Saat bertemu seseorang, yang pertama kita lihat atau nilai adalah fisik atau penampilan. Salah satunya menilai dari pakaian yang dipakai, sehingga tercipta kesan pertama mengenai orang yang dinilainya. Maka dari itu, sangat penting untuk dapat mengelola kesan pertama yang kita tampilkan seperti yang dikemukakan oleh Erving Goffman pada tahun 1959 mengenai teori Impression Management atau pengelolaan kesan, yaitu suatu kegiatan untuk mengkontrol dan mengatur informasi yang di maksudkan untuk mempengaruhi kesan audiens tentang kita.

Pakaian yang dipakai dapat mencerminkan kepribadian seseorang termasuk mahasiswa. Namun, sekarang ini banyak mahasiswa menggunakan pakaian yang tidak sesuai untuk dipakai di lingkungan kampus dan tidak mencerminkan sebagai seorang mahasiswa. Contohnya, mahasiswa yang berpakaian seksi dan terbuka, hal tersebut dapat memicu terjadinya kejahatan berupa pelecehan seksual.

Banyak kasus pelecehan seksual yang terjadi akhir-akhir ini, salah satunya seperti penculikan dan penyekapan seorang wanita berumur 21 tahun demi fantasi seks. Pelaku bernama Widarta Prawira berumur 36 tahun mengaku sebagai anggota Polisi Reskoba Polrestabes Surabaya menculik korban di Jalan Kenjeran Surabaya dan melakukan pelecehan seksual kepada korban, setelah kejadian tersebut pelaku di periksa kejiwaannya di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jawa Timur.

Dari banyaknya kasus pelecehan seksual, kita dapat menganalisis bahwa pelecehan seksual yang terjadi memang bukan saja karena pakaian yang digunakan oleh korban tetapi karena niat dari pelaku kejahatan. Namun, setidaknya dengan menggunakan pakaian yang baik, sopan, rapi, dan tertutup akan sedikit mengurangi kemungkinan terjadinya pelecehan seksual terhadap perempuan.

Lalu, apa saja sih yang menyebabkan mahasiswa berpakaian yang tidak sesuai saat pergi ke kampus? Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya: tidak semua kampus membuat aturan resmi mengenai bagaimana mahasiswa harus berpakaian ketika berada di lingkungan kampus, hanya beberapa institusi saja yang membuat aturan secara khusus mengenai pakaian yang harus digunakan mahasiswanya. Selebihnya, kebanyakan institusi hanya menerapkan aturan umum mengenai pakaian yang harus digunakan mahasiswanya. Aturan umum tersebut di antaranya menggunakan pakaian sopan, rapi, dan bersih. Tidak berlebihan dalam memakai aksesoris. Dan pakaian yang tidak mengganggu orang lain.

Globalisasi dan westernisasi merupakan penyebab kedua yang mempengaruhi cara berpakaian mahasiswa. Seperti gaya berpakaian orang barat yang lebih terbuka dan terkesan kurang sopan jika diterapkan di Indonesia. Hal tersebut secara tidak langsung mempengaruhi mahasiswa dan membuatnya mudah terpengaruh budaya barat tersebut kemudian menggunakannya sebagai identitas dirinya. Di karenakan mahasiswa sedang dalam tahap mencari jati dirinya.

Nah, bagaimana sih seharusnya berpakaian di lingkungan kampus agar terlihat sopan, tapi tetap fashionable? Berikut beberapa jenis pakaian yang harus dimiliki mahasiswi:

1. Kemeja

Kemeja fashionable via http://www.myrosefashion.com

Kemeja menjadi baju favorit yang fleksibel untuk bisa digunakan di lingkungan kampus, baik kemeja polos atau pun bermotif. Dengan menggunakan kemeja, seorang mahasiswa akan terlihat lebih berwibawa, trendi, dan cocok digunakan untuk acara formal maupun non formal.

2. Kaos

Kaos fashionable via http://www.myrosefashion.com

Kaos lebih terkesan tidak formal bahkan terkadang terkesan tidak sopan, namun untuk bisa menjadi layak dipakai di lingkungan kampus, pemakaiannya dapat dilapisi dengan outer seperti blezer, cardigan, jas maupun jaket.

3. Celana berbahan kain dan jeans

Advertisement

Celana fashionable via http://fashionmodelku.com

Untuk bawahan, mahasiswa dapat memilih celana berbahan kain agar terlihat lebih formal dan sopan. Untuk warnanya sendiri dapat memilih warna-warna gelap, seperti hitam dan coklat untuk acara formal. Warna lain dapat dipakai namun harus disesuaikan dengan warna atasan yang dipakai. Agar tidak terlihat terlalu formal, mahasiswa dapat menggunakan bawahan celana berbahan jeans.

4. Rok

Rok fashionable via http://fashionsmodern.com

Untuk wanita dapat memilih rok berbahan kain yang polos. Untuk warnanya sendiri dapat memilih warna-warna gelap seperti hitam dan coklat untuk acara formal. Sedangkan untuk acara non formal dapat pula memakai rok berbahan jeans dan rok yang bermotif.

5. Tas dan sepatu

Tas dan sepatu via http://www.reseppilihan.com

Selain pakaian atasan dan bawahan, perlengkapan yang dapat dipakai mahasiswa adalah sepatu. Sepatu sendiri terdapat beberapa jenis, mulai dari sepatu pentopel untuk acara formal, sepatu kets/sneakers, sepatu flat, dan lain sebagainya. Kemudian tas yang merupakan item penting untuk mahasiswa membawa peralatan kuliahnya. Tas yang dapat digunakan mahasiswa di antaranya tas gendong, tas selempang, tas tangan, dan lain-lain.

6. Aksesoris

Hijab fashionable dengan kalung via https://tipscaraberjilbab.blogspot.com

Perlengkapan lainnya adalah aksesoris seperti jam tangan, kalung, gelang, dan juga hijab untuk mahasiswa muslim yang tentunya tidak berlebihan.

Sebenarnya apa pun yang dipakai untuk ke kampus tidak menjadi masalah selama pakaian tersebut terlihat sopan, rapi, bersih, dan sesuai untuk dipakai di lingkungan kampus. Dan yang paling penting pakaian yang digunakan tetap mencerminkan sebagai seorang mahasiswa yang baik. Karena sebagai seorang mahasiswa, kita tidak hanya membawa identitas diri sendiri tetapi juga identitas sebuah institusi di mana kita menuntut ilmu. Maka dari itu berpakaianlah yang baik, dengan begitu orang lain akan menilai kita baik pula.