Renungi 5 Hal Ini Saat Hatimu Bertanya, Pantaskah Mengharapkan Dia yang Tak Pernah Melihatmu Ada?

renungan saat hati bertanya

Untukmu yang telah mengisi kekosongan hati, terimakasih telah menjadi bagian dari hati yang sepi. jika sudah jalannya seperti ini, Aku bisa apa selain mengerti dan pergi. mengikhlaskan kamu adalah bukti bahwa perasaan yang tumbuh dari kebiasaan kita yang selalu bersama tidak pernah main-main.

Melihatmu bahagia bercerita tentang dia rasanya membuatku ingin cepat-cepat untuk berkata jujur, bahwa orang yang berada di depan matamu saat ini sangat mencintaimu. Tapi apa daya, aku hanya seorang sahabat yang menjelma menjadi secret admirer yang tak punya nyali untuk berkata jujur mengenai perasaan ini semua.

Advertisement

1. Aku menganggapmu istimewa, namun kamu menganggapku teman biasa yang cukup kenal dan tahu nama saja

Photo de Artem Beliaikin provenant de Pexels

Photo de Artem Beliaikin provenant de Pexels via https://www.pexels.com

Menjadi pendengar setia dari segala keluh kesahmu tentang dia, membuatku merasa bahwa aku selalu dibutuhkan olehmu. Meski yang kamu ceritakan hanya tentang dia, dia dan dia. Rasanya sesak, Melihat seseorang yang dicintai ingin menaklukkan hati seseorang yang dikagumi.

Dan kamu tidak pernah sadar, selalu ada hati teriris perih mendengar cerita yang buatmu itu takkan membosankan. Memendam perasaan ini sendiri, berharap kamu sadar dan bertanya untuk apa semua perhatian lebih yang aku berikan ini. rasanya mustahil jika kamu tanyakan itu kepadaku. 

Advertisement

2. Bukan tak ingin berjuang kembali, tapi memang kenyataan memintaku untuk menyudahi

Photo de Brett Sayles provenant de Pexels

Photo de Brett Sayles provenant de Pexels via https://www.pexels.com

Memasuki fase di mana aku sadar jika harus pergi dan meninggalkan, itu adalah suatu keputusan yang berat untuk aku lakukan. Mengawali pertemuan dengan sebuah pertemanan membuatku sulit untuk melupakan.

Segala sesuatu yang kamu lakukan untuk menjadi sahabat baik ku membuat aku semakin tidak rela jika harus kehilangan kamu sebagia sahabat sekaligus satu-satunya orang yang ada dalam pikiranku. Namun itu dulu, sekarang waktu ku untuk pergi meninggalkan kamu bersama dengan kenangan indah kebersamaan kita dahulu.

3. Aku sadar sosok yang kau cari untuk mengisi hatimu bukan diriku ini

Advertisement
Photo de Howdy Hada provenant de Pexels

Photo de Howdy Hada provenant de Pexels via https://www.pexels.com

Bagiku butuh keberanian untuk lepas dari jerat perasaan yang hanya aku rasakan sendiri. Itu semua kembali pada seberapa besar ia mencintai seseorang. Karena jika ia buta akan perasaan kita, maka baiknya kita pergi dan melihatnya bahagia bersama dia yang ia cintai sepenuh hati.

Semua orang tau, melepaskan memang sulit untuk dilakukan, terlebih jika sudah merasa takut kehilangan dia yang sulit untuk digenggam. Bisa jadi ini adalah jalan dari Tuhan untuk menemukan seseorang yang lebih baik dari dia yang tidak pernah menghargai keberadaan kita. 

4. Terima kasih untuk kenangan indah yang terukir sebagai kisah mencintai dalam diam

Photo by Manuel Meurisse on Unsplash

Photo by Manuel Meurisse on Unsplash via https://unsplash.com

Menyimpan perasaan ini rapat-rapat biar aku yang melakukan. Tugasku mencintaimu dalam diam sudah terselesaikan. Kini aku harus menatap hidupku yang penuh liku dengan perjuangan. Kamu beserta kenangan manis ini, akan selalu ada dibalik persahabatan yang tumbuh beberapa tahun yang lalu.

Terima kasih telah membuatku sekuat ini untuk memperjuangkanmu sendiri. Saat ini aku telah siap untuk menemukan setengah hati yang aku cari, yang akan membantuku menambal luka di hati.

5. Setidaknya aku harus bersyukur, karena diberi banyak waktu untuk mencintai diri sendiri

Photo by Timur Romanov on Unsplash

Photo by Timur Romanov on Unsplash via https://unsplash.com

Untuk segala pengalaman menyakitkan ini, aku tidak pernah menyesal karena telah mencintai kamu sepenuh hati. Biarkan semua kenangan ini terbungkus rapi dalam memori tersendiri antara aku dan kamu yang akan aku buka kembali ketika aku telah sembuh dari patah hati dan siap untuk bernostalgia kembali.

Aku sangat bersyukur, karenamu aku diberi banyak waktu untuk lebih mencintai diri sendiri.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Menulis adalah cara kita untuk mengungkapkan apa yang sulit untuk dikatakan

Editor

une femme libre

CLOSE