Menurut Wikipedia, bullying atau penindasan adalah penggunaan kekerasan, ancaman atau paksaan untuk menyalah gunakan atau mengintimidasi orang lain. Perilaku ini dapat menjadi suatu kebiasaan dan melibatkan ketidakseimbangan kekuasaan sosial atau fisik. Hal ini didapat mencangkup pelecehan secara lisan atau ancaman, kekerasan fisik atau paksaan dan dapat diarahkan  berulang kali terhadap korban tertentu mungkin atas dasar ras, agama, gender, seksualitas atau kemampuan. 

Kata bullying sebenarnya sudah sangat kita kenal entah dari televisi yang menampilkan drama terkait bullying atau bahkan berita seorang siswa yang di bully di  sekolah. Di internet pun banyak sekali kasus bullying yang memakan korban.

Bullying sangat terkenal di kehidupan sekolah karena banyak anak sekolah yang menjadi korban bully namun sedikit yang tahu bahwa bullying ini juga terjadi di tempat kerja yang dikenal dengan istilah Workplace Bullying (Penindasan di tempat kerja).

 Biasanya bullying seringkali tidak di sadari oleh orang-orang di sekitar kecuali oleh korbannya 

Maka berikut adalah contoh perilaku perilaku yang mengarah pada tindakan Workplace bullying, penindasan di tempat kerja.

​​​

 

1. Atasan atau rekan kerjamu selalu mencari celah untuk terus menerus mengkritikmu.

"Ini pasti kamu yang bikin kesalahan, kan?"
"Kamu tuh ya, bisanya bikin masalah aja"
"Si Ayu bisa, masa kamu gini aja nggak becus? Katanya sarjana dari universitas ternama tapi kerja gini aja nggak bisa!"

Advertisement

Dari pertama kali masuk kerja kamu sudah melakukan pekerjaanmu berdasarkan Standart Operating Procedure dan peraturan yang ada namun hasil kerja kamu tidak pernah dihargai. Kamu tidak pernah mendapat pujian untuk prestasi yang kamu dapatkan justru rekan kerjamu berusaha mencari kesalahanmu lalu mengkritikmu habis-habisan bahkan grup WhatsApp selalu berisi percakapan-percakapan yang berusaha memojokkanmu.

Jika terjadi kesalahan saat kerja secara tim dimana itu bukan salahmu dan kamu bukan ketua tim namun segala kesalahan di limpahkan kepada kamu. Semua kesalahan sepele kamu yang sudah berlalu satu atau dua tahun yang lalu masih selalu mereka ungkit maka jangan diam saja karena kamu sedang di tindas oleh rekan kerjamu.

2. Rekan kerja atau atasanmu berteriak kepadamu

sedikit sedikit berteriak

sedikit sedikit berteriak via https://askopinion.com

Saat rekan kerja atau atasanmu sering meneriakimu di depan umum entah masalah pekerjaan atau bahkan bukan masalah pekerjaan. Atau bahkan saat mereka mengatakan hal-hal yang menghinamu jangan diam saja! Kamu bekerja untuk mencari nafkah bukan untuk direndahkan!

3. Rekan kerja dan atasanmu menyebarkan gosip tentangmu yang isinya berupa cerita yang tidak sepenuhnya benar karena semua cerita minus sudut pandangmu.

Advertisement

"Wah lihat dia, jam segini bukannya kerja malah main handphone dan makan mulu"

Kamu terkenal sebagai karyawan yang suka main handphone tidak pada jam istirahat. Padahal banyak dari mereka yang tidak tau bahwa kamu merelakan jam istirahatmu dan jam makanmu karena dipaksa menghandle pekerjaan rekanmu sedangkan rekanmu bersantai ria bergosip tentang dirimu di saat kamu harus mengantongi obat maag di tasmu.

4. Terasingkan secara sosial. Rekan satu devisimu tidak pernah mengajakmu makan siang bersama dan mengucilkanmu

Semua rekan satu divisimu makan siang di luar kantor dan kamu tidak diajak. Hal ini juga berlaku saat di kantor. Kamu merasa tidak pernah membuat salah dan masalah kepada teman sekantormu namun mereka tidak pernah mengajakmu bicara. Bukan, bukan kamu yang aneh, hanya saja memang banyak orang jahat yang suka menyakiti kita tanpa alasan.

5. Pekerjaanmu disabotase

pekerjaan di sabotase

pekerjaan di sabotase via http://bandung.bisnis.com

Rekan kerjamu berusaha membuatmu gagal dalam mengerjakan tugasmu. Entah karena mereka iri jika kamu berprestasi atau mungkin mereka hanya senang ketika kamu di marahi atasan. Mereka selalu saja melakukan hal yang dapat memperumit pekerjaanmu.

6. Hari ini atasan atau rekan kerjamu bilang jangan begitu. Besoknya dia bilang harusnya begitu!

bertele tele banget

bertele tele banget via https://istocmf.wordpress.com

Kamu di berikan penjelasan yang bertele-tele dan tidak jelas.

"Jam segini itu kamu harusnya di depan aja handle customer yang cerewet cerewet itu" Hari ini bilangya begitu

"Kamu ngapain sih jam segini di depan? Harusnya di belakang bantuin. Kamu tuh mau enaknya aja ya? Di depan terus!" besoknya bilang begitu​​​​​

Kemarin mereka tidak sudi melayani pelanggan yang rewel dan memintamu terus terusan melayani pelanggan tersebut. Namun saat tidak ada pelanggan yang rewel kamu di minta mengerjakan pekerjaan lain yang sebenarnya tugas mereka.

7. Direndahkan secara terang terangan

di rendahkan

di rendahkan via http://google.com

Rekan kerjamu selalu membentakmu, berbicara dengan nada kasar, merendahkanmu dengan kekurangan fisikmu bahkan membanting hasil kerjamu.

Jangan diam saja, karena semakin kamu diam saat diperlakukan seperti itu mereka akan semakin leluasa untuk mengulangi hal itu lagi. Untuk mengatasi rasa tidak nyaman yang di hasilkan dari workplace bullying kita bisa berbicara yang seseorang yang kita percaya, manajer, HRD atau bahkan kepada pihak yang membully kita. Katakan pada mereka bahwa anda tidak suka diperlakukan seperti itu.

Jangan membiarkan workplace bullying terjadi atau bahkan menjadi tradisi turun temurun. Karena workplace bullying selain berdampak buruk terhadap korban, juga berdampak buruk terhadap perusahaan. Dengan adanya workplace bullying sering kali karyawan baru tidak tahan ditindas sehingga memutuskan untuk resign. Hal ini menyebabkan tingginya turnover karyawan. Perusahaan jadi harus membayar mahal biaya perekrutan karyawan baru. Karena workplace bullying ini memiliki banyak dampak buruk bagi perusahaan, maka perlu adanya peranan penting dari pihak manajemen perusahaan untuk meminimalisir workplace bullying.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya