Dalam hidup ini terdapat banyak hal yang berbeda, dari beda negara, agama, suku, gender, warna kulit dan masih banyak lainnya. Milyaran manusia di dunia punya kekurangan dan kelebihan yang berbeda, dan tak jarang hal tersebut menciptakan sebuah paham yang berbeda. Pro dan kontra, penerimaan dan penolakan, penghargaan dan cacian, hingga hadirnya fans dan haters. Yups, hidup ini tidak lepas dari semua hal tersebut yang acap kali membuat kita jatuh bangun sendiri.

Pasti pernah kan merasakan komentar pedas hingga isu buruk yang membuatmu serba salah. Tak perlu mendendam, tak perlu membalas. Justru kita harus banyak bersyukur.

Berikut adalah alasannya :

1. Media Introspeksi Diri

introspeksi diri

introspeksi diri via http://www.grit.com

Haters tidak akan pernah secara blak-blakan memberi kata motivasi untuk kita. Ada yang tak pernah habis yaitu cacimaki, kritikan yang tiada henti. Itu seperti kode keras agar kita menerjemahkan sendiri isyarat tersirat yang menyayat itu, mengubahnya menjadi sumber semangat.

Jadilah kritikan tersebut media untuk kita instrospeksi diri. Bukan menjadi seperti apa yang mereka mau, tapi menjadi lebih baik dari pribadi kita yang dulu. Bukan menjadi yang sempurna tapi menjadi apa adanya dengan kerendahan hati yang kita punya. Apa-apa yang perlu diperbaiki, perbaikilah.

Advertisement


Sahabat paling baik dari kebenaran adalah waktu, musuhnya yang paling besar adalah prasangka, dan pengiringnya yang paling setia adalah kerendahan hati.

-Caleb CC.


2. Menjadikanmu Berani dan Percaya Diri

Semacam terapi gratis gitu deh. Pernah nggak pas kamu lagi jalan atau makan, tiba-tiba ada yang nyinyirin kamu, entah penampilan atau hal lainnya yang membuatmu mendadak merasa tidak nyaman? Pernah dibuat malu dan mencoba menghindar sedangkan mereka tengah asyik tertawa dengan lelucon murahannya?

Advertisement


Biarlah anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu


Asyikin aja. Apapun yang mereka bicarakan dan mereka lakukan terhadapmu, abaikan. Toh, itu tak akan membuat waktu dalam hidupmu tiba-tiba berhenti. Hidupmu akan terus berjalan yang kamu sendiripun tak pernah tahu sampai kapan.

So, stay cool dan strong. Walaupun kamu bukan wonder women atau superman, kamu kan punya Allah yang selalu ada di dekatmu kapanpun dan di manapun kamu berada. Ciptakan mental tebal, jiwa yang sekuat baja dan terus percaya diri. Tidak menutup kemungkinan bahwa sikap menyebalkan yang mereka peruntukkan untukmu adalah karena rasa iri, dalam hal prestasi misalnya. Bisa jadi kan? Tetaplah jadi dirimu sendiri yang keren dan apa adanya.

3. Melatih Kesabaran

Siapa yang tidak sakit hati jika direndahkan? Siapa yang tidak ingin marah jika terus dicemooh? Emosi, kadang mneyelimuti hati ketika orang “tak berperasaan” tersebut kita temui. Tapi, putar logika deh. Percuma juga kan ngladenin mereka, tidak sedikitpun kita mendapatkan keuntungan.

Tidak menutup kemungkinan bahwa mereka memang berniat menyulut emosi kita. Lalu, jika kita tanggapi, apa kita kan mendapatkan sebuah piala? Mendapatkan luka, iya.


“..Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bersabar.” Qs. Al-Anfal: 46“


Bersabar memang tidak mudah. Tapi Allah yang akan menolongmu. Berusahalah menahan setiap amarah, walaupun hatimu tengah bergejolak tak berarah. Ada pepatah bilang, diam adalah emas. Akan lebih kuat kita yang diam kok daripada mereka yang terus berkomentar buruk terhadap kita.

Pasti ada waktu dimana mereka akan berhenti bicara. Jadi, sabarin aja. Alhamdulillah, sebab dari mereka, kita jadi tahu bagaimana cara mengendalikan emosi yang baik. Meredam dan mengubahnya menjadi kesabaran yang menetramkan.

4. Ibarat Batu, Jadikan Pijakan

Semakin menuju ke puncak, semakin menanjak akan lebih besar ujiannya. Perjalan hidup kita selanjutnya tidaklah halus seperti baju yang telah disetrika. Ada lebih banyak batu yang siap membuat kita jatuh tersandung. Semua dari kita pasti pernah terjatuh, merasakan sakit dan mendapati luka. Hal itu sering terjadi ketika kita tengah berada pada tahap berlatih berjalan sewaktu kecil, membuat kita takut berjalan lagi atau justru membuat kita semakin tertantang namun penuh kehati-hatian.

Namun, ketika kita dewasa, batu itu berupa masalah kehidupan yang muncul dari pelbagai hal. Sebuah lecutan agar kita lebih waspada di era yang semakin menggila. Jangan lagi biarkan batu-batu itu membuatmmu terjatuh, tapi jadikanlah pijakan. Jangan jadikan haters sebagai alasan untukmu menyerah. Justru mereka adalah sumber kekuatan untuk kita membuktikan bahwa kita jauh lebih baik daripada yang mereka perbincangkan.

Jadikanlah sebagai motivasi yang terus mendorongmu untuk terus maju dan berkembang menjadi lebih baik dari sekarang. Buktikan bahwa segala keburukan yang mereka sebarkan adalah ketidakbenaran. Tunjukkan kamu lebih membanggakan daripada mereka. Dan kelak, akan kamu jumpai suara riuh tepuk tangan mereka ikut andil bersama orang-orang yang mengakui kesuksesanmu.


Kita menilai diri kita dengan mengukur dari apa yang kita rasa mampu untuk kerjakan, orang lain mengukur dari apa yang telah kita lakukan

- Henry Wadsworth Longfellow


5. Membuatmu Belajar Menjadi Pemaaf


Hiduplah seperti pohon kayu yang lebat buahnya, hidup di tepi jalan dan dilempari dengan batu, tapi membalas dengan buah.

Abu Bakar Sibli


Manusia tidak perlu alasan untuk menyakiti. Bagaimana jika kita ganti, manusia tak perlu alasan untuk memaafkan? Jadi maafkan saja semua kesalahan yang telah diperbuat padamu, tanpa sebuah dalih permintaan atau imbalan, apalagi balasan. Memaafkan atau meminta maaf bukan berarti kita salah atau kalah, begitu kan? Manusia adalah tempat lupa dan salah. Barangkali kita pernah atau justru sering berbuat salah kepada orang lain secara sengaja maupun tidak, lalu kita lupa. Sedangkan seorang yang pernah kita sakiti, tetap mengingat kesalahan kita.

Meminta maaflah tidak melulu kita harus terlebih dahulu berbuat salah. Dan memaafkanlah, usah menunggu dia berucap maaf padamu. Tetaplah berbuat baik pada mereka selama kamu masih mempunyai kesempatan untuk selalu melakukan kebaikan. Lakukan dengan begitu tulus dan ikhlas, jangan berharap balas budi. Allah akan memberi pembalasan pada setiap yang kita lakukan.

Hidup ini tidak hanya terdiri dari satu, dua atau tiga warna. Hitam tak akan menjadi pusat perhatian jika tidak berada di atas putih, dan putih tidaklah begitu menyala jika tidak berada di antara hitam. Layaknya rembulan, sesempurna apapun ia melingkar dan sebersinar apapun dia tak akan pernah terlihat ketika siang. Namun, ketika malam dan lampu kota tengah padam, purnama adalah cahaya terindah tiada duanya. Tak akan ada sepasang mata yang sanggup mengingkari cahaya cantiknya.


Pelangi tercipta karena ada beda yang berjumpa, cahaya matahari dan rintik hujan.


Syukuri setiap orang yang melingkari hidupmu, entah yang menyayangimu maupun yang membencimu. Sebab, merekalah yang membuat warna di hidupmu begitu sempurna.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya