Pengen traveling tapi biaya terbatas? Santai bro, banyak jalan menuju Roma. Jalan-jalan itu ga mesti mahal kok, asal kita tahu cara menyiasatinya. Tapi sebelumnya kita harus tahu, struktur biaya sebuah perjalanan wisata.

Jika ditelusuri, sebenarnya ada tiga pos utama traveling:

1. Transportasi > cara mencapai tempat wisata

2. Konsumsi > cara bertahan hidup dan biar balik ga tinggal nama

3. Akomodasi > biar ga dikira gelandangan dan ada tempat numpang tidur

Cara hemat ongkos transportasi adalah sering-sering hunting tiket promo sambil berdoa biar ga kehabisan. Contohnya, salah satu maskapai favorit ane sedang ada kursi gratis. Bisa cek websitenya biar ga kehabisan. Pokoknya kita harus jadi langganan newsletter mereka biar ga telat dapat infonya.

Untuk hemat konsumsi juga simple, cukup puasa Senin Kamis. Sahurnya Senin, bukanya Kamis. Pasti bisa saving duit banyak tuh. Nah, untuk penghematan akomodasi nih, jarang yang memberikan terobosan out of the box.

Penulis hanya ingin berbagi cara berhemat biaya penginapan/hotel. Tulisan ini disarikan dari pengalaman traveling sejak zaman SMP. Mulai yang nyaman pake travel nginep di hotel berbintang sampai ngegembel segembel-gembelnya tidur di tempat berbintang (nggak ada atapnya, benar-benar beratapkan bintang :p).

5 tempat hemat senyaman hotel antara lain:

1. Rumah Teman/Saudara

Rumah kerabat via https://www.pexels.com

Inilah bukti silaturahmi menambah rezeki. Selain dapat akomodasi gratis, biasanya kenalan/keluarga kita bisa menjadi tour guide plus supir yang rela nganter jalan2 keliling kota. Untuk yang ga ada kenalan/sodara bisa coba menggunakan couchsurfing. Atau bikin aja iklan lewat jejaring sosial hehehe.

2. Kendaraan

Supir mengantuk via https://www.pexels.com

Car sweet car. Tinggal berhenti. Matikan mesin. Kunci pintu. Senderkan jok. Rebahkan badan. Bisa bobo deh hehehe. Tapi paling enak kalo kita lagi naik bus/kereta/pesawat. Karena selain menghemat waktu, juga bisa menjadi tempat tidur mobile (beberapa bus/kereta lintas negara menyediakan tempat tidur). Saran saya, jika perjalanan yang kita tempuh lebih dari 5 jam, ambil jadwal terakhir (paling malam). Tidur selama perjalanan, dan esok hari setelah sampai, badan kita sudah bugar. Trust me it works 😉

3. Masjid / Tempat Ibadah

Tidur di Masjid via http://a.okezone.com

Advertisement

Karena tidur itu ibadah (maksa), maka tempat terbaik untuk melaksanakannya adalah di rumah Tuhan. Masjid menjadi pilihan asyik karena biasanya sejuk, sanitasi bagus dan terbuka. Tapi tidak semua daerah masjidnya open. Ada yang digembok saat malam. Pengalaman saya, untuk masjid di pusat kota lebih terbuka. Cukup lapor ke takmir. Ngaku aja jadi musyafir (biarpun tampang mukafir :p). Saya pernah dijamu takmir gaul. Sebelum tidur dikasi makan, tikar dan teh hangat. Alhamdulillah.

4. Kantor Polisi

Kantor polisi via http://cdn.rimanews.com

Masih banyak polisi baik kok.

Anda ga salah baca. Ya, kantor polisi! Ga sekalian di penjara bang? Eh serius. Teman saya sudah nyoba. Dengan modal 100rb dia pingin ke Bali dari Jogja. Sampai di Bali, dia kebingungan, tidur di mana yang gratis. Akhirnya dia nekat, lapor ke polisi. Ngomong jujur aja kalau ga punya uang dan nyari tumpangan tidur. Pak polisi dengan baik hati mempersilahkan kawan saya tidur di ruang kantor. Gratis. Ga semua polisi mata duitan kan?

5. Bandara/Terminal

Advertisement

Karena rata-rata check in sudah dibuka 24 jam sebelum keberangkatan. Bandara atau terminal bisa dijadikan pilihan.Toh fasilitas lengkap. Ada kamar mandi, wi-fi dan dekat dengan tempat makan. Kelebihan lain: Anda ga akan ketinggalan flight (kecuali kalo ketiduran).

Nah, sekarang teman-teman sudah tahu kan jika traveling itu ga harus mahal. Dengan menerapkan prinsip SMART TRAVELER, kita bisa jalan-jalan berkali-kali, tanpa perlu menggadaikan diri.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya