Punya media sosial nggak? 
Yap! Jawabannya pasti punya dong! Bahkan gak cuman satu mungkin.
Kadang-kadang gak terasa kalau ternyata kita sudah menghabiskan berjam-jam waktu yang kita punya cuman buat mantengin layar mini kita (maksudnya handphone).

Coba deh jawab, kalau ditanya apa sih yang dilihat?
Salah satu jawabannya adalah lihat postingan foto orang lain. Apalagi kalau kita ngefans sama sesuatu bakalan di-scroll sampe bawah, sampe habis tuh postingan.

Tidak jarang kalau kita lihat postingan orang lain yang lagi liburan, kadang muncul rasa iri,
"Ih kok dia liburan mulu?"
"Waaahh enak ya jadi dia, jalan-jalan terus!"
"Makan enak mulu nih orang, banyak duitnya~"

Kalau kalimatnya sampe situ doang sih gakpapa yaa. 
Nah tapi gak jarang seketika otak dan hati kita saling berdebat dan berantem, muncul kalimat yang tertulis di jidad untuk membandingkan dengan diri sendiri, kurang lebih kalimatnya begini
"Orang ini liburan mulu, sementara aku kerja mulu, sekalinya libur buat istirahat!"
"Sedangkan aku ngerjain tugas, ngerjain skripsi!" 
"Sedangkan aku nggak punya duit buat main-main yang begituan~"
atau bahkan kadang kita lagi stress dengan masalah-masalah hidup kita dan bosan dengan rutinitas sehari-hari kita.

Kalau kita mengikuti alur yang dibuat oleh media sosial, mungkin nggak akan well being hidup kita.
So, berikut 5 cara yang mungkin bisa kalian terapkan ketika rasa iri itu muncul :

1. Bersyukur atas apa yang kamu punya saat ini

Bersyukur itu sangat luas maknanya. Bersyukur dengan apa yang kita miliki dan bersyukur dengan proses hidup kita saat ini. Menikmati proses hidup kita saat ini adalah salah satu kunci untuk menghilangkan rasa iri kita terhadap orang lain.

Kalau kita merasa orang lain satu tingkat di atas hidup kita itu artinya proses kita memang belum sampai di tahap tersebut, tapi bukan berarti tidak bisa sampai ya, hanya 'belum' sampai. Lagipula makna bahagia bagi setiap orang itu sangat berbeda, sehingga kita cukup bersyukur dengan apa yang kita miliki dan proses yang kita jalani saat ini. That's it.

2. Percayalah terkadang apa yang ada di media sosial berbeda dengan realitanya

Social Media vs Real life

Social Media vs Real life via https://funalive.com

Advertisement

Semua momen membahagiakan sih inginnya bagikan di sosial media. Sudah menjadi jaminan, semua foto yang akan diposting di sosial media pasti yang oke punya. Kadang padahal relitanya 180 derajat berkebalikan.

Nah jangan terpancing foto yang instragamable itu bikin kotor hati dengan tumbuh rasa iri. Ini hanya foto yang kadang realitanya belum tentu seperti yang ada di foto. Kalopun memang foto itu sesuai realitanya, berpikirlah positif bahwa bukan karena dia ingin pamer tapi dia hanya ingin membagikan momen bahagianya. Jadi, senyumin aja!

3. Berpikir positive itu sangat penting

Nahhh… ini kadang yang mudah banget diucapkan, tapi sulit buat diterapkan. Positive thinking vs negative thinking ibarat seperti orang yang lagi berantem memperebutkan kebenaran masing-masing.

Advertisement

Kalau kita punya pemikiran negatif tentang suatu hal cara yang bisa dilakukan adalah konfirmasi, apakah yang kita pikirkan betul atau tidak. Kita juga bisa lihat kenyataan yang terjadi sebenarnya seperti apa, supaya nggak terjebak tuh sama pemikiran kita yang negatif mulu.

4. Kenali lebih dekat

Hangout with Friends

Hangout with Friends via https://riverview.org

Mengenal lebih dekat seseorang, menjadi salah satu cara supaya kita nggak dengan mudah menyimpulkan. Apalagi judgemental yang negatif. Nah hati-hati jangan mudah menyimpulkan hal belum kita ketahui dengan pasti, karena ini yang menyebabkan kenapa kita "ngedumel" dengan hidup kita alias nggak bersyukur.

5. Koreksi lagi, apa benar hidupmu nggak bahagia?

Happy People

Happy People via https://www.inc.com

Tanyakan pada diri kamu sendiri, betul hidup kamu nggak bahagia? Atau sebenarnya kamu hanya "merasa" tidak bahagia. Padahal banyak momen di hidup kamu yang sebetulnya membahagiakan. Dari hal yang sangat kecil, sampai pencapaian yang luar biasa. Dari sekedar bisa menghirup uara segar setiap pagi sampai pencapaian kenaikan jabatan di pekerjaan, atau mendapat beasiswa ke luar negeri yang tidak semua orang bisa menapatkan.

Kalau kita hanya membandingkan dengan apa yang ditampilkan di sosial media, rasa-rasanya akan tidak adil bagi hidup kamu dan pencapaianmu. Makna bahagiaku, bahagiamu dan bahagia mereka juga belum tentu sama. Jadi cari kebahagiaanmu sendiri menurut versi kamu tanpa harus membandingkan diri kamu dan orang lain. Be happy yaaa!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya