1. Memaknai sebenar-benarnya kesetiaan.

Tetaplah setia pada Tuhanmu

Tetaplah setia pada Tuhanmu via https://anismila.blogdetik.com

Pada sang bintang kita belajar. Tentang arti sebuah kesetiaan. Cahayanya tak pernah lelah berbinar, meski seringkali tercampakkan. Mungkin kadang kala, ia tak nampak dari bumi kita berpijak. Namun bukan berarti ia tiada. Ia masih saja setia menemani langit malam. Hadirnya itu selalu. Ia tak jengah bersinar, meski cahayanya terampas oleh bias sang rembulan.

2. Menyibukkan diri dalam kebermanfaat.

saling menggenggam menuju jalan Tuhan

saling menggenggam menuju jalan Tuhan via https://www.voa-islam.com

Dari sang bintang kita mendapat pelajaran. Tentang sebuah kebermanfaatan. Betapa murahnya kita selama ini.  Sudahkah kita menjadi setitik bintang? Yang hadirnya selalu, tetapi balasan baik tak selalu ia dapati. Sanggupkah kita menjadi sang bintang? Yang sedia diabaikan, disingkirkan, atau dilupakan. Bersama jutaan gemintang, berbinar menerangi cakrawala. Mereka tak pernah berebut. Namun mereka sama-sama mempersembahkan cahaya terbaiknya pada bumi. Meski setelah ia keluarkan segala kuasanya menerangi bumi, ia akan jatuh dan tiada lagi. Ia tak pernah pamrih. 

3. Melipatgandakan kelapangan hati

Karena sang bintang, kita pantas introspeksi diri. Tentang arti sebuah kebesaran dan keikhlasan hati. Terlenakah kita bila cukup menjadi sang rembulan? Yang hanya ingin selalu dipuji manusia. Akan tetapi tiada sadar, ia tak mampu memberi kehangatan. Ya, sedang sang bintang, beri sejuta manfaat meski tak terlihat.

4. Menggelorakan semangat

Untuk sang bintang, kita harus terus belajar. Tentang arti kegigihan. Terus berjuang, sinari bumi. Memang terkadang ia nampak redup atau bahkan tiada. Namun ia tak pernah menyerah berada di langit. Ia terus pancarkan cahayanya.

5. Menikmati proses di dunia antara.

Perjalanan memang tak mudah

Perjalanan memang tak mudah via https://www.instagram.com

Oleh sang bintang, kita mengerti tentang sebuah proses perjalanan. Hingga di suatu kala, ia hadir sebagai bintang yang paling terang. Memang betul, segalanya butuh proses. Ya. Layaknya sang bintang, ia terus memantaskan diri mencapai tujuan utamanya. Perlahan ia tapaki langit dengan kegagahan. Awalnya ia nampak tiada, lalu meredup, hingga ia mampu tampakkan keindahan.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya