"Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca Hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim"

Mencari dan menemukan pasangan memang butuh pertimbangan matang. Antara dada dan kepala harus sinkron kalau tidak ingin terjebak bersama seseorang yang lebih banyak ngehe daripada manfaatnya. Ini bukan hanya perkara kecocokan yang berdasarkan awang-awang, melainkan juga berdasarkan analisis yang keabsahannya harus bisa dipertanggungjawabkan. "Ah, cinta kan cinta, tidak butuh alasan." Memang benar, untuk jatuh cinta kita tidak perlu memiliki alasan, tapi untuk menjalin sebuah hubungan yang sehat kita harus mencari-cari alasan.

Cinta tanpa syarat atau menerima apa adanya hanya berlaku di FTV, bukan di kehidupan nyata. Cinta yang sempurna hanyalah milik Raisa dan Babang Hamish, sedangkan untuk kita, cinta tetap butuh dipejuangkan. Karena pada praktiknya, toh cinta selalu dibenturkan kepada kendala-kendala teknis yang sebetulnya bisa disinyalir sejak masa penjajakan. Cinta tidak membuat orang buta, kawan. Kitalah yang selalu menutup mata.

Saya kira membahas cinta dan filososinya hanya akan menghabiskan 10 kali scroll down. Jadi mari kita sudahi saja pembukaannya. Di luar pertimbangan-pertimbangan yang Anda miliki hari ini, izinkan saya memerkenalkan 5 kecerdasan yang bisa menjadi pertimbangan ketika Anda memilih pasangan.

1. Kecerdasan Intelektual

Ini bukan mengenai titel di belakang nama calon pasangan Anda. Bukan juga tentang es-esan yang telah ditempuhnya. Ini tentang kecerdasan sesungguhnya. Lelaki cerdas bukan ia yang tahu segalanya, Anda sedang mencari kekasih, bukan ensiklopedia. Lelaki cerdas bukan ia yang memiliki segudang keahlian, toh Anda tidak sedang mencari tukang. Bukan juga yang bisa mengajari Anda apa saja, tolong bedakan antara kekasih dengan dosen.

Lelaki cerdas adalah ia yang paham tentang pengetahuan yang ia miliki. Yang memiliki hujah kuat ketika diajak berdiskusi. Yang mampu memikat isi otak Anda, bukan hanya isi dada dan … well, celana.

Advertisement

TIP:

– Pilihlah lelaki yang kecerdasan intelektualnya setingkat atau berada di atas Anda.

– Kalau terpaksa memiliki pasangan yang kurang, pastikan ia adalah tipe yang sanggup menerima kenyataan bahwa Anda lebih cerdas darinya. Ini penting, sebab lelaki yang tidak terlalu pintar tapi tahu diri lebih berharga daripada lelaki dungu tapi sok tahu.

Advertisement

– Kecerdasan intelektual diturunkan genetis dari ibu, jadi jangan berkecil hati. Keturunan Anda masih bisa diselamatkan.

2. Kecerdasan Sosial

Ada lelaki yang pintar tapi menyebalkan, ada lelaki yang tidak terlalu pintar tapi menyenangkan. Ada juga yang, sorry to say, udah mah kurang pintar menyebalkan pula. Biasanya kecerdasan intelektual satu paket dengan kecerdasan sosial, tapi dalam segala hal selalu ada pengecualian.

Lelaki yang memiliki kecerdasan sosial tinggi mampu menerjemahkan pengetahuan dan ide-idenya ke dalam pembicaraan yang konstruktif. Sanggup membuat Anda betah ngobrol berjam-jam dengannya.

Mari saya jabarkan dengan lebih detail:

– Menyenangkan ketika diajak bicara tentang apa saja.

– Tidak mendominasi pembicaraan seakan-akan dia adalah panelis di dalam seminar.

– Memiliki selera humor tinggi.

– Tidak membuat Anda terintimidasi dengan isi diskusi.

– Memperlihatkan pengetahuan yang ia miliki dengan cara menyenangkan, tidak show up atau HANYA pamer diktat kuliah.

– Menganggap Anda sebagai rekan berbincang, bukan peserta di kelas mengajar.

– Meminta pendapat dan tidak malu bertanya tentang hal yang tidak ia ketahui.

– Jika ia tidak setuju dengan pendapat Anda, yang ia "serang" adalah pemikiran Anda, bukan pribadi.

– Sanggup membuat Anda tertawa bahkan dengan lelucon-lelucon sederhana.

TIP:

– Tidak semua lelaki yang cerdas secara intelektual memiliki kemampuan yang sama dalam interaksi sosial. Kalau kebetulan Anda sedang bersama tipe seperti ini, Andalah yang harus mengarahkan pembicaraan agar lebih menyenangkan.

– Kalau kebetulan Anda bertemu dengan lelaki yang tidak begitu pintar tapi menyenangkan, berlapang dadalah dan jadikan kecerdasan lain sebagai bahan pertimbangan ketika ingin terus bersama.

– Kalau Anda bertemu lelaki yang goblok dan menyebalkan, segera hubungi mantan terdekat dan minta balikan.

3. Kecerdasan Emosional

Emosi berada di titik PMS bukan hanya milik perempuan, banyak kok lelaki yang tingkat sensitivitasnya melebihi test pack. Baperan, ngambekan, tak jarang yang main tangan, melankolis garis keras, dan lain sebagainya. Beda pendapat sedikit, marah. Telat ngangkat telepon, banting ponsel. Diputusin, nangis. Ada cowok lain yang komen di Facebook, kepo. Bikin status melow, baper. Lebih baik menghadapi anak TK daripada bersama tipe lelaki yang memiliki kecerdasan emosional rendah.

Sebaliknya, lelaki yang memiliki kecerdasan emosional tinggi mampu menyeimbangkan perasaan dan otaknya. Mampu membuat pertimbangan-pertimbangan yang mementingkan keutuhan hubungan ketika mengambil keputusan. Ndusel able di luar, tapi mature di dalam.

CIRI-CIRI LELAKI YANG MEMILIKI KECERDASAN EMOSIONAL TINGGI:

– Tidak cepat tersinggung.

– Memiliki kadar kecemburuan sesuai takaran (sekitar dua sendok makan).

– Hanya posesif pada saat-saat diperlukan. Misalnya, saat Anda sedang butuh jemputan. *ealah

– Menganggap Anda sebagai kekasih yang memiliki kebebasan, bukan sebagai peliharaan yang harus dipasangi tali kekang.

– Meminta klarifikasi dan bersedia melakukan mediasi ketika terjadi konflik.

– Membuat keputusan berdasarkan akal sehat.

– Pokoknya yang nggak baper-an.

4. Kecerdasan Seksual

Siapa sih perempuan yang tidak mau memiliki pasangan rasa nasi Padang lauk rendang? Perempuan mana sih yang tidak mau punya pasangan Orlando Bloom di luar tapi Jason Statham di dalam?

Kecerdasan seksual ini berhubungan dengan sex chemistry, bukan soal fisik. Ada lelaki tampan berwibawa tapi hampos. Ada lelaki yang penampilannya biasa-biasa saja tapi selalu membuat Anda ingin menyeretnya ke sofa (pembaca di bawah usia 21 tahun tolong tutup artikel ini segera). Sex chemistry juga tidak sepenuhnya berhubungan dengan cinta. Suatu saat, kalau Anda sudah memiliki banyak pengalaman, Anda akan mengerti bahwa kehidupan seksual di dalam pernikahan memiliki andil yang cukup besar. Tidak percaya? Makanya, nikah dulu sana.

Lalu bagaimana mengukur kecerdasan seksual pasangan tanpa harus "test drive?" Mari saya berikan tips:

– Bagaimanapun bentuk fisik pasangan Anda, bagi Anda ia adalah lelaki paling tampan sedunia.

– Anda merasa nyaman bersamanya, begitu juga sebaliknya.

– Kalian berdua saling menginginkan tanpa paksaan.

– Ya pokoknya gitu deh. *dilempar*

5. Kecerdasan Finansial

Ini bukan perkara nominal, juga bukan perkara jabatan. At least, pastikan pasangan atau calon pasangan Anda secure secara finansial. Paling tidak ia memiliki pos-pos pemasukan untuk dirinya sendiri. Ya buat apa punya pasangan yang sebentar-sebentar minjem uang, yang sebentar-sebentar minta diisi pulsa, yang sebentar-sebentar numpang makan, yang sebentar-sebentar mengeluh soal kondisi dompetnya? Anda mencari pasangan, bukan sedang berperan sebagai dinas sosial.

Matre? Bukan, Sayang. Ini realistis namanya. Beras dan susu anak tidak bisa dibeli dengan secarik puisi.

Biar saya jelaskan lebih rinci agar suatu hari nanti Anda tidak perlu bercerai hanya karena alasan ekonomi:

– Lelaki yang memiliki kecerdasan finansial bertanggung jawab terhadap pemenuhan ekonomi ia sendiri dan keluarganya.

– Memiliki semangat luar biasa untuk memenuhi tanggung jawabnya. Kalau pasangan Anda tipe yang "Ya da aku mah apa atuh, hanya segini adanya," kehidupan Anda tidak akan mengalami peningkatan. Tapi jangan salah langkah, harga diri lelaki terletak di dalam dompetnya. Jadi kalau Anda ingin memberi semangat agar ia giat berusaha, pastikan lakukan itu dengan smooth.

– Bukan parasit. Tahu kan parasit? Lelaki parasit ini hanya diam di rumah, bekerja tidak mau, ngurus rumah tidak mau, ngurus anak apa lagi. Anda butuh suami, bukan gigolo. Tolong dipikirkan baik-baik.

– Tidak gengsian. Tidak segan bekerja dan berusaha di bidang apa saja asalkan halal. Ada tipe lelaki yang pilih-pilih pekerjaan padahal keahlian yang dia miliki tidak sepadan. Ada tipe lelaki yang saking arogan dengan keahlian yang dia miliki sampai-sampai lebih memilih jadi pengangguran daripada bekerja di bidang yang menurutnya rendahan.

– Pekerja keras. Anak mami yang hanya minta disuapi bukan tipe ideal untuk dijadikan suami, FYI aja sih.

– Bijak dalam mengeluarkan uang. Pelit banget nggak, royal banget juga nggak. Lelaki yang memiliki kecerdasan finansial tinggi tahu mana pos-pos yang harus dijadikan skala prioritas. Hindari tipe lelaki yang lebih mementingkan membeli spare part kendaraan daripada ketersediaan pangan. Hindari lelaki yang menghabiskan uang demi hobinya daripada memberi Anda uang belanja bulanan.

TIPS LAINNYA:

– Kecerdasan finansial tidak melulu perkara nominal. Besar atau kecil tergantung pola pikir Anda. Ketika sudah menikah, kecukupan ekonomi adalah peran serta berdua, itu sebabnya mengapa perempuan juga harus mandiri secara ekonomi.

– Ketika pasangan Anda sudah melakukan usaha semaksimal mungkin, jangan pernah merendahkannya. Hargai dan berikan motivasi.

– Uang adalah perkara yang sensitif, gunakan kecerdasan sosial dan emosional ketika menyikapi ini.

——

Gimana, sudah sembuh patah hatinya? Sudah siap mencari pasangan baru yang lebih kompeten dan pantas untuk diperjuangkan? Well, kalau harus jujur, sebetulnya tidak ada laki-laki lajang yang memiliki 5 kecerdasan seperti di atas, standar paling tinggi paling hanya memiliki 3 kecerdasan. Andalah yang kelak menggenapkannya agar si dia menjadi "lelaki sempurna". Andalah … perempuan yang bersedia berjuang bersamanya.

Salam, `eL

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya