Bagi kamu, mungkin gue juga ya, punya orang tua yang super relgius pasti ada ini itunya. Bukannya mengkonotasikan negatif ye, tapi kadang ada rasa keselnya juga. Walaupun intinya mereka mau kita-kita jadi pribadi yang baik, tapi kita malah merasa terkekang. Jika kalian pernah nggrundel di dalam hati lantaran pengekangan tersebut, pastinya kalian merasakan gara-gara hal-hal berikut ini.

1. Pulang malam? NO WAY!

Ini berlaku keras bagi perempuan, ya ada sih yang laki-laki. Walaupun ada tugas kelompok di malam hari, atau ada urusan-urusan lain, pastinya bapak dan emak langsung menolak izin kita keluar. Jangan pernah ngarep buat bisa lolos, deh. Lolos sekalipun, besoknya pasti dapat ocehan panjang atau hukuman yang lebih parah. Yang lebih brutal lagi di waktu bapak dan emak nyerbu bareng-bareng marah-marahin kita, hmm pasti satu hari bisa remuk telinga kita. Sering kali kita iri dengan kakak laki-laki yang bisa keluar malam, sedangkan kita harus tetap di rumah. Alhasil kitapun sering membanding-bandingkan ke emak kenapa kakak boleh keluar tapi kita enggak. Dan, pasti dijawab:

"Kakak kamu dah besar!"

Aturan ketat larangan keluar malam terkadang membuat kita cemburu dengan kebebasan teman-teman yang bisa jeblas-jeblos ke kafe malem-male. Namun, seiring perjalanan waktu kamupun mulai dewasa, dan tau dampak-dampak negatif keluar malam, kamupun mulai paham mengapa orang tua melarangmu.

2. Sholat adalah nomor satu!

Advertisement

Yang namanya sholat adalah kewajiban paling wajib sewajib-wajibnya di rumah. Bapak atau emak bisa uring-uringan satu hari lantaran kita nglewatin satu shola saja. Malahan kalau emak lagi kesel ama kita lantaran suatu hal, bisa jadi dia nyangkut-nyangkutin ama ngelalain sholat kita tersebut.

"Nilaimu kok jelek semua sih? kamu kok gini, sih sekarang? belajar enggak pernah, tadi pagi juga udah enggak sholat shubuh …"

Orang tua pasti sering-sering nanyain kita pada hal ini. EVERYTIME.

Jam 12 siang: "Eh ayo sholat dhuhur!"

Jam 1 siang: "Sudah sholat belum?"

Jam 1.30: "Kamu udah sholat?"

Jam 1.45: "Udah mau jam 2, kamu udah sholat kan?"

Jam 1.50: "AYO CEPETAN SHOLAT, KAK!"

Jam 2: "UDAH JAM 2 BURUAN SHOLAT! NANTI TELAT!"

Kamu: "Aku halangan, ma …"

Yap, emak atau bapak udah seperti alarm HP, mereka ngingetin kita untuk sholat. Namun, sisi baiknya kitapun menjadi terbiasa dengan sholat di saat di luar rumah walaupun gak ada mereka.

3. Jurusan kuliah? Udah jangan aneh-aneh, deh …

"Pah aku mau kuliah seni …"

"Kamu mau ngambil sekolah seni?"

"Iya …"

"NGGAK BOLEH."

Hmmm, ini susahnya kalo kita seseorang yang suka hal-hal seni, dan eh ortu ngelarang lantaran alasan-alasan religi. Kamupun jadi malas mau nyari jurusan apa kalo tiap-tiap usul pasti ditentang dengan alasan yang lagi-lagi berkaitan dengan hal agama. Bahkan, yang paling ekstrim kita dipaksa masuk ke jurusan yang kita sendiri enggak tau dan nggak tertarik. Memang sih orang tua punya andil besar dalam kuliah kita, mereka yang ngasih duit, mereka juga yang ikut nanggung malu kalo kita kena apa-apa dari kuliah kita tersebut. Jadi, ya mau gimana lagi. Namun dengan berbagai komunikasi dan pendekatan, bisa kok kita meluluhkan hati ortu supaya paham pilihan kita tersebut.

Hal yang mendasar mengapa ortu melarang kita mengambil jurusan kuliah juga karena mereka sayang dengan kita. Mereka khawatir kita salah jalan lantaran pengaruh-pengaruh yang belum kita ketahui di saat belajar di universitas tersebut. So, cobalah menimbang pelarangan-pelarangan orang tua mengenai jurusan pilihanmu tersebut, dan kalo bisa mintalah penjelasan yang bisa membuatmu paham. Semua akan clear kalo kita mau saling berkomunikasi.

4. Jangan nonton itu. Yahudi!

ITU NGGAK BAIK! via http://hellinahandbasket.net

Biasanya sih ini terjadi waktu kita nonton TV bareng terus muncul program-program yang asalnya dari negri barat kayak Indonesia Idol, X-Factor, Rising Star, dan sebagainya. Bapak pasti langsung …

"ITU YAHUDI!" GANTI LAINNYA!

Lalu, kitapun menjadi bingung sendiri, aneh sendiri, dan pastinya sebel sendiri, enak-enak nonton malah diteriakin kayak gitu. Enggak cuman perkara tayangan saja, berbagai hal yang menyangkut itu pasti langsung ditentang olehnya. Seperti waktu kamu menyampaikan kalau kamu ingin mencari beasiswa di Amerika, pastilah langsung disiram air-air penolakan yang berbau-bau yahudi. Belum lagi kalo ada media-media yang nyiarin sesuatu nggak jelas, pasti bapak cerita-cerita kalo itu ada konspirasinya dengan berbagai pihak.

Tapi, besok kamu pasti akan paham tentang pola pikir ortumu itu yang sangat menentang hal-hal seperti itu. Mereka hanya mengkhawatirkan dirimu agar tidak terarah pada hal-hal yang akan merugikanmu, karena di dunia ini sudah banyak hal yang sumrawut. Jadi di saat kamu nonton TV, baca berita, atau memperoleh informasi, kamu harus benar-benar berpikir kritis akan hal itu, karena bisa saja itu menyesatkanmu. Di zaman sekarang banyak pihak-pihak yang menyetir awak media supaya memberitakan berita untuk kepentingan mereka semata. Media yang netral sangat jarang ditemui.

5. But, In the end of the day, kamupun mengakui kalau ortumu ada benarnya.

Yap, intinya ortu memang ingin anaknya menjadi yang terbaik. Jadi, jika kamu mendapati mereka melarang kamu dengan alasan agama, mungkin mereka sedang menghindarkanmu dari hal buruk. Tapi, yang terpenting tanyakanlah alasan pelaranganmu dengan jelas, suruh mereka menjelaskannya secara pelan-pelan dan gamblang supaya kamu enggak nggrundel sendiri. Namanya orang tua pastilah ada salah paham dalam memahami sesuatu. Maka sekali lagi, tanyakanlah sejelas mungkin.

Seiring berjalannya waktu, seiring kamu dewasa dan seiring kamu mengerti kehidupan, pastilah banyak hal yang akan kamu pahami, dan disanalah kamu mulai mengerti pentingnya nasehat-nasehat ortumu yang ternyata mereka ada benarnya.