Olimpiade 2016 telah selesai diselenggarakan di Rio de Janeiro, Brazil yang ditandai dengan upacara penutupan pada tanggal 21 Agustus kemarin. Olimpiade pertama yang dihelat di Amerika Selatan ini mendapatkan pujian dari berbagai pihak mulai dari tokoh politik dunia, selebritis, para atlet dan awak media massa internasional karena dinilai mencetak sukses yang luar biasa. Selama dua pekan, publik internasional disuguhi pertandingan olahraga yang berkualitas, kompetisi perebutan medali yang sengit dan rentetan momen suka-duka yang dramatis dari perjuangan para atlet mengharumkan negara mereka masing-masing.

Masyarakat Indonesia patut berbahagia karena kontingen Merah-Putih berhasil mencatatkan prestasi pada olimpiade tahun ini dengan merebut 1 medali emas dari cabang bulutangkis dan 2 medali perak dari cabang angkat besi.  Pencapaian ini merupakan peningkatan dari Olimpiade 2012 ketika Indonesia tidak berhasil meraih satu pun medali emas.

Sembari  merayakan keberhasilan para pahlawan olahraga Indonesia, masyarakat Indonesia juga perlu meluangkan waktu untuk meneladani masyarakat Brazil dalam kesuksesan mereka menjadi tuan rumah ajang olahraga empat tahunan tersebut. Hal ini penting karena dua kota di Indonesia yaitu Jakarta dan Palembang akan menjadi tuan rumah Asian Games 2018 pada tanggal 18 Agustus hingga 2 September 2018, hajatan olahraga yang juga berskala besar karena mempertandingkan 37 cabang olahraga dan diikuti oleh 45 negara di benua Asia. Berikut ini lima hal yang bisa menginspirasi masyarakat Indonesia agar menjadi tuan rumah yang baik seperti halnya masyarakat Brazil yang memiliki banyak kesamaan sebagai sesama masyarakat negara berkembang.

1. Antusiasme tinggi untuk menyaksikan pertandingan secara langsung di arena olahraga

Meriah dan penuh semangat via http://alfa-img.com

Masyarakat Brazil dikenal sebagai masyarakat yang menyukai pesta dan mencintai olahraga. Hal ini terbukti dari tingginya jumlah penonton yang hadir di arena olahraga untuk menyaksikan laga para atlet secara langsung. Tidak hanya di cabang olahraga favorit mereka seperti sepakbola, bola voli, atau atletik saja, namun warga lokal juga memenuhi arena pertandingan di cabang-cabang lain yang secara kultur maupun historis tidak terlalu dekat dengan mereka seperti tenis meja, taekwondo, anggar, dll. Hal ini sangat diapresiasi oleh para atlet karena penuhnya arena oleh penonton tentu akan memberi atmosfer pertandingan yang luar biasa bagi mereka.

Pada Asian Games 2018 nanti, masyarakat Indonesia juga perlu berbondong-bondong datang ke arena olahraga yang tersebar di kompleks Gelora Bung Karno dan Kemayoran di Jakarta atau kompleks Jakabaring di Palembang, alih-alih hanya menyaksikan pertandingan melalui layar televisi di rumah masing-masing. Ayo jadilah bagian dari saksi sejarah prestasi para atlet!

2. Menjunjung sportivitas dalam mendukung para atlet

Bersebelahan tapi harus tetap akur via http://www.bola.com

Advertisement

Suatu hal yang wajar apabila penonton menggebu-gebu mendukung atlet yang bertanding dengan membawa nama negara mereka. Yel-yel , tepuk tangan meriah dan kibaran bendera negara akan menjadi tambahan semangat bagi para atlet. Namun pertandingan olimpiade tidak hanya sekedar menang atau kalah.

Ada semangat sportivitas yang harus dijunjung di dalamnya. Hal ini nampaknya sangat disadari oleh masyarakat Brazil. Ketika atlet negara mereka kalah dari atlet negara lain dan terpaksa harus mengubur impiannya merebut medali olimpiade, para penonton tidak lantas menyalurkan kekecewaan mereka dengan hal yang anarkis. Tidak ada kerusuhan parah antar suporter yang terjadi selama Olimpiade 2016. Ketika tim sepakbola wanita Brazil yang digadang-gadang bisa merebut medali emas harus takluk dari tim Swedia secara dramatis melalui adu penalti di babak semifinal, pendukung tim Brazil tidak berbuat onar dan justru tetap bernyanyi menghibur atlet-atlet Brazil yang tertunduk lesu. Para penonton berkostum kuning-hijau khas bendera Brazil juga tak segan memberikan standing applause untuk penampilan mengagumkan yang ditunjukkan oleh Rafael Nadal, petenis dari Spanyol walaupun ia telah mengalahkan petenis idola tuan rumah yaitu Thomaz Bellucci di perempatfinal.

Masyarakat Indonesia perlu belajar untuk bersikap sportif dalam menyaksikan pertandingan olahraga di Asian Games 2018 nanti. Selalu ada yang menang dan ada yang kalah dalam setiap pertandingan. Meskipun dilanda kekecewaan karena jagoan harus tersingkir dari turnamen, namun suporter Indonesia harus menjaga emosi untuk tidak melakukan provokasi pada supporter dari negara lain dan tidak merusak sarana prasarana di arena pertandingan. Menjadi tuan rumah yang berperilaku baik akan menunjukkan keluhuran peradaban masyarakat suatu negara juga.

3. Menjadi penonton yang tertib dan disiplin

Tertib untuk kenyamanan bersama via http://www.newsday.com

Advertisement

Masyarakat negara berkembang sering mendapat stigma buruk atas perilaku tidak tertib dan kurang disiplin. Pada Olimpiade 2016, masyarakat Brazil berusaha membuktikan bahwa stigma tersebut salah. Kelancaran penyelenggaraan pertandingan salah satunya didukung oleh ketertiban dan kedisiplinan masyarakat Brazil seperti misalnya antri dengan rapi ketika membeli tiket dan bergiliran memasuki arena pertandingan, tidak mengotori tribun dengan sampah sisa dari tempat makanan dan minuman hingga kepatuhan pada aturan untuk berdiri ketika lagu kebangsaan peraih medali emas dikumandangkan.

Hal ini tentu akan sangat membantu panitia penyelenggara dalam menangani pelaksanaan acara dan sekaligus memberikan kesan positif bagi penonton yang datang dari negara lain.

Pada Asian Games 2018 nanti, Jakarta dan Palembang akan didatangi tidak hanya ribuan atlet dari 45 negara saja namun juga para suporter dari negara lain dan tentunya para jurnalis media massa internasional. Ini momen yang tepat untuk menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia juga memiliki ketertiban dan kedisiplinan di tempat umum seperti misalnya di arena pertandingan sehingga semua orang dapat menikmati pesta olahraga multicabang tersebut dengan nyaman dan aman.

4. Memakai atribut unik untuk memperkenalkan budaya negara tuan rumah

Nonton pertandingan sekaligus karnaval via http://www.gettyimages.ca

Brazil membanggakan dirinya sebagai negara dengan kebudayaan yang menarik. Salah satu ikon budaya Brazil yang paling terkenal adalah Carnaval do Brasil yang menampilkan kostum-kostum eksotis dari bulu-bulu berwarna-warni mencolok dan perhiasan mengkilap.

Terinspirasi oleh hal tersebut dan juga untuk semakin menambah meriah pesta olahraga Olimpiade, banyak penonton Brazil yang secara khusus mengenakan kostum ala karnaval ketika mendukung atlet jagoannya bertanding di stadion. Keunikan kostum tersebut tentu menarik perhatian para penonton dari negara lain dan semakin memperkenalkan keindahan budaya karnaval yang dimiliki oleh Brazil.

Indonesia juga dikaruniai kebudayaan yang luar biasa kaya dan beragam. Dalam urusan kostum, negara kita punya banyak pakaian adat yang indah dengan bahan batik atau tenun dan kostum-kostum unik lainnya yang terinspirasi dari tokoh di dunia pewayangan seperti Gatot Kaca, Hanoman, dan lain-lain. Tidak ada salahnya bila para suporter Indonesia di Asian Games 2018 nanti mencoba menggunakan beberapa kostum tersebut atau menciptakan kreasi kostum baru yang bersumber dari unsur-unsur kebudayaan nusantara.

5. Ajak anak-anak ke stadion untuk mengenal olahraga

Semangat si suporter cilik via http://sports.yahoo.com

Olimpiade 2016 digaungkan sebagai pesta olahraga untuk semua orang, tak terkecuali bagi anak-anak. Di arena pertandingan Olimpiade 2016, terlihat banyak orang tua yang mengajak anak-anaknya untuk ikut menyaksikan laga antar para atlet dunia secara langsung. Hal ini tentu sangat bagus karena mereka dapat diperkenalkan dengan olahraga sejak kecil.

Bukan tidak mungkin bila beberapa dari mereka akan terinspirasi dengan aksi mengagumkan perenang handal seperti Michael Phelps dan kemudian bersungguh-sungguh berlatih untuk menjadi atlet berprestasi. Di samping itu, dengan diajak mendukung para atlet berlaga membawa nama bangsa, secara tidak langsung juga akan mengajarkan kepada mereka tentang nasionalisme dan menumbuhkan kebanggaan sebagai suatu bangsa.

Di Asian Games 2018 besok, saatnya masyarakat Indonesia menjadikan pertandingan olahraga sebagai hiburan keluarga dengan mengajak anak-anak menonton langsung di Istora Senayan atau di Gelora Sriwijaya Jakabaring. Siapa tahu akan muncul atlet-atlet penerus Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir yang bermula dari antusiasme mereka menyaksikan pertandingan dan merasakan atmosfer luar biasa di dalam stadion.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya