Perpisahan ataupun pertengkaran orang tua yang tidak kunjung henti memang menjadi momok tersendiri bagi seorang anak. Tapi bagaimana ketika fenomena broken home terjadi ketika seorang anak sudah menjadi dewasa? Tentu saja guys hal tersebut memiliki dampak yang berbeda ketika broken home terjadi pada seseorang yang sudah dewasa.

1. Kehilangan Kepercayaan Terhadap Lawan Jenis

hilang kepercayaan

hilang kepercayaan via https://www.google.co.id

Melihat konflik yang terjadi pada orang tuanya terlebih bila konflik tersebut tidak pernah menemui titik terang apalagi kesalahan lebih besar kepada sosok ayah, tentu saja membawa dampak tersediri bagi anak tersebut. Hal tersebut tidak menutup kemungkinan bahwa anak akan menganggap bahwa semua pria seperti itu. Bisa jadi seorang anak akan menganggap bahwa pria sama kasarnya dengan sang ayah.

Hal itu wajar karena sosok ayahnya lah pria pertama yang dia temui dan yang paling dekat dengannya.

2. Merasa Tidak Layak Dicintai

tidak layak dicintai

tidak layak dicintai via https://www.google.co.id

Advertisement

Fase dewasa adalah fase di mana seseorang sudah cukup matang untuk berpikir dan mengambil keputusan. Melihat retaknya hubungan diantara ke dua orang tuanya membuatnya ragu apakah hubungan yang selama ini terjalin sia-sia. Perasaan takut ditinggalkan jelas membuat seseorang merasa bahwa dia tidak layak dicintai.

3. Takut Berkomitmen dan Menikah

enggan berkomitmen

enggan berkomitmen via https://www.google.co.id

Melihat kegagalan hubungan yang terjadi dari kedua orang tuanya membuat si anak takut akan berkomitmen dan menikah. Apalagi di saat usia mereka menginjak usia memasuki fase pernikahan, akan tetapi mereka dihadapkan pada sebuah realita bahwa pernikahan ke dua orang tuanya harus kandas.

Tentu saja hal tersebut sedikit banyak pasti akan menimbulkan trauma tentang sebuah pernikahan pada si anak.

4. Meragukan Tentang Adanya Cinta Sejati

cinta sejati

cinta sejati via https://www.google.co.id

Advertisement

Melihat orang tuanya yang telah membina rumah tangga puluhan tahun lamanya, tentu saja hal tersebut akan dijadikan relationship goals bagi si anak. lalu dengan adanya keadaan dimana mereka bercerai tentu saja akan membuatnya meragukan tentang adanya cinta sejati.

Dia tidak akan yakin apakah dia akan dicintai seumur hidupnya atau akan tersakiti lagi karena sebuah kehilangan

5. Kehilangan Tujuan Hidup

tujuan hidup

tujuan hidup via https://www.google.co.id

Tentu saja bahwa semua orang ingin berkeluarga, terlebih lagi ketika kariernya telah lumayan sukses. Tapi bagi seorang broken home yang tentu saja dalam hal ini memilikin trauma, berkeluarga adalah sesuatu yang sering kali dianggap mengerikan. Kenangan- kenangan tentang kegagalan orang tua tentu terus terbayang.

Guys, bukannya kami tak ingin berkeluarga. Hanya saja kami masih ingin menyembuhkan luka. Kami pun juga ingin berkeluarga, dan terkadang kami hanya butuh waktu untuk berproses, dan tentunya kami ingin yakin bahwa nantinya rumah tangga kami akan baik-baik saja, anak-anak kami tidak akan mengalami hal yang sama dengan kami.

Kami menyadari bahwa dalam berumah tangga tidak mungkin tidak ada konflik, tapi kami ingin meyakinkan diri kami bahwa ketika kami berkoflik semua akan tetap baik-baik saja.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya