1. Tetapkan target

Tetapakan Target

Tetapakan Target via http://healthmag.gr

Untuk mengusir rasa malas, aku berusaha mengubah nilai 50 menjadi 100 pada saat UAS nanti. Tapi tetap dengan cara yang “HALAL” bukan “HARAM” alias menghalalkan segala cara.

2. Harus pasang “GENGSI”

Loh, loh gengsi apaan nih maksudnya? Gengsi dong dapet nilai merah, tapi temen dapet 100. Gengis dong, dicap jadi “Mahasiswa Malas” atau “Mahasiswa MADESU”  alias Mahasiswa Masa Depan Suram.

Kita sama-sama makan nasi tapi kok kita gak bisa seperti si DIA? MIKIR KERAS!

3. Berlatih dan Terbiasa.

Latihan Keras

Latihan Keras via http://malezones.com

Oke sekadar pengalaman saat liburan pasca UTS. Ya, sekitar satu mingguan, aku bergulat dan terus berlatih dengan kode-kode C++ yang rumit bin pusing, kebetulan aku kuliah di jurusan Manajemen Informatika.

Seperti poin no 1, tetapkan tekad yang bulat, pokoknya harus lebih bulat daripada bakso yang enak. Nah, kalau udah bulat kan enak nih ngelahap materi-materi yang terlihat rumit. Prkatis nih tangan udah gatal pengen ngulik pelajaran yang pernah disodorin sama dosen. Setelah membulatkan TEKAD dan memasang GENGSI, saatnya berlatih! Latih terus dan belajar terus, pahami setiap makna dan pola materi yang ada.

Maksudnya apa nih?

Kalau ada praktenya, ya harus dipraktekan. Ingat! Otak lebih suka cara visual ketimbang tekstual.

 

4. Dari tekstual menjadi visual

Apa kita pernah sadar, kita lebih suka membaca komik atau buku yang ada gambarnya, ketimbang cerita atau materi yang hanya tulisan saja. Coba ?

Mana yang lebih nampol di otak kita? Yang ada gambarnya kan? Nah!

Rata-rata kita lebih mampu menangkap cara visual.

Maka dari itu raciklah, materi yang terlihat membosankan dengan gaya bahasamu sendiri atau kita copas tuh materi di Ms.Power Point dan tempelin tuh animasi-animasi yang hidup jadi latar atau hiasannya. Jamin deh! otak kita gak akan garing-garing banget nangkep materinya.

 

5. Cintai dosen galak

Eits! Tunggu! Cinta di sini bukan makna “Cinta” antara lawan jenis, Bro! Oke, menurut survey-ku yang sering nemuin murid dari tingkat SD ampe Mahasiswa tingkat bulukan, sebagian besar dari mereka selalu berwajah tegang ketika berhadapan guru/dosen yang notabene “GALAK”. Ngaku ? pasti kalian gak suka pendidik seperti itu?

Dosen galak itu selalu menerapkan HARAM “NYONTEK” sekali ketahuan kertas atau tugas kita dinyatakan NOL BESAR atau kalau yang sedikit ada kebaikannya, minimal angka 50 menghiasi laporan nilai kita. Justru aku menerapkan sistem “CINTA DOSEN GALAK”,  kenapa?

Sadar, gak? Sebenarnya mereka gak beneran “Galak” dalam artian sebenarnya. Mereka yang terlihat galak itu sebenarnya artian “Tegas” dan memotivasi minat belajar kita. Itu yang aku rasakan saat mendapati guru/dosen yang “Galak” kata orang. Berkat mereka“Aku takut nyontek” dan selalu berlatih sampai bisa!

SELAMAT MENCOBA

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya