Pikun tak terhindarkan bagi hampir sebagian orang yang sudah lanjut usia seperti nenekku. Ada-ada saja kelakuan lucu nenek memasuki usia pikunnya sebelum meninggal dunia. Gak heran keluarga dibuat rindu saat mengenangnya.

1. Menyapa banyak orang

Nenek yang suka menyapa dari balik jendela via http://www.vemale.com

“Mau kemana, Ujang?”

“Dari mana, Teh?”

“Jualan apa?”

“Bawa apa itu?”

Nenek hobi banget duduk di teras rumah dan suka menyapa orang-orang yang lewat mulai dari ibu-ibu pengajian, anak-anak sekolah, sampai tukang mie ayam keliling. Alhasil, nenek punya banyak kenalan walaupun nenek gak ingat satu per satu. Tak jarang, orang-orang yang disapa nenek suka mampir dan mengajak nenek mengobrol.

2. Bagi-bagi uang dan makanan

Nenek siap bagi-bagi uang nih via http://wonkette.com

Advertisement

Nah ini dia kedoyanan cucu-cucunya nih. Nenek selalu punya uang yang dikumpulkannya dari pemberian anak-anak atau saudara-saudara jauhnya atau dari ibu-ibu pengajian yang suka lewat dan mampir. Nah, uang ini suka dia bagikan ke orang-orang bahkan orang yang tak dikenal. Tidak hanya uang, makanan pun suka dia bagikan. Berhubung sudah pikun, makanan yang dibagikan itu sering sudah tak layak makan.

3. Lupa

Nenek lupa button like via https://memecrunch.com

Ini yang paling sering. Suatu hari nenek menerima pemberian uang dalam amplop. Dia bertanya berapa jumlah uangnya karena nenek sudah tidak bisa mengenal nominal uang. Lalu dia menyimpan amplop itu. Beberapa saat kemudian, dia sibuk mencari-cari amplop itu sampai menangis.

“Nenek cari apa?”

“Amplop nenek dimana?” Nenek bertanya sambil menangis sesenggukan.

“Loh tadi nenek simpan dimana?”

“Di sini (di laci meja). Kok gak ada?”

“Yaudah sini aku bantu cari.”

Ternyata amplopnya di bawah bantal.

4. Cerita romantis dengan kakek

Nenek dicium kakek via http://nicewishes.com

Advertisement

Kalau cucu-cucunya diminta menemani nenek tidur, pasti rebutan mencari banyak alasan untuk menolak. Karena menemani nenek tidur sama dengan mendengar cerita horor. Bagaimana tidak horor, semalaman suntuk mendengar cerita romantis yang berulang-ulang. Nenek yang sudah siap tidur lalu teringat masa-masa indahnya bersama kakek akan kembali bersemangat menceritakan saat-saat bersama kakek dari awal pertemuannya dengan kakek sampai kakek meninggal dunia. Gak peduli cucunya sudah menguap sampai keluar air mata, nenek akan terus cerita sampai dia lelah.

5. Linglung

Nenek yang sudah linglung via http://s688.photobucket.com

“Nenek mau kemana?”

“Mau pulang.”

“Lah rumah nenek kan di sini.”

Nenek suka tiba-tiba berjalan keluar rumah dan berkata jika dia mau pulang padahal di situ nenek tinggal. Nenek suka memanggil orang dengan nama-nama yang dia ingat semasa dia muda. Aku dipanggil dengan nama tantenya. Ibuku dipanggil dengan nama kakaknya. Bapak dipanggil dengan nama pamannya. Keluarga yang tertukar…

6. Kalau sudah teringat kakek…

Nenek dan kakek via https://www.careline.co.uk

“Ama!” (Nenek memanggil kakek dengan panggilan Ama).

“Ama!”

“Ama!” Nenek memanggil lebih keras.

Semua diam.

“Ama kemana?”

“Lagi keluar, Nek.”

“Kok lama pulangnya.” Nenek menangis sesenggukan.

Sekarang nenek sudah tidak perlu lagi menunggu kakek pulang.

Nek, ada salam dari tukang bakso ikan, sama ibu-ibu pengajian, sama Bu Haji yang rumahnya dekat balai desa, ingat gak Nek? Titip salam ya untuk Ama. Nanti kalau mau makan kacang goreng, aku bantu tumbuk sampai halus 🙂

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya