Liburan memang udah jadi kebutuhan “jiwa”, ga cuma sekadar tren. Tempat wisata, khususnya yg emang udah jadi destinasi utama dan hits pasti akan ada yg namanya agen perjalanan dan jasa tur keliling tempat wisata. Hanya saja seringkali harga yang dipatok cukup mahal, apalagi bagi mahasiswa seperti kita yang suka susah di tanggal tua.

Backpacking biasanya jadi alternatif untuk liburan yang ga mahal dan ga merasa dikejar-kejar sama jadwal yang dibikin sama jasa tur. Nah, kali ini Hipwee akan kasih tips backpacker yang asik, Bikepacking, atau backpaking dengan motor. Dan destinasi kita kali ini adalah Jogja-Semarang. Simpen artikel ini ya, siapa tau nanti butuh.

1. Pastikan Semua Sudah Dipersiapkan dengan Baik: Motor, Uang, dan Mental

Persiapin motor, uang, dan mental via http://motormagz.com

Tiga hal harus diperhatikan sebelum bikepacking: ketersediaan dana, motor yang prima, dan mental yg cukup tangguh. Ga ada yang boleh ketinggalan satupun. Khusus kalo kamu mau berangkat pas musim hujan, sedia jas hujan dan sandal. Kecuali kalau baju dan sepatu kamu sudah tahan air. Dan kalau bisa sedia payung lipat ketika kamu akan berjalan-jalan di kota tujuan. Gausah bawa baju banyak-banyak.Tapi kalo kamu berangkat musim hujan, bawa baju cadangan. Bawa juga sarung tangan dan masker. Bukan karena biar kamu ga item, tapi sengatan matahari selama perjalanan kalo terus-terusan terpapar ke kulit kamu juga ga baik. Jerawat, iritasi, bahkan kanker kulit mengintai kamu kalo kamu ga pake. Selain itu juga mencegah kamu item.

Advertisement

Perhatikan pula kondisi motor kamu. Alangkah baiknya kalau sebelum berangkat dihari sebelumnya kamu sudah servis rutin. Servis ini semata-mata biar kamu merasa nyaman selama berkendara.

Pastikan uang kamu cukup untuk 4-5 hari dan jangan lupa cadangan kalau terjadi apa-apa. Ya kira-kira persipkan sekitar 700-800 ribu. Kelihatan banyak emang, tapi percayalah lebih baik berjaga-jaga. Lagipula uang kamu pasti lebih kok.

Dan yang terakhir persiapkan mental kamu. Senekat-nekatnya kamu mau berangkat, setidaknya jangan sampai poin-poin di atas jangan dilewatkan agar semuanya aman. Jangan lupa berdoa biar setiap masalah yg dihadapi selama melancong bisa dilewati dengan baik.

2. Peka Terhadap Marka, Rambu, dan Lingkungan

Mas, yang peka sama aku ya :p via https://alfurqoncell.files.wordpress.com

Advertisement

Ini penting nih.Sebagai pengendara yang baik kita harus taat aturan. Ini sekalian nunjukkin SIM kalian nembak apa ngga.

Sedikit info kalau jalan Malang-Batu-Kediri lumayan berbukit dan berbelok curam. Sedangkan jalan di Nganjuk-Madiun-Ngawi bergelombang dan ada proyek jalan tol Trans Jawa serta kereta rel ganda di Madiun. Di jalur ini juga sepanjang jalan terasa terik dan ramai truk lalu lalang. Ngawi jalannya lumayan panjang, jadi siap-siap mental ya…

Jalur Sragen-Solo-Jogja sudah mulai mulus khususnya di Solo-Jogja. Kalau sudah masuk kota ini harus benar-benar peka sama rambu dan marka ya. Karena pengendara di sini, Jogja khusunya, sangat tertib lalu lintas. Ga mau kan bikepacking kalian berantakan cuma gegara tilang? Sayang uangnya loh 🙂

Perjalanan dari Malang ke Jogja memakan waktu sekitar 8 jam (ditambah istirahat kurang lebih 1 jam biar mesin motor ga terlalu panas dan badan fit lagi). Anggap saja titik mulai di Universitas Brawijaya dan titik berhenti di Malioboro. Sekali jalan, kalau kamu naik motor bebek bisa sekitar tiga kali isi bensin dengan asumsi kamu dari Malang sudah isi penuh dan baru mengisinya lagi setiap habis setengah dari total isi tangki bensin motor kamu (liat di indikator bensin motor kamu ya). Setiap isi kalau cuma setengah dari isi tangki kamu kira kira cuma habis 15-18rb (asumsi menggunakan Pertalite). Jadi kira-kira itung sendiri ya habisnya berapa hehehe.

3. Setelah Sampai di Jogja, Langsung Cari Penginapan yang Murah

Cari Hotel yang Murah via http://www.rajanginep.com

Setelah sampai kamu bisa langung cari hotel. Cari yang murah aja, yang ala-ala backpacker. Hotel murah banyak ditemui di Jalan Sosrowijayan, belakang Jalan Malioboro dan di sekitaran Keraton. Hipwee pernah membahasnya di sini https://www.hipwee.com/travel/panduan-murah-keliling-jogja-3-hari-2-malem-cuma-500-ribuan-dijamin-aman-di-kantong/.Alih-alih kamu sudah memesannya sebelum kamu berangkat akan lebih baik lagi. Kamu juga bisa memanfaatkan aplikasi Jasa Pemesanan Hotel yang sudah banyak sekarang. Anggap saja kamu menginap di salah satu Hostel di daerah Jlagran. Dengan tarif sekitar 90 ribu per malam dan dekat dengan Malioboro (sekitar 1 km) kamu bisa menginap dengan nyaman dan ga jauh ke tempat-tempat wisata di kota Jogja.

4. Makan Cukup Nasi Kucing, Paling Mentok Soto Jogja Pinggir Jalan atau Nasi Goreng Pinggir Jalan

Nasi kucing dan kawan lauk via http://www.jogjadestination.com

Kalo di tempat wisata, pasti ga afdol kan kalo ga nyicipin makanan khas di sana. Saran Hipwee jangan makan di sekitaran wisata, terutama di Malioboro. Harganya pasti berkali-kali lipat dari harga asli. Mending makan nasi kucing di angkringan yang agak jauh dari Malioboro. Kalau masih mau makan yang bukan nasi kucing, kamu masih bisa makan soto Jogja dan mi ayam di pinggir jalan.

Harganya cuma 8 ribu dan 7 ribuan kok. Kalau urusan makan, kamu bisa memperkirakannya sendiri sesuai kebutuhan kamu. Kebutuhan nutrisi tiap orang ga selalu sama kan? Demi perut kenyang dan masih bisa makan makanan khas Jogja, mari kita jalankan.

5. Mulai Jalan-jalan, Kalau Pengen Murah Keliling Kota Jogja Aja

Yang Hits di Instagram via http://manusialembah.blogspot.co.id

Kota Jogja terkenal akan banyaknya tempat wisata, dan tentunya asik buat berfoto. Daripada jauh-jauh, mending mampir ke tempat yang udah terkenal aja. Seperti di Taman Sari, Keraton, Benteng Vredeburg, Tugu, dan Malioboro. Semuanya cukup dengan berjalan kaki. Di Taman Sari kamu bisa melihat bagaimana taman-taman kuno yang dibangun pada jaman Sri Sultan Hamengkubuwono I.

Cukup dengan 3 ribu saja kamu bisa mengunjungi Taman Sari sepuasnya dari pukul 8.00-14.00. Hanya saja untuk datang ke sana disarankan memakai pemandu warga setempat yang tarifnya terserah kamu. Banyak spot foto menarik di sini.

Setelah itu kamu bisa mengunjungi Keraton yang ga jauh dari Malioboro. Tiket masuknya sekitar 7 ribuan. Di sana kamu bisa keliling bagaimana isi di dalam Keraton. Kamu juga bisa melihat kereta kencana milik Keraton. Kalau lagi beruntung kamu bisa melihat ritual pergantian abdi dalem. Kalau mau ketemu Sultan sangat susah. Karena kediaman Sultan dan keuarganya berada lebih dalalam lagi.

Kalau masih sempat kamu bisa berkunjung juga ke Benteng Vredeburg. Tiket masuknya sekitar 2 ribuan aja kok. Jam bukanya juga sampai sore sekitar jam 5. Di sana kita bisa menyaksikan diorama-diorama perang dan bangunan-bangunan tua khas peninggalan Belanda di dalamnya. Di bagian luar ada kolam yang dulu digunakan sebagai parit yang mengelilinginya. Benteng ini kini sudah menjadi museum nan asik di dalamnya.

Yang terakhir kamu bisa berjalan-jalan di Malioboro dan melihat Tugu Yogyakarta. Kalau kamu ingin beli cinderamata, Hipwee sarankan tawar separuh hargayang ditawarkan. Kalau tidak mau, kamu bisa pergi pergi ke lapak lain kok. Nanti kamu pasti dipanggil lagi sama penjualnya. Yang penting seni tawar-menawar dibutuhkan di sini.

6. Hari Terakhir di Jogja Kamu Bisa Mengunjungi Jogja Selatan, atau Berburu Oleh-oleh yang Murah

Oleh-oleh Legendaris via http://www.taugitu.com

Di hari terakhir kamu bisa mengunjungi wisata di kota Jogja yang belum sempat kamu kunjungi seperti candi Ratu Boko atau mengunjungi Jogja Selatan yang terkenal akan pantai selatannya yang banyak dan indah atau ke daerah Kaliurang yang banyak tempat yang sedang naik daun di media sosial.

Atau kalau kamu ingin berburu oleh-oleh lagi, kamu bisa berjalan kaki ke pabrik Bakpia Pathuk 25. Jaraknya dekat dari Malioboro. Lokasinya di Jalan KS. Tubun. Ada tips juga nih, kalau kamu beli di sana dengan berjalan kaki (tidak dengan tur perjalanan atau becak) kamu akan mendapat potongan harga sebesar 10 ribu Rupiah dengan harga 25 ribu Rupiah. Selain intu kamu juga bisa membeli kudapan khas yaitu Geplak dan Yangko. Harganya juga sama kok dengan bakpia.

7. Sebelum Pergi Ke Semarang, Cek Kembali Perlengkapan Kamu

Persiapkan Lagi Perlengkapanmu via http://www.keluyuranbertiga.com

Sebelum check out ada baiknya kamu memastikan barang-barang kamu tidak tertinggal. Ini mengantisipasi jika tempat meginap kamu tidak bertanggungjawab atas ketertinggalan barang kamu. Periksa kembali kondisi motor kamu. Dan jangan check out melebihi waktunya ya. Bagi kamu yang pertama kali memakai jasa penginapan seperti hotel misalnya, hotel memberikan waktu check out dan biasanya jam 12.00 siang. Kamu harus check out sebelum waktu yang ditentukan. Bila kamu melewatinya, kamu akan dikenakan biaya tambahan sesuai dengan ketentuan penginapan terkait.

Setelah semua komplit, kamu sudah bisa melanjutkan perjalanan ke Semarang. Setidaknya kamu harus isi bensin lagi. Ingat isinya kalo pas bensi kamu tinggal separuh ya. Mari kita mulai perjalanannya!

8. Jalur Jogja-Semarang Lumayan Naik Turun Lagi Nih, Jadi yang Sabar ya

Pemandangannya Ciamik via https://sasjend.wordpress.com

Untuk melewati jalur Jogja-Semarang kamu bakal melewati Magelang yang teduh dan jalan yang lebar. Namun saat melewati Ambarawa dan lingkar Ungaran jalan menyempit dan mulai berbukit. Kamu harus waspada ketika menyalip karena truk-truk besar biasanya akan menghadang kamu.

Dan ketika kamu sudah memasuki Semarang bersiap-siaplah untuk capek karena mulai menemui kemacetan. Terutama di depan Universitas Diponegoro kampus Tembalang. Dan Hipwee menyarankan untuk mulai menggunakan aplikasi peta yang ada di ponsel pintarmu. Karena setelah memasuki Semarang kamu akan dibutakan dengan penunjuk arah yang tidak jelas dan kurang lengkap. Mungkin itu kenapa Semarang kurang begitu dilirik sebagai tempat wisata selain karena tempat wisatanya yang terbatas juga penunjuk arahnya yang masih minim.

9. Mulai Cari Lagi Hotel yang Dekat Tempat Wisata atau Dekat Kampus

Susah-susah Gampang Cari Hotel Murah di Semarang via http://www.rajanginep.com

Sebetulnya susah-susah gampang cari penginapan murah di Semarang. Kalaupun ada yang muarah biasanya jauh dari tempat wisata. Dan jika dekat biasanya penginapan bertarif mahal. Bahkan dengan aplikasi pencari penginapan terkadang juga masih susah ditemukan. Hipwee menyarankan untuk coba cari yang dekat dengan Lawang Sewu dan Simpang Lima. Di sana masih bisa ditemukan penginapan yang murah. Tapi usaha mencarinya harus lebih keras lagi biar ga rugi.

Ada penginapan berupa guesthouse di sekitar Lawang Sewu, berada di Jalan MT. Haryono. Di sana dikenai tarif 115 ribu per malam. Agak mahal memang, tapi daripada menginap di stasiun :p. Sampai di penginapan langsung istirahat dulu ya

10. Karena Tarif Penginapan yang Masih Belum Ramah Dompet, Kamu Cukup Semalam Saja Menginap dan Jelajahi Tempat Wisata Mainstream di Semarang

Yang Mainstream Selalu Menyenangkan 🙂 via http://www.tabloidwisata.com

Seperti judul di atas, memang lebih baik menginap sehari di Semarang dan jalan-jalan ke tempat mainstream di kota ini. Setelah istirahat, sorenya kamu bisa makan dulu di Kampung Kali daerah DI. Panjaitan. Tapi bukan untuk makan ayam goreng yang hits itu, tapi makan di sepanjang jalan di sana. Mulai dari bakso sampai lontong opor bisa kamu beli. Harganya murah karena tempat itu daerah pujasera. Untuk satu porsi lontong opor sekitar 10 ribu.

Setelah makan kamu bisa berjalan ke arah Simpang Lima. Sekali lagi coba gunakan aplikasi peta yang ada di ponsel kamu. Kalau tidak kamu akan nyasar entah kemana. Dan yang bisa kalian lihat di sana hanya lapangan dengan bangunan tinggi melingkari lapangan itu serta lima jalan dari penjuru mata angin. Tapi kalian bisa menyewa sepeda warna-warni yang ada di sana. Hanya saja harga sewanya cukup mahal, 35 ribu untuk sekali putaran. Kalau ga mau kalah bandar cukup foto-foto aja di sekitaran Simpang Lima 🙂

Udah puas keliling Simpang Lima, kamu bisa jalan ke Lawang Sewu. Jaraknya sekitar 1 km dari sana. Sampai di Simpang Lima siapkan uang 10 ribu untuk tiket masuk. Dan hasrat kamu akan feed keren di Instagram akan terpuaskan. Banyak spot foto menarik di sana. Namun sayang yang dibuka sekarang cuma lantai bawah saja. Lantai 2 dan seterusnya sudah tidak dibuka untuk umum. Tapi yang menarik sekarang Lawang Sewu tidak seseram dulu (katanya). Karena malam hari pencahayaan dimaksimalkan agar lebih temaram nan romantis #eaa.

Udah puas ngabisin memori di kamera, saatnya lanjut ke tugu Muda. Deket kok, langsung 2 kali nyeberang jalan aja. Lokasinya pas di depan Lawang Sewu. Harga tiketnya: GRATIS. Di sana kamu bisa berfoto, melihat kendaraan lalu lalang, dan merasakan angin malam di sana.

Kalau udah lapar, kamu bisa cari mas-mas jual nasi goreng di sekitar Tugu Muda atau penginapan kamu. Yang khas di Semarang adalah nasi goreng babat. Bagi yang tidak suka jeroan bisa pesan nasi goreng telur dadar. Harganya cuma 10 ribu saja. Setelah itu cabut ke penginapan lagi ya. Karena perjalanan panjang nan jauh akan dimulai lagi besok.

11. Sebelum Pulang Kamu Bisa Mampir Dulu ke Kota Lama dan Berjalan Menyusuri Pantura untuk Kembali ke Malang

Sebelum pulang, ga ada salahnya mampir ke Kota Lama Semarang. Kamu bisa berforo ria secara cuma-cuma. Di sana kamu bisa menemui bangunan yang sudah dipugar seperti Gereja Blenduk dan Stasiun Tawang. Bangunan yang masih belum tersentuh perawatan juga banyak di sana. Jangan lupa kunjungi kolam depan stasiun Tawang yang cukup terkenal.

Setelah asyik berkeliling, saatnya kembali ke Malang. Mulai isi lagi bensinnya ya. Sepanjang perjalanan kurang lebih 3 kali mebgisi bensin setiap habis setengahnya. Pada saat keluar Semarang hati-hati dengan banjir rob. Karena daerah pesisirnya lebih rendah dari permukaan laut, kawasan pelabuhan Tanjung Emas sering terkena banjir rob. Tentunya juga pasti ada kemacetan karenanya.

Pastikan tubuh kamu fit karena dari Semarang-Gresik mayoritas jalanan sangat panas. Terutama Pati yang jalannya cukup panjang. Hanya beberapa wilayah di Tuban yang masih ketemu hutan jati. Di Gresik juga harus waspada karena kamu melewati kawasan industri, jadi akan menghadapi truk-truk besar di sana. Jalanan sepanjang Semarang-Tuban cenderung lebar namun mulai menyempit di Lamongan dan ada sekitar 3 jembatan yang tidak bisa dipakai. Jadi hanya ada satu lajur saja ketika melewati jembatan-jembatan tersebut. Jalanan di Jawa Timur juga masih banyak yang berlubang.

Setelah dari Gresik kamu bisa melewati 2 jalur: lewat Sidoarjo kota atau lewat Mojokerto. Jalur ke Sidoarjo adalah jalur utama menuju ke Malang. Namu jalanannya terkenal macet dan panas walau jalan cukup lebar dan mulus. Sedang di Mojokerto kamu bisa melewati jalan di gunung dengan jalan yag lumayan mulus walaupun tidak terlalu lebar. Kedua jalan ini akan bertemu di persimpangan masjid Cheng Hoo, Pandaan. Kemudian kamu bisa langsung ke arah Malang.

Jadi sekarang mari kita hitung biaya perjalanan Malang-Jogja-Semarang-Malang (biaya makan tidak dihitung)

Bensin 3×18.000 Malang-Jogja = Rp54.000

Penginapan di Jogja 2 malam x 90.000 = 180.000

Tiket masuk Taman Sari (Rp3.000) + Keraton (Rp7.000) + Benteng Vredeburg (Rp2.000) = Rp12.000

Bensin 1×18.000 Jogja-Semarang = Rp18.000

Penginapan di Semarang 1 malam x 115.000 = Rp115.000

Tiket masuk Lawang Sewu (Rp10.000) = Rp10.000

Bensin 4x18rb Semarang-Malang = Rp72.000

TOTAL AKOMODASI = Rp461.000

Ingat ya, total biaya di atas belum termasuk makan. Jadi persiapkan motor, dana, dan diri kamu. Ayo kita berkelana!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya