Siapa bilang jadi anak tunggal itu menyenangkan? Apalagi perempuan. Memang menjadi satu-satunya yang disayang orangtua itu membahagiakan, tapi hal-hal lain pasti pernah dirasakan oleh kami sebagai anak tunggal perempuan.

1. Sahabat kami adalah sepi

Vemale.Com

Vemale.Com via https://www.vemale.com

Sepi adalah sahabat sehari-hari kami dirumah. Lebay deh, ada orangtua kan? Memang, tapi dalam hati kami sebenarnya ingin merasakan bagaimana mempunyai adik kakak. Bagaimana bisa bercerita tentang hal-hal yang menyenangkan, bisa bertengkar karena hal-hal sepele, bisa mempunyai tempat berbagi di kala hati gundah, bisa melakukan kegiatan olahraga atau liburan bersama, dan bisa memiliki sebuah pembelaan dari adik kakak ketika ada masalah.

Advertisement

Sudah khatam bagi kami bersahabat dengan sepi, lebih khatam lagi ketika home alone orangtua bekerja dengan sibuknya, lebih khatam kuadrat lagi ditambah dengan embel-embel jomblo. Bersyukurlah kalian yang mempunyai adik kakak, kami tidak seberuntung kalian.

2. Secara tidak langsung terdidik egois dan manja

Wolipop Lifestyle

Wolipop Lifestyle via https://wolipop.detik.com

Siapapun orang pasti suka dimanja, siapapun orang juga punya ego. Bagi kami terkadang manja dan egois menjadi karakter tersendiri, ya tergantung dari didikan orangtua masing-masing. Karena menjadi satu-satunya milik orang tua kami merasa kami adalah hal yang berharga bagi mereka. Terkadang kami juga menginginkan sesuatu yang harus dikabulkan tetapi orangtua tidak sanggup.

Memang salah kami yang berpikir "hanya anak satu saja kok nggak bisa diturutin, kan cuma mau mobil!" Sisi buruk ini juga terkadang terbawa kami ke dalam sekolah, tempat kerja, dan masyarakat. Dan mungkin inilah penyebab banyak yang bilang anak tunggal itu manja.Tapi tidak kami semua begitu kok kembali ke pribadi masing-masing saja bagaimana cata menyikapi menjadi anak tunggal, lebih jelasnya baca listicle berikutnya.

3. Di sisi lain diri kami, apa-apa sendiri dan mandiri

Infromaton Worth Sharing

Infromaton Worth Sharing via http://www.ngehits.net

Advertisement

Mandiri itu susah-susah gampang sih apalagi kami perempuan. Tapi jangan remehkan kami. Kami yang terbiasa dengan sepi biasanya mencari kesibukan agar tidak jenuh, nah dari situlah biasanya kami bisa mengasah kemandirian kami. Secara tidak langsung ketika kami mengalami kesulitan ataupun masalah yang bagi kami pikirkan orangtua tidak perlu ikut campur, bagaimanapun kami harus bisa mengatasinya sendiri. Disinilah kembali ke bagian pertama terkadang kita menginginkan adik atau kakak tapi hal itu tidak mungkin.

Terkadang kami anak perempuan tunggal juga harus ikhlas menjadi yang disalahkan, karena memang di rumah tidak ada siapa-siapa lagi walaupun itu bukan kesalahan kami. Dan harus menerima ketika menjadi korban kata-kata bapak ibuk

"Kamu itu cewek lho anak ibu satu-satunya masa nggak bisa masak, itu gas LPG-nya habis cepat beli terus pasang kabulatornya"

"Kamu itu cewek harus bisa ngurusin rumah tangga, mulai dari sekarang ibu nyuruh-nyuruh kamu itu biar kamu nggak kaget besoknya. Itu beli galon sekalian angkat ke dispenser"

Iya itu kami. Paling disayang sendiri, ya dimarah-marahin ibu bapak juga sendiri.

4. Mempunyai beban tersendiri, kami anak satu-satunya yang harus buat ibu bapak bahagia

Bagaimanapun kami anak tunggal perempuan harus bisa buat bahagia bapak ibuk. Harus! Menjadi satu-satunya bukan berarti kami juga merasa istimewa, malah dari hal itu kami mempunyai tanggung jawab yang besar yang harus kami lakukan. Menjadi satu harapan, satu kewajiban, satu tempat di mana bangga dan bahagia orangtua terjawab selama mebesarkan kami. Jujur saja terkadang kami memikiran betapa takutnya membuat mereka kecewa, tidak bisa mewujudkan impiannya.

Tapi kami anak tunggal perempuan bagaimanapun akan berusaha. Karena mereka malaikat kami di dunia, tempat bahagia hari tua mereka ada di masa depan kami. Tugas kami berat tapi tak terbanding dengan orangtua yang menginginkan kami mempunyai masa depan yang terbaik.

5. Seringkali berbanding terbalik antara keinginan orangtua dan keinginan kami

Don’t Let Your College Major Define You

Don’t Let Your College Major Define You via http://www.cardinalcomm.org

Setiap orang pasti punya keinginan, bukan? Begitupun kami sama dengan kalian. Menyukai suatu hal dan ingin mengembangkan juga pernah dirasakan setiap orang. Tapi apa jadinya jika orangtua tidak mendukung minat tersebut? Adakalanya sering terjadi perdebatan kecil dirumah ketika berkumpul dengan bapak ibu.

"Kamu lulus SMA harus kuliah ya, nanti biar gampang cari kerjanya"

"Kamu ambil pendidikan akuntansi aja banyak lowongan, lho"

"Kamu kalau bisa menikah sebelum umur 25 tahun, nggak bagus cewek menikah di atas umur 25 tahun jadi perawan tua lho nanti"

Terkadang di sini kami juga kesal karena keinginan mereka yang tidak sehati dengan kami. Sering kami juga membantah "Pak, Buk, kan aku sudah besar aku juga punya minat sendiri, cita-cita sendiri. Aku juga punya harapan kok dan aku usahakan dengan minatku ini bikin kalian bangga"

Tapi harus gimana lagi? Jadi anak satu-satunya yang diharapkan jangan sampai mereka kecewa toh memang yang direncanakan mereka agar kami tidak susah di kemudian hari.

Jadi anak tunggal apalagi perempuan ada enak dan tidaknya. Tapi itu semua nggak berarti kalau hidup orang lain menjadi anak pertama atau anak bungsu juga selalu enak. Semua orang punya ujiannya masing-masing. So, tetap bersyukur meski kamu anak tunggal.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya