Menikah bukanlah pekerjaan yang dilakukan dalam kurun waktu setahun atau dua tahun melainkan selamanya. Iya, SELAMANYA! Oleh karena itu kamu harus mempertimbangkan banyak hal sebelum kamu yakin untuk nikah dengannya. Tidak bermaksud untuk pilih-pilih tetapi bukannya memang harus memilih yang terbaik? Setidaknya hal-hal berikut harus kamu jadikan pertimbangan sebelum kamu mengucap akad dengannya.

1. Agama

Hal utama yang paling kamu harus pertimbangkan adalah agamanya. Apapun tujuan hidup kita di dunia pada akhirnya kita hanya mengharapkan surga di akhir. Jika dia tidak memiliki komitmen atau tanggung jawab terhadap agamanya yang merupakan elemen paling penting dalam hidup, bagaimana bisa dia berkomitmen dengan kamu jika Tuhannya saja tidak dihargai. Memang tidak ada manusia yang sempurna dan bukan mencari manusia yang paling suci tetapi setidaknya dia harus taat pada agamanya.

2. Visi dan misi hidupnya

purpose of life

purpose of life via https://unsplash.com

Advertisement

Visi dan misi? Mungkin terdengar berlebihan untuk menanyakan visi dan misi pasangan namun setidaknya kamu memang harus paham betul tujuan dan prinsip hidup pasangan kamu itu bagaimana. Kalian juga membicarakan tujuan hidup kalian masing-masing setelah menikah ingin yang seperti apa dan bagaimana. Jangan sampai ketika kamu sudah menikah, ternyata tujuan dan prinsip kalian bertolak belakang. Hal tersebut akan lebih sering memunculkan perdebatan diantara kalian.

3. Apakah pasanganmu bisa diajak berdiskusi?

Discussion

Discussion via https://unsplash.com

Setelah terjun kedalam dunia pernikahan, kamu dan pasangan akan mulai menata hidup baru. Kalian akan memasuki gerbang kehidupan yang baru dimana kalian akan memulai segalanya dari awal. Untuk menata kehidupan setelah pernikahan, tentu saja kalian akan memiliki banyak perbedaan pendapat.

Contoh sederhana adalah tentang bagaimana kalian ingin menata rumah. Nah, kalian harus memastikan pasangan kalian adalah orang yang bisa diajak untuk berdiskusi. Jika memang dia bukan tipe orang yang bisa diajak berdiskusi, setidaknya dia harus mendengarkan pendapat kamu sebelum dia mengambil keputusan atau ketika dia memberikan kamu hak untuk mengambil keputusan maka dia harus menghargai keputusan kamu.

Advertisement

Karena jika kalian hidup sampai tua dan kalian sudah tidak sanggup untuk melakukan banyak aktiftas, maka hal yang akan lebih banyak kalian lakukan kelak adalah ngobrol atau berdiskusi satu sama lain. Jika pasanganmu adalah orang yang pendiam maka harus harus benar-benar meyakinkan diri bahwa kamu bisa menerima itu.

4. Bagaimana pasanganmu ketika sedang marah

Sering kali kita melihat banyak kasus kekerasan yang terjadi dalam rumah tangga dan yang paling sering menjadi korban adalah pihak perempuan. Sebelum menikah, kamu harus memastikan bahwa pasanganmu masih akan bertindak wajar ketika sedang marah. Yang dimaksud dengan bertindak wajar adalah pasanganmu bukan orang yang suka berkata kasar atau memaki-maki kamu ketika sedang marah dan bukan orang yang melakukan kekerasan fisik.

Jika dalam masa perkenalan atau pacaran, pasanganmu sudah menunjukkan tanda-tanda melakukan kekerasan verbal ataupun fisik sebaiknya kamu jangan melanjutkan ke arah yang lebih lanjut. Tidak ada yang bisa menjamin bahwa pasanganmu akan berubah ketika sudah menikah.

Namun, akan sangat ada kemungkinan jika pasanganmu akan betindak lebih dalam melakukan kekerasan saat kamu sudah menikah dengannya. Kamu hanya akan menyakiti dan menyiksa diri sendiri jika harus hidup bersama orang yang rentan melakukan kekerasan baik verbal maupun fisik.

5. Bagaimana lingkungan keluarga dan pertemanannya

family and friends

family and friends via https://unsplash.com

Menikah itu bukan hanya menyatukan kamu dan pasanganmu tetapi juga menyatukan dua keluarga yaitu keluarga kamu dan pasanganmu. Kamu harus tau latar belakang keluarganya. Jika kamu bisa menerima keluarganya dan keluarganya pun bisa menerima keberadaan kamu dengan besar hati maka kamu akan bisa hidup nyaman setelah menikah.

Namun, jika keluarganya menentang hubungan kamu dan pasanganmu maka kamu akan kesulitan walaupun kamu bisa menikah dengannya. Begitu juga dengan lingkungan pertemanannya, pastikan kamu tau dia berteman dengan siapa saja dan apakah kamu bisa menerima lingkungan pertemanannya.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya