin 8) dan seterusnya. Lebaran adalah puncak konsumerisme tahunan yang efeknya bukan cuma memakmurkan pedagang tapi juga membuat ekonomi negara mengepul kepanasan (baca: inflasi). Hari Raya memang asyik dapat gaji THR, meskipun cuma numpang lewat saja di rekening.

3. Keliling Rumah Saudara

Berkunjung ke rumah saudara = Berat di bensin

Berkunjung ke rumah saudara = Berat di bensin via http://www.muvila.com

Rata-rata keluarga biasanya punya patron, tempat keluarga besar berkumpul. Ada yang kumpul di rumah Kakek, Nenek, Eyang, Mbah kakung, Saudara tertua dan seterusnya. Tergantung siapa yang paling dituakan di keluarga besar. Kalau bagian dari patron (yang dituakan) mungkin gak terlalu ribet. Anggota keluarga silih berganti mendatangi. Nah, jika kamu adalah anggota keluarga termuda? 

4. Mabuk Ketupat dan Opor

Apa arti lebaran tanpa makan Ketupat dan Opor?

Apa arti lebaran tanpa makan Ketupat dan Opor? via http://www.sajiansedap.com

Ketupat dan Opor adalah simbol lain dari Hari raya lebaran. Kayaknya gak afdhol deh kalau lebaran gak ada ketupat dan opor. Masalahnya, yang punya Ketupat dan opor bukan cuma keluargamu saja, tapi satu kampung. Dan setiap kali bersilaturahmi ke tetangga atau saudara pasti ditawari makan ketupat dan opor. Lebaran tahun depan mungkin perlu disiasati dengan tidak memasak ketupat atau opor di rumah. Cukup dengan silaturahmi saja.

5. Ajang pamer kesuksesan

Kalau belum sukses mending kunci kamar saja

Kalau belum sukses mending kunci kamar saja via http://juragancipir.com

“Anak Om A bekerja di perusahaan anu”. “Anak tante B baru pulang dari luar negeri blah, blah, blah.....” dan kamu menjadi kambing conge mendengarkan deretan cerita sukses anggota keluarga lain. thanks god, headphone sudah ditemukan.

6. Ajang pamer materi

Bukan cuma hati saja yang baru, perabot juga

Bukan cuma hati saja yang baru, perabot juga via http://travel.cnn.com

Ini kelanjutan dari poin diatas. Kalau cuma omong saja setiap orang juga bisa. Perlu ada bukti materil juga donk: Rumah baru, mobil baru, istri baru, gigi baru....

7. Awkward ketemu saudara yang sudah lama gak pernah ketemu

"Kamu anaknya siapa?" via http://www.snipview.com

Gak semua orang rutin menghadiri silaturahmi akbar keluarga besar di hari raya. Ada beberapa anggota keluarga yang biasanya suka absen. Karena pekerjaan, karena tugas, atau karena males saja hadir. Giliran kembali hadir, pas salaman kamu kaget dengan orang yang sok Kenal-sok dekat. Yang dia ingat kamu, kamunya gak inget dia: Anak-dari-tante-anaknya-eyang-saudara-tiri-dari-istri-ke-dua-kakek.

8. Bagi-bagi 'angpao'

Bagi-Bagi uang di saat lebaran adalah momen yang selalu ditunggu oleh anak-anak

Bagi-Bagi uang di saat lebaran adalah momen yang selalu ditunggu oleh anak-anak via http://www.vivaborneo.com

'Angpao' bukan cuma ada pas imlek saja loh. Lebaran juga. Meskipun istilahnya bukan angpao. Waktu masih kecil memang asyik ikut keliling keluarga karena pasti ada saja yang ngasih. Sesudah besar, giliran kamu yang ngasih ke anak-anak saudara yang kecil-kecil. Disinilah tiba-tiba kamu merasa paling bersemangat mendukung program keluarga berencana (KB).

9. Interogasi “kapan nikah?”

Bagi Jomloers, pertanyaan kapan nikah adalah salah satu penyebab depresi

Bagi Jomloers, pertanyaan kapan nikah adalah salah satu penyebab depresi via http://bramardianto.com

Lebaran adalah siksaan lahir batin buat yang jomblo. Apalagi jika kamu adalah urutan berikutnya dalam keluarga yang harus segera menikah. Beberapa proposal calon istri/suami pun biasanya disodorkan oleh Om dan tante yang concern dengan statusmu dan mulai mempertanyakan ke-normalanmu.

10. Klise bermaafan

Permintaan maaf di hari raya

Permintaan maaf di hari raya via http://sites.bu.edu

Meminta maaf adalah hal yang wajib kalau kamu berbuat salah. Memberi maaf adalah perilaku agung yang menunjukan kebesaran hatimu. Tapi jika tanpa ada angin dan hujan, ketemu saja jarang, dan tiba-tiba kamu saling meminta maaf?! Rasanya gimana gitu. Kenapa gak sekalian saja bikin deklarasi: “Lebaran kali ini saya meminta maaf (dan memaafkanmu) hari ini, esok dan seterusnya”. Jadi gak perlu diulang-ulang.

 

Kalau kamu mengalami jenis penderitaan lain, silahkan ditambahkan. Apapun jenis penderitaanmu di hari raya lebaran, ini adalah momen tahunan yang selalu ditunggu-tunggu bukan?. Enjoy it while you can. Selamat Hari Raya.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya