5 Tanda Toxic di Lingkungan Kerja, Kamu Mengalaminya?

Jangan dibiarin aja ya!

Toxic pada lingkungan pekerjaan merupakan suatu hal yang tidak baik untuk kita lakukan. Karena akan berdampak buruk pada kesehatan fisik maupun mental.

Terkadang kita memang seringkali menemukan kondisi semacam ini. Namun, terkadang pula kita tidak sepenuhnya menyadari bahwa sebenarnya kita sedang mengalami toxic di lingkungan kerja. Alhasil, dampak-dampak buruk dapat menyertai kita sendiri dan tentunya akan merugikan produktivitas dalam bekerja.

Karenanya ketika dihadapkan pada situasi pekerjaan, kamu harus mampu memahami toxic pekerjaan yang buruk dan tidak sehat berikut ini. Supaya, pekerjaan dan kesehatan kita dapat berjalan dengan sehat dan seimbang.

Nah, apa saja tanda-tanda bahwa lingkungan pekerjaan dapat dikatakan toxic? Yuk, simak ulasan berikut!

Advertisement

1. Kompetisi yang buruk

Photo by Andrea Piacquadio from Pexels

Photo by Andrea Piacquadio from Pexels via https://www.pexels.com

Tak selamanya kompetesi berjalan dengan baik. Adakalanya, kamu akan menemui kompetisi di lingkungan kerja yang buruk dan tidak sehat.

Misalnya, rekan kerja yang seringkali menyebar gosip dan isu yang tidak benar hingga menjatuhkan orang lain demi mendapatkan perhatian dari atasan.

Advertisement

Kompetisi yang buruk ini tentu menjadi salah satu bentuk dari toxic di lingkungan pekerjaan. Karenanya, kamu harus berhati-hati ketika dihadapkan pada lingkungan yang seperti ini.

Jangan pernah untuk mengikuti hal yang tidak seharusnya kamu lakukan. Terlebih, kamu hanya perlu melakukan yang terbaik bagi perusahaan tempatmu bekerja.

Nah, ketika kamu dihadapkan pada situasi seperti ini, jangan sungkan dan ragu untuk berbicara kepada atasanmu ya!

2. Merasa cemas sepanjang hari

Foto oleh Nataliya Vaitkevich dari Pexels

Foto oleh Nataliya Vaitkevich dari Pexels via https://www.pexels.com

Lingkungan kerja yang toxic juga dapat memicu stres dan kecemasan yang tidak baik. Menurut seorang Psikolog, Lindsay A. Henderson, PsyD, tubuh dan pikiran kita akan mengirimkan reaksi apabila kita merasa tidak nyaman dengan pekerjaan atau suasana di tempat kerja.

Kalau kamu merasakan hal tersebut, itu tandanya kamu sedang mengalami toxic di lingkungan kerja. Perasaan cemas tentu akan mengganggu produktivitas dalam bekerja.

Oleh karena itu, kamu harus segera mengatasinya dengan cara mengkomunikasikan kepada atasan atau pergilah ke dokter atau yang ahli.

Namun apabila situasi kesehatanmu tidak kunjung membaik, jangan ragu untuk resign dari pekerjaanmu agar tubuhmu dapat beristirahat sejenak.

3. Pelecehan fisik maupun verbal

Foto oleh Liza Summer dari Pexels

Foto oleh Liza Summer dari Pexels via https://www.pexels.com

Salah satu toxic di lingkungan kerja lainnya ialah apabila kamu mendapati pelecehan fisik dan verbal dari orang lain. Ketika kamu mengalami hal ini, segeralah untuk menyatakan resign apabila kamu sudah tidak kuat.

Dikarenakan bentuk pelecehan di lingkungan kerja seperti ini tidaklah akan berjalan baik pada kondisimu kedepannya.

Kamu harus aware terhadap dirimu sendiri dan beranilah untuk menyatakan 'tidak' pada hal-hal yang sudah tidak bisa ditolerir lagi.

4. Bekerja terus menerus dan nggak bisa santai

Foto oleh Karolina Grabowska dari Pexels

Foto oleh Karolina Grabowska dari Pexels via https://www.pexels.com

Work life balance merupakan situasi dimana hidup dan pekerjaan kita dapat berjalan seimbang dan beriringan. Namun terkadang perilaku work life balance ini tidak sepenuhnya berjalan dengan baik. Lantaran, ada hal-hal yang tidak memungkinkan terjadi, seperti jumlah jam kerja yang overload. 

Pekerjaan ini tidaklah sehat apabila kamu teruskan. Karena tubuh kita juga perlu istirahat agar produktivitas dapat terjaga dengan baik.

Bekerja terus-menerus dalam sehari dan tidak bisa menemukan me time kamu sendiri adalah salah satu tanda bahwa kamu sedang mengalami toxic di lingkungan kerja.

5. Sering jatuh sakit

Photo by Marcus Aurelius from Pexels

Photo by Marcus Aurelius from Pexels via https://www.pexels.com

Adapun dampak dari toxic di lingkungan kerja ialah kamu sering mengalami sakit hingga mengganggu pekerjaanmu itu sendiri.

Hal ini tentu beralasan. Lantaran tubuh, fisik, maupun mentalmu terus-menerus dikuras hanya untuk pekerjaan. Karenanya, kamu harus mementingkan juga kesehatanmu sendiri. Sehingga, pekerjaanmu nantinya dapat berjalan dengan efektif dan efisien.

Toxic dalam lingkungan pekerjaan memang tidak sehat apabila dilakukan dan dibiarkan terus-menerus. Oleh karena itu, kita harus jeli dan memahami agar dapat mengatasi situasi semacam ini.

Terlebih, apabila kamu tidak memberanikan diri untuk keluar dari hal tersebut, maka pekerjaan dan kehidupanmu bisa saja berantakan dan tidak berjalan dengan semestinya.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

a full-time learner who loves public relations and media studies.

CLOSE