Keheningan seakan memiliki jantung. Denyutnya terasa satu-satu, bahkan membawa apa yang tidak terucap. Sejenak akhirnya berayun di udara, lalu bagaikan gelombang air bisikannya pun mengalir sampai akhirnya berlabuh di hati. Saya belajar memahami detail-detail kecil tentangnya. jatuh cinta pada kisah hidupnya. Saya sadar ketika saya berbicara padanya, Saya sendiri merasakan hal yang sama yaitu  mengulur-ulur waktu menyatakan cinta kepadanya.

Entah karena saya juga tidak memiliki nyali besar. Bukan karena takut ditolak, namun saya tidak akan bisa menggantikan sesuatu yang diam-diam selalu bertahta di dalam hati dan benaknya.  Yep, kadang kala, perbedaan langit dan bumi ini menyulut pertengkaran yang lebih ekstrim. Dia jatuh cinta pada bintang, yang membuatku menjadi manusia paling aneh untuk mengumbar hal bertema cinta kepadanya.

1. Pada Akhirnya, Tidak Ada yang Bisa Memaksa. Sekalipun Akhirnya Dia Memilih Untuk Tetap Bersamanya, Hatinya Tidak Bisa Dipaksa Oleh Apapun, Oleh Siapapun

Teringat seorang Penulis cantik dengan kepiawaiannya dalam mengolah kata-kata yang menusuk di hati bahwa “ hati tidak pernah memilih. Hati dipilih”. Jadi, kalau dia nantinya memilih saya, selamanya dia tidak akan pernah tulus mencintai saya. “Karena hati tidak perlu memilih. Ia selalu tahu ke mana harus berlabuh.” 

Ya, perihal hati memang tidaklah dapat dipaksa oleh apapun, oleh siapapun. Dia bisa saja membohongi semua orang, tapi tidak terhadap saya. Saya tidak mengerti meskipun hatinya tidak dapat dipaksa, melindunginya menjadi hal yang paling ingin saya lakukan.

2. Banyak yang Menghujatku, Mengejekku Dengan Pandangan Remeh Seakan Menertawakan Kelancanganku

expeimental

expeimental via https://unsplash.com

Masih ingatkah kalian dengan pribahasa Bagai Pungguk Merindukan Bulan. Yep, yang artinya adalah mengharapkan sesuatu yang mustahil dapat dicapai. Mengharapkan sesuatu yang sulit atau hampir tidak dapat diraih apabila dilihat dari kondisi yang ada. Kondisi? Menghujam jantung ketika mendengarnya. Kalian tahu?

Bersaing dengan hal yang mustahil itu terkesan dungu? Apa dia terlalu naif? Aku mencoba memahami, meski Banyak dari mereka yang mengejek meremehkanku. Mereka menertawakan kelancanganku.  Saya meyakini dia masih menunggu bintangnya.

3. Barang siapa Melanggar Kodrat Alam Akan Dikutuk Oleh Semesta

experimental

experimental via https://unsplash.com

Saya tercengang ketika dia  semakin memeluk bintangnya, walau riuh pembicaraan tentang mereka. Kebersamaan mereka bagai suatu kekhilafan yang tidak sanggup disaksikan banyak orang. Ketika saya melihat bintang-bintang diangkasa saya baru mengerti mengapa manusia begitu terhipnotis oleh keindahan mereka.

Konstelasi yang megah, sinarnya yang memukai serta misterinya sungguh memikat manusia selama berabad-abad. Saya mengerti mengapa dia pun terhipnotis oleh bintangnya itu. Bintang yang bersinar terang, cantik yang dia namakan : bintang rigel. Kata mereka, “Barang siapa Melanggar Kodrat Alam Akan Dikutuk Oleh Semesta.”

4. Saya, Dia dan Perjalanan Ini

spiritual

spiritual via https://unsplash.com

Tidak pernah terbayangkan, kalau saya  akan berjumpa denganya. Orang menyebut keberadaannya merupakan suatu kebetulan. Tetapi saya bilang ini takdir. Banyak orang mengagumi keindahannya.

Sama seperti saya, saya terhipnotis saat pertama kali memandangnya.  saya mengagumi tiap detail kisahnya. saya, dia dan perjalanan ini membuat saya ingin terus berada di dekatnya.

5. Sialnya Akhirnya Dia Memilih Untuk Tetap Bersamanya. Sebelum Nyali ini benar-benar Terkumpul Untuk Menyatakannya. Saya Tidak Pantas Bersaing Dengan Sebuah Bintang

Orang-orang mengatakan dia sedang menunggu harapan. Harapan paling indah sekaligus paling kosong yang disadarinya. Harapan menyadarkan bahwa dia  tidak akan pernah menemui yang selama ini ditunggunya.

Sebenarnya, kami tahu betul bahwa ada titik yang dimana masing-masing kami tahu untuk mengharuskan kami berhenti berharap, hanya saja satu kata yang dijanjikan waktu : untuk sebuah pertemuan, yang sebenarnya menjadikan harapan itu seolah tidak pernah berakhir.

Akhirnya dia memilih untuk tetap bersamanya. Dibandingkan dengan sebuah bintang, apalah arti keberadaan saya. Kalau saya dan dia memang harus berpisah di satu persimpangan. Biarlah #BertepukSebelahTangan melebur dalam keheningan sang waktu.

 

inspirasi : Konstelasi rasi bintang Rigel

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya