Jika kamu mencintai seseorang dan berharap dia mencintaimu juga, itu berarti kamu tidak mencintainya.

Karena, berungguh-sungguh mencintai seseorang artinya kamu tidak peduli apakah dia membalas cintamu atau tidak.

Jika sudah sedemikian sesak rasa di hati, lantas harus bagaimana?

1. Hanya penerimaan yang akan membawa kedamaian

Belajar menerima semuanya via http://tumblr.com

Setiap pengalaman hidup selalu membuat orang belajar lebih banyak.

Advertisement

Mendewasa pelan-pelan, mau tak mau, tak bisa melawan keadaan.

Maka berusahalah menerima semua kesedihan, kenangan, kegagalan, rasa sakit, sedih, marah, kecewa, berkumpul semua rasa itu, menyatu bersama angin dan terdiam dalam sepinya malam.

Tenanglah tenang, sementara ini tutup kedua matamu dan tidurlah.

Advertisement

Besok matahari akan terbit kembali, dan kamu akan baik-baik saja, tidak akan ada yang bisa menyakitimu

2. Menjadi pelajaran nomor satu di masa depan

Menjalani kehidupan yang baru via http://tumblr.com

Melepaskan memang menyakitkan, maka tak perlu memaksakan diri tuk melupakan, hanya mencoba tulus mengikhlaskan.

Kamu sudah berusaha memperjuangkan dia yang begitu berarti, maka tak ada lagi penyesalan karena tak pernah mencoba sama sekali.

Menerima segala kemungkinan kedepan, dengan hati lapang akan ketentuan-Nya.

Butuh waktu memang, tapi kamu pasti bisa.

Karena dalam hidup ini, menaklukan diri sendiri itu jauh lebih harus dilakukan dibandingkan menaklukan gunung apapun juga.

3. Kalau melupakannya terlalu berat, maka cintailah terlalu dalam sampai kamu bosan

Anak muda wajib banyak membaca via http://tumblr.com

Anak muda itu wajar jatuh cinta, patah hati, bingung, galau, dan lain-lain, inilah fase usia muda yang harus dilewati siapapun juga, maka patut untuk disyukuri.
Justru aneh jika masih muda lantas datar-datar saja kehidupannya, pasti dibilang temen-temennya ‘berhati dingin’. Sebenarnya ketika anak muda mengalami banyak rasa, itu menjadi sesuatu hal yang menyenangkan, menjadi cerita untuk dibagi pada teman-temannya.

Anak muda itu biasa dirundung duka akibat kisah cinta, tapi jangan diteruskan berlama-lama ya.

Saat ini fokuslah memperbaiki diri, banyak membaca buku dan mengikuti kegiatan bermanfaat agar menjadi pribadi yang sukses dan matang di masa depan nanti.

4. Skenario ‘Indah Pada Waktunya’

Mencari-cari dan menemukan itu butuh waktu via http://tumblr.com

Jika memang dia bukan cinta sejatimu, maka pasti ada pangeran berkuda putih yang dipersiapkan untukmu, Tuhan selalu punya skenario.

Maka saat ini isi hari-harimu dengan kesempatan baru, lanjutkan hidup dengan segenap perasaan sukacita, rayakan kenangan dengan menjadikannya kekuatan terbesar yaitu keikhlasan.

Namun jangan diburu-buru juga, atau kamu hanya akan merusak skenario "indah pada waktunya".

5. Tabah sampai akhir!

Jalani hidupmu dengan melakukan hal yang disukai via http://tumblr.com

Cukup sudah.

Bukannya menyerah, hanya saja kamu perlu melihat realita yang ada.

Kata cukup selalu harus berdampingan dengan kata damai. Makna kedua kata ini perlu dipahami dengan bijak oleh anak muda. Cukup atas apa yang sudah dilakukan sampai hari ini, meski kadang merasa kurang bahkan sakit dihati, karena nyatanya kini semua jadi begini.

Maka memang demikianlah hidup.

Menangislah jika kamu ada di posisi yang kamu benar-benar merasa sedih.
Menangislah karena tidak perlu sok tegar, sok kuat, seolah mampu.

Namun kemudian, tabahlah!

Karena Tuhan sayang sama kamu, sampai kamu diuji bertubi-tubi, berkali-kali, dinaikin untuk dijatuhin, terus dibuat sesak dadanya.

Jangan lagi bertanya:
"Kenapa ya semuanya harus begini?"

Namun katakan:

"Sudah cukup"

Ikhlaskan saja takdir dari Tuhan saat ini, tabah menjalani dengan rasa syukur karena sudah diberi hati yang lebih luas dari lapangan bola.

6. Berdamai dengan diri sendiri sebelum berdamai dengan masa lalu

Berdamai dengan bersantai via http://tumblr.com

Tersenyumlah kalau suatu hari nanti kamu bertemu lagi dengan dia, dan jangan lupa ceritakan kepada anak-anak bahwa dia adalah “teman” yang hebat agar mereka bisa memahami mengapa perlu menjadi tabah menjalani kehidupan ini, dan sebagai bekal pula membuat cerita hidup versi mereka sendiri.

Bahwa masa lalu biarlah masa lalu, dan menjadi pelajaran hidup nomor satu, bahwa sekeras apapun manusia berusaha bersama, selalu ada Dia yang Maha Menentukan segala.

Kalau suatu hari nanti bertemu lagi, jangan lupa berterimakasih pada-Nya karena telah dipertemukan, menjadi media mensyukuri kehidupan, telah melewati masa muda yang penuh pelajaran.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya