Siapa yang mau hidup sehat? Hidup sehat dengan gaya yang sehat juga dapat dihasilkan dari kebiasaan hidup yang sehat. Mulai dari makanan yang dikonsumsinya, gerakan badan atau olahraga, hingga tempat tinggal yang dukung kebersihannya.

Menjalani pola hidup sehat bisa menghindari penyakit jantung, seperti penyumbatan pembuluh darah dan stroke. Alangkah baiknya dari usia muda mulai mempraktikkan gejala pola makan yang sehat, agar masa tuanya bisa memiliki hidup yang sehat dan bugar!

Berikut ini salah limanya akan membantu jantung supaya lebih sehat.

1. Ikan Salmon

Sudah pastinya ikan salmon ini nggak asing lagi di pendengaran kita. Salah satu jenis ikan yang cukup terkenal di dunia, langganan menjadi topik legendaris bintang lima paling terfavorit di lidah para kuliner, karena bisa dimasak dalam berbagai jenis menu apapun sekaligus kandungan nutrisinya juga disukai. Olahannya pun sebenarnya mudah, mulai dari sandwich, dipanggang, sup, campuran salad, dan nasi campur. Tetapi tahukah nggak, ternyata jenis ikan ini mengandung 2 jenis asam lemak lho!

Yup, jenis makanan yang satu ini kaya akan asam lemak Omega-3, yaitu eicosapentaenoic acid (EPA) dan dovosahexaenoic acid (DHA). Selain itu, sumber protein dengan kualitas tinggi, vitamin B12, dan zat besi turut memperlengkapi kandungan nutrisinya.

Advertisement

Asam lemak omega 3 terbukti berfungsi sebagai menurunkan tekanan darah. Kalau tekanan darahnya normal, maka kinerja jantung yang terus diperbaiki akan berbuah semakin baik untuk metabolisme gerak tubuh. Di samping itu pula, asam lemak esensial Omega-3 diperlukan untuk memperkuat kulit kepala. Kekurangan zat ini menyebabkan kulit kepala kering dan rambut mudah rontok.

Kemudian, omega-3 juga bisa menurunkan kadar trigliserida, salah satu jenis lemak dalam darah. Apabila trigliserida terlalu tinggi, hal tersebut bisa mengganggu kesehatan jantung dan menyebabkan stroke. Justru itu ikan salmon dapat membantu aliran darah Anda yang rusak dan menjaga pembekuan darah.

Dua porsi salmon tiap minggu akan mengurangi risiko kematian akibat serangan jantung sampai sepertiganya. Salmon berisi karotenoid astaxanthin, antioksidan yang sangat kuat. Alternatif lain selain ikan salmon, Anda bisa juga mengonsumsi ikan seperti tuna, sarden, mackerel, dan herring baik untuk kesehatan jantung.

2. Oatmeal

Advertisement

Oatmeal merupakan makanan yang terbuat dari bahan gandum dan belum begitu familiar rasanya, tepatnya di semua lidah Indonesia. Padahal sudah banyak perusahaan yanng memproduksi dan mendistribusikan makanan yang satu ini dalam bentuk instan dan hanya diseduh saja. Bisa kita temukan di supermarket untuk membeli sebungkusnya.

Oatmeal itu sangat baik dan cocok untuk penderita penyakit jantung. Pasalnya dari beberapa pakar ahli kesehatan dan gizi, menyarankan agar khususnya bagi penderita jantung mengkonsumsi oatmeal supaya tingkat gula darah dan kolestrol bisa segera teratasi. Bahkan jikalau Anda tidak ingin terkena penyakit jantung, berlaku untuk usia yang tidak muda juga, sebaiknya konsumsilah oatmeal setiap hari dengan semangkuk sereal gandum hangat kaya akan Omega-3, asam lemak, folat, dan kalium. Karena dari hasil bukti penelitian tersendiri, bahwa kalangan pria akan menurun bila mereka mengkonsumsi satu mangkuk oatmeal per hari.

Jangan lupa, jikalau ingin giat makan sereal gandum, maka konsumsi paling sedikit 6 mangkuk per minggu, ya! Oatmeal super kaya serat bisa membantumu menurunkan kadar LDL kolestrol dan menjaga kesehatan arteri tetap bersih dan terjaga.

3. Alpukat (Avokad)

Buah alpukat. Sebutan ilmiahnya Persea americana. Alpukat adalah buah makanan tersehat dengan warna kulitnya yang hijau tua hingga ungu kecoklatan. Daging kulitnya yang berwarna hijau muda dekat kulit serta berwarna kuning dekat biji, memiliki tekstur yang lembut serta rasanya yang sangat nikmat. Apalagi kalau di jus. Rasa yang ditawari oleh buah satu ini membuat penikmatnya mudah mengenali rasanya.

Alpukat mengandung vitamin B6 dan asam folat yang membantu mengatur kadar homocysteine. Homosistein adalah tingkat kekadaran yang bisa dikaitkan dengan risiko penyakit jantung. Selain itu juga ternyata alpukat mengandung bagian vitamin E berguna menjaga kesehatan jantung.

Untuk menikmatinya, tambahkan sedikit avokad pada salad atau dibuat jus untuk menambah jumlah lemak jantung sehat. Avokad yang mengandung lemak tak jenuh tunggal atau lemak yang tidak jahat dapat menurunkan kadar LDL (kolestrol jahat) sekaligus meningkatkan jumlah kolestrol HDL (kolestrol baik) dalam tubuh.

4. Minyak Zaitun

Minyak Zaitun

Minyak Zaitun via http://cdn2.tstatic.net

Minyak zaitun yang dikenal juga dengan asam lemak tak jenuh tunggal (monounsaturated fatty acid/MUFA), sudah lama dikenal banyak orang untuk pencegahan penyakit jantung. Tetapi Anda tidak perlu banyak mengonsumsi minyak zaitun dalam jumlah banyak untuk mendapatkan manfaatnya. Menurut penelitian, cukup mengonsumsi dua sendok makan minyak zaitun bisa memangkas risiko penyakit jantung hampir 28 persen.

Dalam risetnya, peneliti mengkaji pola makan sampel hampir 41.000 orang dewasa yang terlibat dalam program European Prospective Investigation into Cancer and Nutrition, yang dimulai dari dua puluh tahun yang lalu atau sekitar dengan rentang tahun 90 ke atas.

“Temuan ini sangat signifikan. Hal ini memberitahu kita bahwa minyak zaitun baik untuk jantung,” kata DR Charles Knight dari Cardiovascular Society Inggris.

Selain program tersebut, para ilmuwan Spanyol ikut mempelajari data kebiasaan makan 40.622 orang dan wanita usia antara 29 tahun dan 69 tahun, yang diperkirakan lebih dari 13 tahun untuk melihat efek minyak zaitun terhadap risiko kematian. Hasil analisa menunjukkan bahwa peserta yang meninggal meninggal akibat mengonsumsi minyak zaitun dalam jumlah sedikit. Sementara sisa peserta yang belum meninggal serta telah mempraktikkan konsumsi 29 gram atau lebih per hari (setara dengan dua sendok makan per hari), 44% kurang mungkin untuk meninggal akibat masalah jantung.

Minyak zaitun penuh lemak tak jenuh tunggal dapat menurunkan kolestrol jahat dan mengurangi terkena penyakit jantung. Hasil penelitian di 7 negara terhadap penyakit kardiovaskular menunjukkan tingkat kolestrol tinggi laki-laki dapat dikurangi karena asam lemak jantung sehat yang ditemukan pada minyak zaitun. Gunakan minyak zaitun sebagai pengganti mentega. American Heart Association pun menyarankan batas konsumsi makanan yang mengandung asam lemak tak jenuh tunggal adalah kurang dari 20% dari total kebutuhan energi Anda.

5. Kacang-kacangan

Sebuah penelitian yang melibatkan lebih dari 6.000 perempuan menemukan bahwa mereka yang makan kacang-kacangan atau selai kacang dalam jumlah banyak memangkas risiko mereka akan penyakit jantung hampir setengahnya. Setelah dilanjut kembali perkembangannya, para peneliti juga berpendapat ada kala baiknya mengonsumsi kacang sebanyak 28 gram kacang-kacangan atau setara dengan satu sendok selai kacang per hari.

Kacang kenari penuh dengan Omega-3 asam lemak, dan bersama dengan almond dan kacang macadamia, sarat akan lemak tak jenuh. Kacang juga meningkatkan serat dalam makanan dan sumber lemak sehat.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya